Peringatan dari Penyakit-Penyakit Lisan

0
1678

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah.

Setiap ucapan yang keluar dari lisan kita akan dicatat oleh Allah. Oleh karena itu hendaknya kita berusaha menjaga lisan kita. Allah berfirman,

مَا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS Qaaf: 18)

Rasulullah juga memerintahkan kita berkata yang baik atau diam. Beliau bersabda,‎

من كان يؤمن بالله واليوم الاخر فليقل خيراً أو ليصمت

‎”Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” ‎‎(Bukhari no. 6018, Muslim no. 47)

Ada seorang sahabat bertanya kepada Nabi tentang amalan yang dapat memasukkan surga, kemudian Rasulullah menjawab, “Jagalah ini” sambil mengisyaratkan kepada lisan beliau. Sahabat ini pun keheranan dan berkata “Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut (disiksa) karena apa yang kami katakan? Beliau pun menjawab,

ثكلتك أمك هل يكب الناس على مناخرهم في النار إلا حصائد ألسنتهم

‎“Celaka! Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya (atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya) di dalam neraka, selain ucapan lidah mereka?” (HR. Tirmidzi, ia berkata : “Hadits ini hasan shahih)

Dalam beberapa hadits Rasulullah juga memperingatkan bahwa seseorang dapat terjerumus kedalam ‎api neraka karena sebab lisannya. Beliau bersabda,

إن الرجل ليتكلم بالكلمة ما يتبين فيها، يزل بها في النار أبعد مما بين المشرق والمغرب

Sesungguhnya ada seseorang yang berkata yang ia tidak fahami kemudian dia terjerumus ke neraka karenanya sejauh antara barat dan timur.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Tirmidzi,

إن الرجل ليتكلم بالكلمة لا يرى بها بأسا يهوي بها سبعين خريفا في النار

Sesungguhnya ada seseorang yang mengucapkan ‎sebuah kalimat yang mana ia anggap biasa tetapi karenanya ia terjun selama 70 tahun ke dalam ‎neraka.”

Dahulu para salafush shalih sangat takut dari penyakit lisan.  Dulu Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu memegangi lisannya sambil berkata,

ويحك قل خيرا تغنم، أو اسكت عن سوء تسلم، وإلا أنك ستندم

Celaka kamu! Berkatalah yang baik maka engkau akan beruntung atau diamlah dari keburukan maka engkau akan selamat. Kalau tidak kamu akan menyesal!

Berlebihan dalam bicara pada sesuatu yang tidak ada manfaatnya akan membuat hati keras.  Rasulullah bersabda,

لا تكثروا الكلام بغير ذكر الله، فإن كثرة الكلام بغر ذكر الله قسوة للقلب، وإن أبعد الناس عن الله القلب القاسي

Jangan memperbanyak bicara selain dzikir kepada Allah karena sesungguhnya memperbanyak bicara selain dzikir kepada Allah akan menyebabkan hati mengeras. Sesungguhnya manusia yang paling jauh dari Allah adalah (yang memiliki) hati yang keras.” (HR Tirmidzi)

Umar bin Khathab radhiyallahu ‘anhu berkata,

من كثر كلامه كثر سقطه، ومن كثر سقطه كثرت ذنوبه، ومن كثرت ذنوبه كانت النار أولى به

Barangsiapa banyak bicara maka akan banyak salah. Barangsiapa banyak salah maka banyak dosanya. Barangsiapa banyak dosanya maka neraka lebih utama baginya.”

 

Diantara Peyakit-Penyakit Lisan:

Pertama, berbicara dengan sesuatu yang tidak bermanfaat. Orang yang baik Islamnya akan berusaha berbicara untuk hal-hal yang bermanfaat saja. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

من حسن إسلام المرء ترك ما لا يعنيه

‎”Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna ‎baginya.” (Tirmidzi dan Ibnu Majah)‎

Kedua, membicarakan kemaksiatan dan kekejian sehingga menyebar di tengah manusia. Allah berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.” (QS An Nuur: 19)

Ketiga, suka mencela dan melaknat. Sebagian orang terbiasa mencela atau melaknat orang lain, tempat atau kendaraan. Padahal Rasulullah bersabda,

ليس المؤمن بالطعان واللعان ولا الفاحش ولا البذيء

Bukanlah orang mukmin yang suka mencela, melaknat, berkata keji dan berkata kotor.”  (HR Tirmidzi)

Keempat, banyak mazh (bersendau gurau atau bercanda). Berlebihan dan terus menerus bercanda adalah perkara yang terlarang. Adapun candaan yang sederhana dalam batasan yang normal maka tidak mengapa sebagaimana Rasulullah juga melakukannya.

Kelima, istihza’ (mengejek) dan sukhriyah (merendahkan) orang lain.  Mencari-cari kesalahan dan kekurangan orang lain kemudian menjelekkannya. Allah berfirman,

وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ

Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela.” (QS Al Humazah: 1)

Keenam, penyakit lisan yang berikutnya adalah ghibah (menggunjing). Ghibah termasuk dosa besar. Ghibah adalah menyebut tentang seseorang yang dia tidak sukai. Diriwayatkan dari Rasulullah,

إياكم والغيبة فإن الغيبة أشد من الزنا، إن الرجل قد يزني ويتوب، ويتوب الله عليه، وإن صاحب الغيبة لا يغفر له حتى يغفر له صاحبه

Waspadalah kalian dari ghibah karena (dosa) ghibah lebih dari zina! Sesungguhnya seseorang melakukan zina kemudia bertaubat maka Allah menerima taubatnya. Dan sesungguhnya seorang yang melakukan ghibah tidak akan diampuni sampai dimaafkan oleh yang dighibahi.

Ketujuh, termasuk penyakit lisan juga adalah namimah (mengadu domba). Rasulullah mengabarkan tentang seseorang yang diadzab di kubur karena namimah. Beliau juga mengabarkan bahwa orang yang melakukan namimah tidak akan masuk surga. Rasulullah bersabda,

لا يدخل الجنة نمام

Tidak akan masuk surga tukang mengadu domba.” (HR Bukhari dan Muslim)

 

Sekian, semoga Allah menjadikan kita sebagai orang yang mampu menjaga lisan kita. Amien.

 

Disarikan dari kitab Al Khuthabu Al Minbariyah fii Al Munasabati Al Ashriyah karya Syaikh Dr Saleh al Fauzan hafidzhullah.

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 23/1/2016

| Web:Ukhuwahislamiah.com | FB:Ukhuwah Islamiah | Twitter:@ukhuwah_islamia |

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here