Keutamaan-Keutamaan Puasa

0
986

Syaikh Muhammad bin Salih Al Utsaimin

Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam atas Rasulullah.

Puasa termasuk ibadah yang paling utama. Disebutkan dalam Al Qur’an dan banyak hadits tentang keutamaan-keutamaan puasa, diantaranya:

1.       Allah mewajibkan atas seluruh umat

Allah ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

 Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS Al Baqarah: 183)

 

2.       Puasa sebab diampuni dosa

Rasulullah shollallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala maka diampuni dosanya yang telah lalu” [HR Bukhari Muslim]. Dalam hadits yang lainnya Rasulullah bersabda, “Sholat lima waktu, Jum’at yang satu sampai Jum’at berikutnya, Ramadhan sampai Ramadhan berikutnya adalah penghapus dosa diantaranya, jika dosa-dosa besar dijauhi” [HR Muslim].

 

3.       Diberi pahala tidak terbatas

Dalam shahih Bukhari dan Muslim diriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shollallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Seluruh amalan bani Adam adalah baginya kecuali puasa. Sesungguhnya puasa adalah bagiKu dan Saya yang akan memberinya pahala. Puasa adalah perisai, jika salah seorang diantara kalian berpuasa maka jangan berkata kotor atau berteriak-teriak. Jika ada seorang yang mencela atau memerangi maka hendaknya dia berkata “Saya sedang berpuasa”. Demi jiwa Muhammad yang ditanganNya, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum disisi Allah dari minyak kesturi. Bagi seorang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan yang mereka berbahagia padanya. Jika berbuka dia bahagia dengan bukanya, jika bertemu Tuhannya dia bahagia dengan puasanya.

 

Dalam riwayat Muslim Rasulullah bersabda, “Setiap amalan bagi adam adalah baginya, dilipatkan kebaikan dengan 10x sampai 700x yang semisalnya. Allah berfirman, kecuali puasa sesunggunya ia adalah bagiKu dan Aku yang akan mengganjarnya. Mereka meninggalkan syahwat dan makanannya karenaKu.

 

4.       Allah mengkhususkan puasa untuk diriNya

Sebagaimana hadits diatas, “Seluruh amalan bani adam adalah baginya kecuali puasa. Sesungguhnya puasa adalah bagiKu

 

5.       Allahlah yang langsung menentukan pahala orang yang berpuasa

Sebagaimana hadits sebelumnya, “Sesungguhnya puasa adalah bagiKu dan Saya yang akan memberinya pahala.

 

6.       Puasa adalah perisai

Sebagaimana hadits sebelumnya, “Puasa adalah perisai, jika salah seorang diantara kalian berpuasa maka jangan berkata kotor atau berteriak-teriak.” Disebutkan dalam riwayat Imam Ahmad dengan sanad hasan, Rasulullah bersabda, “Puasa adalah perisai yang akan melindungi hamba dari api neraka.

 

7.       Disisi Allah bau mulut orang berpuasa lebih harum dari kesturi

Sebagaiamana hadits yang sebelumnya juga,” Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum disisi Allah dari minyak kesturi.

 

8.       Diberi dua kebahagiaan

Sesuai sabda Rasulullah, “Bagi seorang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan yang mereka berbahagia padanya. Jika berbuka dia bahagia dengan bukanya, jika bertemu Tuhannya dia bahagia dengan puasanya.

 

9.       Puasa memberi syafaat di hari kiamat

Rasulullah bersabda, “Puasa dan Al Qur’an keduanya memberi syafaat pada seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata, Wahai Tuhan aku telah menghalanginya dari syahwat dan makanan maka jadikanlah aku memberi syafaat padanya. Al Qur’an berkata, Aku telah menghalanginya dari tidur malam maka jadikanlah aku member syafaat padanya. Rasulullah pun bersabda, Maka keduanya memberi syafaat.

 

Demikianlah sebagian dari keutamaan puasa, masih banyak lagi yang belum disebutkan. Karena utamanya ibadah yang satu ini hendaknya kita menjalankannya dengan penuh semangat dan sesuai apa yang diajarkan. Jangan sampai kita merusaknya dengan perbuatan atau perkataan yang tidak sepantasnya dilakukan orang yang berpuasa. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan kotor dan beramal dengannya dan (berperilaku) bodoh maka Allah tidak membutuhkan ia meninggalkan makanan dan minumannya” [HR Bukhari]

 

Sekian, semoga bermanfaat. Sholawat dan salam atas Rasulullah.

Disarikan dari Majalis Syahri Ramadhan karya Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah.

Abu Zakariya Sutrisno. Sukoharjo, 4 Ramadhan 1434 H (12 Juli 2013)

www.ukhuwahislamiah.com