SEPENGGAL KISAH HIJRAHNYA NABI

0
1134

Edisi Kedua Puluh Satu

21 Muharram 1428 H

09 Februari 2007 M

SEPENGGAL KISAH HIJRAHNYA NABI

Dakwah Nabi e  tertindas, terusik, terintimidasi  dan tidak berkembang dengan baik di bumi Mekah. Bahkan sampai nyawa beliau dan nyawa para sahabat  menjadi taruhannya. Maka dengan semakin gentingnya situasi, Allah I  pun mengizinkan mereka untuk berhijrah menuju kota Yatsrib (Madinah).

Pembaca yang budiman,

Berikut ini adalah cuplikan sebagian cerita perjalanan dakwah Islam di bawah komando Baginda Rasulullah e. Setelah pudarnya kegelapan zaman jahiliyah dengan pancaran sinar cahaya nubuwah yang dibawa oleh Muhammad e, derajat manusia pun menjadi mulia dan kehormatan mereka menjadi terjaga dengan teguhnya keimanan di dalam dada mereka. Namun, sebagian besar  orang Quraisy yang dipimpin oleh Abu Jahal tidak senang dengan “agama baru” yang dibawa beliau. Dikarenakan  agama ini (Islam)  hanya mengajak untuk menyembah Allah I  semata. Hal ini  sebagaimana firman Allah:

) ???????????????? ??? ???????? ??? ???????? ???????????? ???????? ??????? ?? ?????? ???? ????? ???????????? (

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang haq) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.”(QS. Al-Anbiya’ : 25(

Bahkan mereka menganggap bahwa menyembah satu tuhan merupakan perkara yang aneh. Allah I menyebutkan perkataan mereka :

) ???????? ?????????? ??????? ???????? ????? ????? ???????? ???????(5) (

“Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.”(QS. Shad : 5)

Lalu mereka pun melancarkan perlawanan dan permusuhan guna menghalau langkah dakwah Islam yang mulia ini dengan berbagai cara, baik dengan cara yang halus ataupun keras. Namun, semua itu tidak menjadikan Rasulullah e para shahabat bergeming sedikitpun untuk meninggalkan dakwah yang agung ini. Bahkan dengan tawaran dunia yang menggiurkan dan ancaman siksa yang menakutkan sekalipun, mereka tidak akan pernah mundur ke belakang.

Hari berganti hari, sedang dakwah beliau di bumi Mekah tetap tidak mendapat respon positif, orang-orang Quraisy semakin menggencarkan perlawanan dan menebar ancaman yang lebih dahsyat kepada orang-orang yang beriman. Lalu tindakan apakah yang harus dilakukan Rasulullah e?

HIJRAH MENUJU MADINAH

Wahai saudaraku! Sungguh jalan yang dilalui Rasulullah e penuh onak dan duri. Tak henti-hentinya gangguan dan cobaan menghampirinya, kendati demikian beliau tetap sabar dan tabah dalam melancarkan dakwahnya di bumi Mekah, tempat kelahiran beliau. Tiga belas tahun berlalu sudah, sedang kaum muslimin tetap menjadi golongan minoritas. Kemudian Rasulullah e mengisyaratkan mereka untuk berhijrah ke kota Yatsrib (Madinah), dan orang yang pertama kali hijrah adalah Abu Salamah bin Abdul Asad t  bersama istrinya Ummu Salamah. Hingga akhirnya giliran Rasulullah e memperoleh izin dari Allah I  untuk berhijrah ke Madinah.

&       Apa Sebabnya?

Hal ini disebabkan karena kaum musyrikin Quraisy telah merumuskan rencana pembunuhan Rasulullah e  di Darun Nadwah pada hari yang telah dijanjikan, mereka menyebutnya dengan yaumu zahmah. Hadir pula dalam musyawarah ini sesosok iblis dalam rupa seorang tua dari Nejed. Lalu, mulailah sebagian dari mereka melontarkan pendapatnya tentang apa yang akan diperbuat kepada Rasulullah. Maka, setelah beberapa saat tak kunjung mendapat kesepakatan, Abu Jahl bin Hisyam pun angkat bicara: “Demi Allah saya punya gagasan yang belum kalian sebutkan sebelumnya.”. “Apa itu?”, tanya mereka. Abu Jahl menjawab: “Kita pilih dari setiap kabilah seorang pemuda yang tangguh dan kuat, kemudian semuanya kita beri mereka pedang yang tajam. Lalu, menyergap Muhammad dirumahnya dan menebasnya bersama-sama hingga ia tewas, dengan demikian kita terbebas dari gangguannya. Adapun darahnya ditanggung oleh semua kabilah, dan Bani Abdu Manaf pun (yaitu keturunan kakek Nabi yang ketiga) tak mampu menghadapi semua kabilah. Mereka pasti hanya meminta diyat, lalu kita bayarkan kepada mereka.”

&       Menginap di Gua Tsaur

Jibril mengabarkan kepada Rasulullah e , apa yang dimusyawarahkan orang-orang Quraisy dan menganjurkan agar tidak tidur di tempat tidurnya. Malam pun tiba, rombongan pemuda Quraisy dibawah komando Abu Jahl telah bersiap di depan pintu rumah Rasulullah e. Melihat kedatangan mereka, maka Nabi e  menyuruh Ali bin Abi Thalib t  menempati tempat tidur beliau dan memakaikan selimut hijau dari Hadhra maut milik beliau kepada Ali. Namun, apa boleh dikata Allah  I senantiasa menolong hamba-Nya yang beriman dan bahkan ia adalah seorang nabi dan rasul. Rasulullah e pun keluar pada tengah malam dengan menaburkan segenggam tanah padang pasir di atas kepala mereka sembari membaca awal surat Yaasin hingga ayat :

) ??????????? ???? ?????? ??????????? ?????? ?????? ?????????? ?????? ????????????????? ?????? ??? ???????????(9) (

“Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.” (Yasin: 9).

Dan ketika itu pula, Allah menurunkan ayat-Nya yang berbunyi:

)?????? ???????? ???? ????????? ???????? ????????????? ???? ??????????? ???? ??????????? ????????????? ?????????? ??????? ????????? ?????? ?????????????(30) (

“Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.”(QS. Al-Anfal : 30)

Bergegaslah Rasulullah e  keluar menuju rumah Abu Bakar As Sidiq t saat tengah malam, hal ini menyelisihi kebiasaan Rasulullah e  yang mana beliau biasa mengunjungi Abu Bakar menjelang sore hari. Beliau pun langsung mengabarkan kepada Abu Bakar perihal telah diizinkannya beliau untuk berhijrah. Mendengar hal ini, Abu Bakar t  sangat gembira dan berharap beliau e  menjadikannya teman dalam perjalanan. Kemudian mereka berdua keluar melalui pintu sempit pada rumah Abu Bakar menuju Gua Tsaur. Lolosnya beliau dari kepungan para pemuda Quraisy diketahui oleh seorang yang tidak termasuk dalam rombongan mereka, kemudian memberitahukan hal tersebut kepada mereka. Namun, sambil membersihkan apa yang ada di kepala mereka, rombongan Quraisy tersebut tidak menggubrisnya dan tetap menunggu hingga pagi harinya. Ternyata Ali Bin Abi Thalib yang bangun dari tempat Rasulullah e .

Tatkala telah tiba di gua, masuklah Abu Bakar e terlebih dahulu, demi melindungi Rasulullah dari bahaya. Rencana pun telah disusun, mereka berdua akan menginap tiga hari di gua tersebut. Sedangkan di luar sana orang-arang Quraisy terus melakukan pencarian terhadap keduanya hingga berakhir di Gua Tsaur. Abu Bakar pun menuturkan: “Ya Rasulullah! Seandainya  mereka melihat ke bawah, pasti akan menemukan kita. Rasulullah pun menenangkannya dengan perkataannya:

((??? ??????? ??????????? ????? ????????????? ??? ???????? ????? ????? ???????))

”Apa prasangkamu terhadap dua orang yang Allah ketiganya? Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita,” (HR. Bukhari, Muslim dll)

Turut pula membantu dalam proses perjalanan mereka berdua Abdullah bin Abu Bakar yang bertugas menyadap berita dari orang-orang Quraisy pada siang harinya, ketika malam tiba dia mendatangi Rasulullah e  dan ayahandanya untuk bermusyawarah. Demikian pula Amir bin Fuhairah (budak yang dimerdekakan oleh Abu bakar) bertugas menggembala kambing disekitar gua. Sehingga Rasulullah e dan Abu bakar t  merasakan kenyang dari perahan susu kambing tersebut. Setelah menjelang malam, dia berteriak menggiring kambingnya pulang melalui jalan yang dilalui oleh Abdullah bin Abu Bakar. Hal ini bertujuan untuk menghapus jejak Abdullah (anak Abu Bakar) itu.

&       Perjalanan Dimulai

Datanglah Abdullah bin Uraiqath Al-Laitsy membawa dua binatang kendaraan menuju Jabal Tsaur sesuai janji dan dia adalah seorang penunjuk jalan yang mahir. Bergeraklah mereka dengan disertai pula Amir bin Fuhairah menuju selatan ke arah negeri Yaman, kemudian ke barat arah pesisir Laut merah, menempuh jalur yang tidak biasa dilalui orang. Orang-orang Quraisy pun menjadi geram dengan lolosnya mereka, sehingga mereka membuat sayembara untuk mencari Rasulullah e  dengan hadiah 100 ekor unta.

&       Kisah Suraqah bin Malik

Dia adalah salah seorang yang tertarik dengan sayembara tersebut, ia pun berhasil membuntuti rombongan Rasulullah r. Namun, kudanya selalu terjatuh tatkala telah dekat dengan mereka. Sehingga ia putus asa, kemudian pulang dan mengatakan kepada siapa saja yang berusaha melakukan perburuan terhadap Rasulullah, “Benar-benar aku berlepas diri untuk memberi tahu kalian. Sungguh telah cukup bagi kalian apa yang ada di sini, hingga aku bisa mengembalikan kalian.”

&       Kisah Ummu Ma’bad

Pada hari ke-2 perjalanan di waktu petang, singgahlah Rasulullah r di gubuk seorang wanita yang bernama Ummu Ma’bad. Dia tidak dapat menjamu tamu dengan makanan apapun, karena tidak ada yang tersisa di rumahnya kecuali seekor kambing kurus yang tertinggal dari kawanannya. Lalu Rasulullah r minta izin untuk memerah susunya, setelah membaca do’a, keluarlah susu yang sangat banyak hingga mereka semuanya kenyang dan menyisakannya untuk Ummu Ma’bad.

&       Memasuki Tanah Air Baru

Orang-orang Anshar (penduduk Madinah) senantiasa menunggu kedatangan beliau, mereka menunggu di sebuah dataran berbatu, dan tidaklah mereka beranjak dari tempat itu hingga panas matahari mengusir mereka. Maka, pada suatu siang ada seorang Yahudi naik ke atas benteng dan melihat bayang-bayang putih berjalan. Karena tidak dapat menahan dirinya, ia pun berteriak “Hai orang-orang Arab, inilah yang kalian nanti-nanti.” Bangkitlah kaum muslimin menyandang senjata dan gemuruh takbir pun menyambut kedatangan Rasulullah r.

IBRAH (PELAJARAN):

Pembaca yang budiman, di antara ibrah yang dapat kita petik dari kisah di atas adalah :

  1. Sabar dan tabahnya Rasulullah r dalam berdakwah.
  2. Setianya para sahabat kepada Baginda Rasulullah r.
  3. Hendaknya kita sebagai seorang muslim bangga dengan agama Islam ini dan mau meluangkan waktu untuk mempelajarinya dari sumber-sumber yang shahih.

Demikianlah akhir dari tulisan ini semoga kita dapat mengambil faedah ilmu yang banyak. amin.

Wallohu Al-Musta’an.

Disusun oleh : Abu Thalhah

SHARE
Previous articlePUASA ASYURA’
Next articleMANHAJ SALAF ADALAH SOLUSI KITA
Beliau saat ini adalah kandidat Doktor sekaligus peneliti di King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Beliau juga belajar kepada beberapa ulama’ diantaranya Syaikh Dr. Saleh Fauzan dan Dr Sa’ad Syistry. Selain itu beliau juga merintis Pesantren Masyarakat Hubbul Khoir di Sukoharjo (Solo) Jawa Tengah.