BAGAI BINTANG DI LANGIT

0
2733

1. BEBERAPA FUNGSI BINTANG
Segala puji hanya untuk Alloh yang menjadikan bumi sebagai hamparan, langit sebagai atap dan gunung sebagai pasaknya dan yang menghiasi langit dengan bintang-bintang.
Tidaklah Alloh menciptakan makhluk-makhluk kecuali di dalamnya mengandung hikmah yang besar. Di antara hikmah tersebut kita ketahui dan sebagiannya kita tidak mengetahui. Termasuk didalamnya makhluk yang bernama bintang. Tahukah saudara apa fungsi bintang?
Alloh berfirman;
?????? ????????? ?????????? ?????????? ????????? ???????????? {6} ????????? ???? ????? ????????? ???????? {7} ???????????????? ????? ???????? ?????????? ????????????? ??? ????? ??????? {8} ???????? ???????? ??????? ??????? {9} ?????????? ?????? ??????????? ???????????? ??????? ???????
“Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap setan yang sangat durhaka, setan-setan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal, akan tetapi barang siapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang”. (QS. As-Shofaat : 6-10)
Alloh juga berfirman;
???????? ????????? ?????????? ?????????? ???????????? ?????????????? ???????? ??????????????
“Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan”. (QS. Al-Mulk : 5)

Dua ayat diatas menjelaskan kepada kita, di antara fungsi bintang yaitu;
a. Sebagai hiasan yang menghiasi langit.
b. Sebagai alat pelempar syaithon yang mencoba khobar-khobar langit.

Karena syaithon-syaithon ini nanti bekerja sama dengan para dukun yang menipu manusia,sebagaimana di jelaskan dalam hadist.
Kemudian ada fungsi yang lainnya yaitu sebagai petunjuk arah bagi manusia. Alloh berfirman;

?????? ??????? ?????? ?????? ?????????? ???????????? ????? ??? ????????? ???????? ???????????
“Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut”. (QS. Al-An’am : 97)

2. SAHABAT NABI BAGAIKAN BINTANG
A. SIAPAKAH SAHABAT NABI?
Yang dimaksut sahabat nabi adalah;
“siapa saja yang bertemu dengan Nabi dalam keadaan beriman kepada beliau dan meninggal dalam keadaan tersebut (beriman)”. (lihat : SYARAH AL AQIDAH AL-WASITHIYAH, karya : DR. SHOLIH BIN FAUZAN AL-FAUZAN).
Dan para sahabat nabi ini memiliki kedudukan yang tinggi di dalam agama islam. Oleh karena itu termasuk dari pokok-pokok ajaran islam yang benar yang berhubungan dengan sahabat Nabi adalah;
1. Selamatnya hati dari rasa dengki dan benci kepada para sahabat Nabi.
2. Selamatnya lesan dari mancela,menuduh dan melaknat para sahabat Nabi. (lihat : SHARH AL-AQIDAH AL- WASITHIYAH hal:171).
Dalil adalah firman Alloh;
??????????? ?????? ??? ?????????? ?????????? ???????? ??????? ????? ??????????????? ????????? ?????????? ????????????? ????????????? ??? ?????????? ?????? ??????????? ????????? ???????? ??????? ??????? ????????
“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa: “Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al-Hasyr : 10)
Dan Nabi bersabda,
“Janganlah kalian mencela para sahabat, (demi Allah) yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya salah seorang di antara kalian berinfaq dengan emas sebesar Gunung uhud, niscaya tidak bisa menyamai infaqnya salah seorang di antara mereka (para sahabat) sebesar satu Mud (seukuran 2 telapak tangan orang dewasa) dan tidak juga (bisa menyamai) setengah Mudnya.” (HR. Bukhori dan Muslim).
Kira-kira butuh berapa puluh tahun untuk bisa berinfaq dengan emas sebesar Gunung? Ini saja tetap kalah nilainya dengan infaqnya para sahabat sebanyak 2 telapak tangan atau setengahnya.
Cukuplah hadits ini menunjukkan bagaimana tingginya kedudukan para sahabat Nabi di dalam Islam selain memang masih banyak dalil-dalil dari al-Qur’an maupun hadits. Oleh karena itu siapa saja yang mencela para sahabat, dia berhadapan dengan Al-Qur’an dan Sunnah.

B. SAHABAT NABI DAN BINTANG
Nabi sering membuat permisalan-permisalan yang memudahkan kita untuk memahami hadits yang beliau sampaikan.
Termasuk, ketika beliau menjelaskan “kedudukan penting” para sahabat Nabi di dalam agama ini. Permisalan apakah yang Nabi sampaikan? Mari kita simak percakapan nabi dan para sahabatnya berikut ini:
Dari Abu Musa Al-Asy’ary dia berkata,” kami telah selesai sholat maghrib bersama Rasulullah kemudian kami (para sahabat) berkata,” Seandainya kita duduk sampai kita sholat isya’ (berjama’ah) bersama beliau.” Berkata Abu Musa,” lalu kamipun duduk (setelah sholat maghrib). Kamudian Nabi keluar menemui kami dan bersabda,” kalian senantiasa di sini?”
Kami menjawab,” Wahai Rasulullah, kami telah sholat (maghrib) bersamamu, kemudian kami mengatakan bahwa kami akan duduk sampai kami bisa sholat isya’ bersamamu.”
Nabi bersabda, ” Kalian berbuat baik atau berbuat benar.”
Berkata Abu Musa, ” Kemudian Nabi mengangkat kepala beliau ke arah langit dan memang Nabi sering mengangkat kepala beliau ke arah langit.”
Kemudian Nabi bersabda, ” Bintang-bintang adalah pengaman langit. Jika bintang-bintang telah pergi (hilang), maka datanglah kepada langit perkaranya, dan aku (Nabi) adalah pengaman bagi para sahabatku, jika aku telah pergi (wafat), maka datanglah kepada para sahabatku apa yang telah dijanjikan. Dan para sahabatku adalah pengaman bagi umatku, jika para sahabatku pergi (wafat), datanglah kepada umatku apa yang telah dijanjikan (perpecahan).” (HR. Muslim 2531 / Bashoir Dzawis Syarof hal.64-65).
Dari hadist diatas dapat diambil beberapa faedah yang penting bagi agama kita yaitu;
1. Kedudukan para sahabat nabi bagi umat islam yang datang setelah mereka adalah seperti kedudukan nabi bagi para sahabat beliau, dan juga seperti kedudukan bintang bagi langit.
Sebagaimana kita ketahui bahwa bintang adalah hiasan langit dan pengaman langit dari syaithon yang mencoba mencuri khobar langit maka para sahabat nabipun demikian kedudukannya yaitu;
– Para sahabat nabi adalah “hiasan” untuk islam dan “pengaman” bagi mereka yang senantiasa mengintai, mengawasi, dan menjaga umat islam dari pemahaman sesat dan menyesatkan manusia dari pemahaman yang lurus.
Salah satu pemahaman sesat yang menyesatkan yang telah muncul dizaman sahabat yaitu pemahaman “Khowarij” yang dibawa sebagian orang islam saat itu. Yang mereka mengkafirkan para sahabat dan mereka memberontak kepada ‘Ali dan tidak ada seorang sahabatpun yang bergabung atau bersatu dengan Khowarij.tetapi mereka memperingatkan umat islam dari paham sesat Khowarij dan mendakwahi Khowarij. Sebagaimana ‘Ali mengutus Ibnu Abbas untuk berdakwah kepada kelompok Khowarij.
Kemudian kita tahu bahwa bintang adalah petunjuk arah di kegelapan malam, baik di darat maupun di laut. Maka para sahabat pun demikian yaitu;
– Mereka bagaikan penerang yang menerangi kita di kegelapan syahwat dan subhat,yang kita ikuti pemahaman mereka dalam mengamalkan islam dan mendakwahkan islam.
Oleh karena itu jika kita dapati bentuk keyakinan atau amalan atau dakwahan yang dibungkus islam, kita tanya “pernahkah para sahabat meyakininya? Atau melakukannya?” jika tidak, maka kiya tinggalkan keyakinan atau amalan atau dakwahan tersebut. Karena kita yakin bahwa jika keyakinan, amalan dan dakwahan tersebut tidak dilakukan para sahabat berarti itu semua tidak pernah diajarkan Nabi Muhammad. Dan jika hal itu tidak pernah diajarkan Nabi berarti itu semua bukan ajaran islam.
Berkata salah seorang sahabat Nabi yang bernama Jabir;
“Al-Qur’an turun kepada Rosululloh dan beliaulah yang mengetahui tafsirnya, maka apa saja yang Nabi amalkan, kami (para sahabat) pun mengamalkannya”. (BASHOIRU DZAWIS SYAROF…, halaman : 78, karya: Syaikh Salim Bin ‘Id Al-Hilaly).
Dari sini kita tahu bahwa :
1. Orang yang paling tahu tentang Al-Qur’an adalah Nabi.
2. Para sahabat mendapat tafsir Al-Qur’an dari Nabi.
3. Para sahabat mengamalkan suatu amalan sesuai dengan apa yang diamalkan Nabi.
(Dari ceramah Ustad Abdul Hakim Bin amir ‘Abdat dengan judul; FIQH SAHABAT).

2. Wajib mengikuti pemahaman Sahabat Nabi terhadap agama islam
Dan mengikuti pemahaman sahabat nabi seperti kembali kembali kepada Nabi Muhammad, karena nabi adalah penjelas atau pentafsir Al-Qur’an dan para sahabat mendapat tafsir dari Nabi lalu mengajarkan kepada umat islam. Dan dalil wajibnya mengikuti pemahaman sahabat nabi ini sangat banyak, diantaranya: surat An-Nissa’ ayat 115, At-Taubah ayat 100,119, Luqman ayat 15, Al-Baqoroh ayat 13,137 dan lain-lain.
Adapun dalil dari hadist salah satunya sabda nabi;
“….Barang siapa yang hidup diantara kamu sesudahku, niscaya ia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib bagi kamu berpegang dengan sunnah (petunjuk) ku dan sunnah (petunjuk) khulafaur Rosyidin Al-Mahdiyyin (Abu Bakar, Umar, Ustman, dan ‘Ali) berpeganglah dengannya dan gigitlah dengan gigi gerahangmu…. (HR. Ahmad,Abu Dawud, dan lain-lain. DISHOHIHKAN oleh Imam AL-Albani).
3. Dengan pemahaman sahabat Nabi, kita telah menjaga Al-Qur’an dan hadis dari pemahaman-pemahaman yang salah dan menyimpang.
Karena, seperti kita saksikansekasrang, setiap orang memahami Al-Qur’an dan Hadits dengan pemahaman masing-masing, tidak mengikuti pemahaman para sahabat-sahabat dan ulama ahli tafsir. Sehingga umat Islam semakin berpecah belah disebabkan banyaknya pemahaman-pemahaman yang baru dalam memahami Al-Qur’an dan hadits.
Bukankah kita ingin persatuan? Jika iya, maka mari kita ikuti pemahaman sahabat Nabi, sehingga kita bisa bersatu di atas kebanaran, meski jasad kita berpisah.

Sumber:
1. Syarah Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah karya DR. Sholeh bin Fauzan Al-Fauzan
2. Bashooiru Dzawwy Syarof bi Syarhi Marwiyyati Manhajis Salaf, karya Syaikh Salim bin ‘Id Al-Hilaly. Cet Maktabah Al-Furqon.

Fajri Ns

SHARE
Previous articleSetetes Faedah dari Lautan Faedah Surat Al Fatihah
Next articleKetika Wanita Menggoda
Beliau saat ini adalah kandidat Doktor sekaligus peneliti di King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Beliau juga belajar kepada beberapa ulama’ diantaranya Syaikh Dr. Saleh Fauzan dan Dr Sa’ad Syistry. Selain itu beliau juga merintis Pesantren Masyarakat Hubbul Khoir di Sukoharjo (Solo) Jawa Tengah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here