QS Asy Syuura 21: Larangan Membuat Sesuatu yang Baru dalam Agama (Bid’ah)

0
1932

Allah telah menyempurnakan agama Islam sehingga tidak perlu lagi membuat sesuatu yang baru dalam agama. Orang-orang yang menambah atau membuat sesuatu yang baru dalam urusan agama sejatinya dia telah berbuat lancang. Apakah orang-orang tersebut merasa berhak membuat syariat yang tidak disyariatkan oleh Allah dan RasulNya? Allah berfirman,

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاء شَرَعُوا لَهُم مِّنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَن بِهِ اللَّهُ وَلَوْلَا كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih. (QS As Syuraa: 21)

Pertanyaan Allah dalam ayat diatas tentunya tidak membutuhkan jawaban karena hanya Dialah yang berhak membuat syariat, bukan yang lainnya. Allah bertanya untuk mengingkari apa yang telah mereka lakukan. Allah mengancam orang-orang  tersebut (yang membuat syariat yang tidak disyariatkanNya) dengan adzab yang pedih.

Cukuplah bagi kita mengikuti apa yang Allah dan RasulNya perintahkan sebagaimana hal ini telah dicontohkan generasi terbaik umat ini. Tidak perlu kita menambah atau mengurangi dari apa yang telah diajarkan. Ingatlah sabda Rasulullah yang masyhur yang diriwayatkan oleh Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu anha,

من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد

Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu dalam urusan agama kami ini yang bukan dari kami, maka dia tertolak.  (Bukhari dan Muslim)

Sekian, wabillahi taufiq.

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 11 Rajab 1434 (21 Mei 2013)

www.ukhuwahislamiah.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here