MELIHAT DARI DEKAT MANHAJ SALAF

0
706

Edisi Kedua Puluh Empat

12 Shafar 1428 H

02 Maret 2007 M

Manhaj salaf, istilah ini mungkin terasa asing bagi sebagian kita. Tapi, apakah dengan keterasingannya akan menghalangi kita untuk mengenal lebih jauh istilah ini? Tentu tidak, wahai saudaraku seislam! Kita harus berupaya meluangkan waktu untuk mempelajari dan mendalaminya, terlebih lagi di jaman yang penuh dengan fitnah ini. Karena tidak ada metode yang tepat dalam memahami dien Islam kecuali menggunakan manhaj salaf.

Pada beberapa edisi yang lalu, telah kami jelaskan solusi untuk keluar dari keterpurukan yang menimpa kaum muslimin dewasa ini, yaitu kembali kepada agama mereka.Penerapannya adalah dengan memahami dan mengamalkan agama Islam berdasarkan Qur’an dan Sunnah, sesuai dengan manhaj atau pemahaman para shahabat, salafush shalih (pendahulu umat ini yang shalih), karena mereka adalah generasi terbaik umat ini terutama dari sisi pemahaman. Dan pada edisi kali ini, akan kami jelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan manhaj salaf tersebut, baik dari sisi pengertiannya, siapa yang disebut dengan salafush Shalih, dalil-dalil yang berkaitan dengan kewajiban berpegang teguh dengan pemahaman mereka serta hal-hal lain.

&       Siapakah Salafush Shalih?

Secara bahasa, salaf adalah istilah yang digunakan bagi orang yang telah mendahului dalam keilmuan, keimanan, keutamaan dan kebaikan.

Berkata Ibnu Mandzur : “Dan salaf adalah orang yang telah mendahuluimu dari bapak-bapakmu, kerabatmu yang usia dan keutamaan mereka berada di atas engkau. Oleh karena itu generasi pertama dari para tabi’in dinamakan salafush shalih.

Istilah ini juga  digunakan oleh Rasulullah e dalam beberapa hadits beliau. Seperti perkataan beliau e kepada putrinya Fathimah Az-Zahrah :

((???? ??? ????? ??? ??))

“Sesungguhnya aku adalah sebaik-baik pendahulu bagimu”(HR. Muslim)

Nabi e juga berkata kepada putri beliau. Ruqayah ketika wafatnya :

((????? ?????? ?????? ????? ?? ?????))

“Susullah pendahulu kita yang shalih Usman bin Madz’um”(HR. Ahmad dengan sanad yang lemah)

Secara istilah, salaf adalah sifat lazim yang dikhususkan bagi para shahabat y, demikian pula generasi yang mengikuti mereka dengan baik  dari para tabi’ian dan pengikut tabi’in. Allah U berfirman :

) ??????????????? ?????????????? ???? ??????????????? ?????????????? ??????????? ????????????? ??????????? ?????? ??????? ???????? ???????? ?????? …(100)(

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah.(QS. At-Taubah : 100)

Berkata Al-Qalsyani : “Salafush shalih adalah generasi pertama yang kokoh dalam ilmu, yang mendapat petunjuk dengan petunjuk Nabi e dan yang menjaga sunnah-sunnah beliau. Allah e memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya serta menegakkan agama-Nya, Dia Ta’ala meridhai mereka sebagai pemimpin-pemimpin umat. Mereka telah berjihad fie sabilillah dengan sebenarnya, mencurahkan (waktu mereka) untuk menasehati umat dan memberikan manfaat kepada mereka. Dan telah berupaya untuk meraih keridhaan Allah I atas diri mereka.”(Bashairu Dzawisy Syarfi bisyarh Marwiyati Manhaji As-Salafy oleh Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali, hal : 17-18)

Jadi, ketika disebutkan kata ‘salafush shalih’ maka yang dimaksud    adalah para shahabat Nabi e, tabi’in dan para pengikut tabi’in. Mereka adalah tiga generasi terbaik yang disebutkan Rasualullah e dalam sabda beliau :

((????? ???????? ???????, ????? ????????? ???????????, ????? ????????? ???????????))

“Sebaik-baik manusia adalah generasiku (para shahabat y), kemudian generasi yang datang sesudahnya, kemudian generasi yang datang sesudahnya.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Sedang manhaj adalah istilah yang sinonim dengan thariq atau sabil. Yaitu methode atau jalan yang ditempuh. Dan Allah I telah menyebutkan dalam Al-Qur’an bahwa setiap umat, mereka memiliki manhaj dan syariat yang berbeda-beda. Dia Ta’ala berfirman :

) ???????? ????????? ??????? ???????? ???????????? (

“Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang.”(QS. Al-Maidah : 48)

Imam Al-Qurthubi ketika menafsirkan ayat atas beliau berkata : Berkata Abul Abbas Muhammad bin Yazid : Syariat adalah permulaan jalan sedang minhaj adalah jalan yang senantiasa ada.” (Al-Jami’ Liahkamil Qur’an oleh Imam Al-Qurthubi, 6/211)

&       Keutamaan Generasi Salaf

Generasi salaf merupakan generasi yang terbaik dari umat ini. Kemulian mereka menduduki peringkat kedua setelah para nabi dan rasul. Mereka telah dipilih oleh Allah I untuk menemani Nabi-Nya yang mulia, Muhammad e.

Allah U telah memuji mereka dalam kitab-Nya :

) ??????????? ???????? ????? ??????????? ?????? ?????????? ????? ??????????? ????????? ?????????? (

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.”(QS. Al-Fath : 29)

) ????????????? ??????????????? ????????? ?????????? ??? ??????????? ??????????????? ??????????? ??????? ????? ????? ???????????? ???????????? ????? ??????????? ?????????? ???? ????????????? ??????????? ?????????? ???????? ????????????? ??? ?????????? ?????????? ???? ??????? ?????????? ?????????????? ??? ??????????? ??????? ??????? ??????? ????????????? ????? ??????????? ?????? ????? ?????? ????????? ????? ????? ????? ???????? ???????????? ???? ??????????????(

“(Juga) bagi para fuqara yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-(Nya) dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya.Mereka itulah orang-orang yang benar. Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka.Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri.Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu).Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Hasyr : 8-9)

Dan masih banyak lagi keutamaan mereka yang disebutkan di dalam Al-Qur’an maupun As-Sunnah.

&       Kewajiban Mengikuti Manhaj Mereka

Mengikuti manhaj salaf dalam memahami agama Islam merupakan suatu keniscayaan. Tidak akan benar aqidah, ibadah dan akhlak seseorang kecuali bila dibangun di atas pemahaman yang benar. Dan pemahaman tersebut adalah pemahaman salafush shalih, mereka adalah orang-orang yang menyaksikan turunnya Al-Qur’an, hidup bersama Rasulullah e dan mengetahui seluk-beluk kehidupan beliau. Mereka adalah orang-orang yang mendengar langsung sabda-sabda beliau, menghafal kemudian segera menerapkannya dalam kehidupan mereka.

Berkata Abu Abdurrahman As-Sulami : “Orang-orang yang membacakan Qur’an kepada kami seperti Usman bin Affan, Abdullah bin Mas’ud dan selainnya menceritakan, bila mereka mempelajari sepuluh ayat dari Nabi e, mereka tidak akan melanjutkannya hingga mempelajari ilmu serta amal yang terdapat di dalamnya. Mereka berkata : “Maka kami mempelajari Al-Qur’an beserta ilmu dan amal seluruhnya.”.”(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah,6/117, lihat Syarh Muqaddimatuttafsir oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaiman, hal 22-23)

Bila demikian keadaan mereka dalam mempelajari syariat ini, maka apakah tidak pantas jika pemahaman mereka dijadikan standar baku untuk memahami Qur’an dan Sunnah?

Allah I berfirman mengancam orang-orang yang menentang Rasulullah dan menyelisihi jalannya shahabat beliau  :

) ????? ????????? ?????????? ??? ?????? ???????????? ???? ???????? ??????????? ?????? ??????? ?????????????? ????????? ??????????? ?????????? ????????? ????????? ???????? (

“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya. dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia kedalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali.” (QS. An-Nisa’ : 115)

Sebagaimana yang disebutkan oleh para ulama, orang-orang mu’min dalam ayat ini adalah para shahabat Rasulullah e. Wallahu a’lam

Allah I juga berfirman :

) ?????????? ????????????? ??????? ??????? ???????????? ????????? ????? ???????? ????????? ?????????? ?????????? ???????? (

Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (ummat Islam), ummat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.”(QS. Al-Baqarah : 143)

Rasulullah e adalah da’i bagi para shahabat sedang para shahabat adalah da’i bagi umat ini. Beliau juga adalah saksi atas para shahabat dan shahabat beliau adalah saksi atas umat ini. Bila Rasulullah sebagai saksi atas mereka  telah pergi maka tinggallah mereka sebagai saksi bagi umat ini.

Rasulullah e bersabda :

((?????? ???? ??????, ???? ???? ?????? ??? ?????? ?????, ???? ???? ??????? ???? ???? ??? ?????? ?? ??????, ??????? ???? ????? ???? ??? ?????? ??? ???? ?? ??????))

“Bintang-bintang adalah amanah bagi langit, bila bintang-bintang tersebut hilang maka langit akan mendatangkan urusannya. Sedang aku adalah amanah bagi para shahabatku, bila aku telah pergi maka datang kepada para shahabatku apa yang dijanjikan kepada mereka. Dan para shahabatku adalah amanah bagi umatku bila mereka pergi maka datang kepada umatku apa yang dijanjikan kepada mereka.”(HR. Muslim)

Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali berkata : “Sungguh Rasulullah e menjadikan penisbatan para shahabat kepada generasi sesudah mereka dalam umat Islam seperti penisbatan beliau kepada shahabat beliau dan seperti penisbatan bintang-bintang kepada langit. Dan merupakan perkara yang diketahui bahwa penyerupaan nabi ini memberikan (faidah) wajibnya mengikuti pemahaman para shahabat Rasulullah e dalam agama sebagaimana kembalinya umat ini kepada Nabi mereka e karena Rasulullah adalah orang yang menjelaskan Al-Qur’an sedang shahabat beliau adalah generasi yang menukil  penjelasan beliau kepada umat. Demikian pula Rasulullah e ma’sum (terjaga dari dosa). Beliau tidak berbicara mengikuti hawa nafsunya, akan tetapi yang bersumber dari beliau adalah bimbingan dan petunjuk. Sedang para shahabat beliau adalah orang-orang yang adil, mereka hanyalah mengucapakan (kata-kata) yang jujur dan mengajarkan kebenaran.” (Bashairu Dzawisy Syarfi, hal : 65)

Rasulullah e juga bersabda memerintahkan kita untuk berpegang teguh dengan sunnah beliau dan sunnah para shahabat beliau :

((?? ??? ???? ???????????? ?????, ?????? ????? ???? ??????? ???????? ???????? ?? ???? ???? ????? ????????))

“Siapa di antara kalian yang hidup niscaya ia akan melihat perpecahan yang banyak. Maka wajib bagi kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah khulafa’ ar-rasyidin, Gigitlah erat-erat sunnah tersebut.”

Keseluruhan dalil-dalil yang kami sebutkan di atas menunjukan bahwa berpegang teguh dengan pemahaman para shahabat, salafush shalih merupakan suatu keharusan. Wallahu a’lam

(Abu Muhajir)

SHARE
Previous articleMANHAJ SALAF ADALAH SOLUSI KITA
Next articleMENGENAL TOKOH DAKWAH SALAF
Beliau saat ini adalah kandidat Doktor sekaligus peneliti di King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Beliau juga belajar kepada beberapa ulama’ diantaranya Syaikh Dr. Saleh Fauzan dan Dr Sa’ad Syistry. Selain itu beliau juga merintis Pesantren Masyarakat Hubbul Khoir di Sukoharjo (Solo) Jawa Tengah.