Point- Point Nasehat Luqman pada Anaknya

0
4825

Point- Point Nasehat Luqman pada Anaknya

Allah mengisahkan dalam surat Luqman ayat 12-19 tentang Luqman berikut nasehatnya pada anaknya. Beberapa point penting nasehat Luqman pada anaknya adalah:

  1. Jauhi kesyirikan karena keyirikan adalah kedholiman yang paling besar.
  2. Berbakti kepada kedua orang tua.
  3. Jika kedua orang tua memerintahkan hal yang tidak benar/maksiat maka jangan ditaati, tetapi tetap pergauli keduanya dengan baik.
  4. Pelajaran tentang rububiyah Allah, bahwa Allah Maha Mengetahui.
  5. Menegakkan amalan utama: Sholat, amar ma’ruf, nahi munkar, dan Sabar.
  6. Bersikap tawadhu’ dan tidak sombong.
  7. Santun dalam berbicara.

Berikut kutiapan lengkap surat Luqman 12-19 beserta terjemahannya dalam bahasa Indonesia.

luqman

Yang artinya:

12. Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.

13. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

15. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

16. (Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

17. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

18. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

19. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

 

Selamat merenungi dan mentadaburi Firman Allah diatas. Semoga tulisan singkat ini bermanfaat bagi penulis dan kaum muslimin. Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh 25/3/2013.

 

SHARE
Previous articleSabar&Yakin
Next articleMungkinkah Dua Hati Berkumpul?
Beliau saat ini adalah kandidat Doktor sekaligus peneliti di King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Beliau juga belajar kepada beberapa ulama’ diantaranya Syaikh Dr. Saleh Fauzan dan Dr Sa’ad Syistry. Selain itu beliau juga merintis Pesantren Masyarakat Hubbul Khoir di Sukoharjo (Solo) Jawa Tengah.