Meraup Pahala saat Tidur

0
1229

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.

Alhamdulillah Allah telah memberi kesempatan untuk mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya dengan ditawarkannya berbagai macam ibadah/amalan yang ada. Bahkan kandang kala amalan-amalan tersebut terasa sepele dimata kita, tetapi ternyata Allah menjanjikan ganjaran yang luar biasa.  Dalam tulisan yang singkat ini, kami ingin menyebutkan beberapa amalan yang dapat mendatangkan pahala yang berkaitan dengan tidur.

1.       Berwudhu sebelum tidur [1].

2.       Shalat witir sebelum tidur [2].

3.       Membaca dzikir menjelang tidur. Diantaranya:

a)      Mengumpulkan dua tapak tangan, lalu ditiup dan dibacakan QS Al Ikhlash, Al Falaq dan An Nas. Kemudian dengan dua tapak tangan mengusap tubuh yang dapat dijangkau dengannya. Dimulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan. Dilakukan tiga kali [3].

b)     Membaca ayat kursi [4] dan 2 ayat terakhir QS Al Baqarah, yakni ayat 285-286 [5].

c)      Membaca do’a

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا

“Dengan namaMu, ya Allah! Aku mati dan hidup.” [6]

d)     Membaca: Alhamdulillah 33 x, Subhanallah 33x, Allahu Akbar 34 x [7].

4.       Membaca dzikir setelah bangun dari tidur. Diantaranya membaca

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

“Segala puji bagi Allah, yang membangunkan kami setelah ditidurkanNya dan kepadaNya kami dibangitkan.” [8]. Juga membaca 10 ayat terakhir QS Al Imran (ayat 190-200) [9].

 

Sebenarnya masih banyak amalan/adab yang berkaitan dengar tidur yang diajarkan Rasulullah. Namun kiranya beberapa point diatas cukup sebagai langkah awal kita untuk meningkatkan kualitas tidur kita. Akhirnya saya ucapkan selamat tidur, semoga tidur Anda berpahala. Amien.

Semoga bermanfaat, sholawat dan salam semoga tercurah kepada Rosulullah serta keluarga dan sahabatnya.

Tulisan ini banyak mengambil faedah dari Hisnul Muslim karya Sa’id bin Ali bin Wahf Al Qahthani hafidzahullah ta’ala. Ditulis menjelang tidur, di Asrama Mahasiswa KSU, Riyadh (1 Dzulqo’dah 1432 H/29 September 2011). Abu Zakariya Sutrisno

 

Notes:

[1].  Berdasar hadist Bara’ bin Azib, diriwayatkan  Al-Bukhari (247) dan Muslim (2710).

[2].  Sebagaimana pesan Rasulullah terhadap Abu Hurairah. HR Bukhari (1178), Muslim (721).

[3].  HR. Al-Bukhari, lihat Fathul Baari(9/62) dan Muslim (4/1723).

[4].  HR. Al Bukhari, lihat Fathul Baari (4/487)

[5].  HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari (9/94) dan  Muslim (1/554).

[6].  HR. Al-Bukhari, lihat Fathul Baari(11/113) dan Muslim (4/2083).

[7].  HR. Al-Bukhari lihat Fathul Baari (7/71) dan Muslim (4/2091).

[8].  HR. Al-Bukhari dalam Fathul Baari (11/113), Muslim (4/2083).

[9].  HR. Al-Bukhari dalam Fathul Bari (8/237) dan Muslim (1/530).

 

SHARE
Previous articleTatacara Umrah
Next articleBeberapa Pelajaran Penting Untuk Segenap Ummat
Beliau saat ini adalah kandidat Doktor sekaligus peneliti di King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Beliau juga belajar kepada beberapa ulama’ diantaranya Syaikh Dr. Saleh Fauzan dan Dr Sa’ad Syistry. Selain itu beliau juga merintis Pesantren Masyarakat Hubbul Khoir di Sukoharjo (Solo) Jawa Tengah.