#Muslim Nasionalis

0
1272

Sering kali dibenturkan antara Islam dan sikap nasionalisme. Seorang muslim sering digambarkan tidak nasionalis.  Di sisi lain, ada sebagian yang berpandangan bahwa sikap nasionalisme bukan bagian dari Islam. Padahal sikap nasionalisme dalam artian cinta dan membela negeri (hubbul wathon) adalah sikap alami manusia dan tidak bertentangan dengan Islam. Yang dilarang dalam Islam adalah sikap nasionalisme yang membabi buta, dimana nasionalisme dijadikan landasan untuk wala’ dan barra’. Membela seseorang meskipun salah hanya karena satu bangsa dan membenci orang lain padahal benar hanya karena lain bangsa. Ini yang dilarang!

Sungguh bagus apa yang pernah disampaikan syaikh Dr Saleh Al Fauzan hafidzahullah:

“Mencintai tanah air (hubbul wathon) adalah hal yang wajar (tabi’iy) bagi manusia. Secara tabiat orang mencintai tempat dia dilahirkan. Dikatakan dalam sebuah sya’ir ,

كم منزل في الأرض يألفه الفتى ***  وحنينه أبداً لأول منزل

“Berapa banyak tempat di dunia ini disinggahi seorang pemuda, ***  (tetapi) kecintaan (kerinduannya) selamanya pada tanah lahirnya”

Kecuali jika negeri itu memiliki kekhususan dalam agama, seperti Mekah dan Madinah maka mencintainya termasuk bagian dari iman.” [Tanya jawab Dars Fathul Majiid Syaikh Dr Saleh Al Fauzan –hafidzahullah-, Riyadh 28/1/1437H]

Allahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here