Sumpah Setan untuk Menyesatkan Manusia

0
4659

Setelah setan mengetahui dirinya dilaknat oleh Allah karena membangkang perintahNya untuk bersujud pada Adam maka dia bersumpah untuk menyesatkan manusia. Dia bersumpah untuk mengoda manusia agar tersesat dan kelak menjadi temannya menjadi penghuni neraka. Hal ini tidak lain karena kerasnya permusuhan setan tehadap Adam dan anak keturunannya. Allah berfirman,

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ . إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

 Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka (QS Shaad: 82-83)

Setan bersumpah dengan keagungan dan keperkasaan Allah akan menyesatkan anak keturuanan Adam semuanya kecuali hamba-hambaNya yang ikhlas. Kenapa setan mengecualikan hamba-hambaNya yang ikhlash? Karena setan sadar dan yakin Allah akan menjaganya sehinggal ia merasa lemah dan pesimis untuk dapat menyesatkannya.

Selain diartikan sumpah, huruf ba’ dalam kalimat “fabiizzatika..” dalam ayat diatas bisa diartikan sebagai isti’anah (permintaan bantuan). Sesungguhnya saat setan menyadari bahwa dirinya tidak mampu menyesatkan seorang pun kecuali dengan izin atau kehendak Allah maka ia (setan) beristi’anah dengan keizzahan (keagungan dan keperkasaan) Allah untuk menyesatkan anak keturunan adam.  Demikianlah keadaan setan, musuh Allah dan musuh manusia sejati. Dia meminta pertolongan Allah untuk menyesatkan manusia!!

Sebagai seorang manusia yang menyadari kelemahan dan kekurangan yang kita miliki, maka kita lebih utama untuk beristi’anah (meminta pertolongan) kepadaNya agar selamat dari gondaan setan. Kita berististi’anah dengan keperkasaan dan kemampuanNya yang meliputi segala sesuatu agar membantu kita memerangi setan. Kita berlindung kepadaNya agar terhindar dari segala kejelekan setan dan bala tentaranya.

Semoga Allah menyelamatkan kita semua dari godaan setan. Amien.

Ditulis oleh Abu Zakariya Sutrisno di Riyadh 22/4/2013.

www.ukhuwahislamiah.com

Maraji’: Tafsir as Sa’di