Ciri Penyembah Hawa Nafsu

0
1834

Allah berfirman,

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَى عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَن يَهْدِيهِ مِن بَعْدِ اللَّهِ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? (QS Jaatsiyah: 23)

Mari kita sedikit mentadaburi firman Allah dalam surat al Jaatsiyah ayat 23 diatas yang menjelaskan beberapa ciri orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai sesembahan – semoga kita dijauhkan dari sifat-sifat tersebut-.

Ciri Penyembah Hawa Nafsu:

Pertama, memperturutkan hawa nafsu. Tidak peduli apa yang dilakukannya apakah itu diridhoi atau dibenci Allah, yang terpenting baginya adalah nafsunya puas.

Kedua, jauh dari ilmu Allah. Orang tersebut jauh dari petunjuk Allah dan tidak mau berusaha untuk mensucikan dirinya dengan petunjuk wahyu yang Allah telah turunkan dan telah dijelaskan oleh RasulNya.

Ketiga, pendengarannya terkunci. Tidak mau mendengarkan hal-hal yang bermanfaat seperti bacaan al Qur’an, hadits, nasehat dan lainnya. Sebaliknya, senang sekali mendengarkan perkara sia-sia atau bahkan maksiat seperti musik dan sejenisnya.

Keempat, hatinya terkunci sehingga tidak memikirkan tentang kebaikan.

Kelima, buta penglihatannya sehingga menghalanginya dari melihat kebenaran.

Keenam, sulit menerima hidayah karena Allah telah mengunci pendengaran, hati dan penglihatannya. Allah tidak mendzolimi mereka, tetapi mereka sendiri yang mendzolimi diri mereka dengan berpaling sehingga jauh rahmat dan hidayahNya.

Wallahu musta’an.

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh 23 Rajab 1434 (2 Juni 2013)

www.ukhuwahislamiah.com

Maraji’: Tafsir As Sa’di