Urgensi Sholat berjamaah

0
184

Ulama sepakat bahwa mengerjakan sholat lima waktu di masjid (bagi laki-laki) adalah ibadah yang ditekankan. Bahkan sebagian ulama berpendapat bahwa hukumnya adalah wajib bagi laki-laki untuk sholat lima waktu di masjid. Pendapat ini didukung oleh banyak sekali dalil dari al Qur’an dan Sunnah. Allah befirman,

وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” (QS. Al-Baqarah: 43)

Ayat diatas dengan jelas mengisyaratkan untuk sholat berjama’ah. Adapun diantara hadits yang menguatkan wajibnya sholat berjamaah adalah hadits tentang acaman Rasulullah akan membakar rumah orang-orang yang tidak menghadiri sholat berjamaah. Rasulullah bersabda,

وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلَاةِ، فَتُقَامَ، ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ، ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ، فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ

Dan sunggu saya telah bertekad memerintahkan supaya didirikan sholat dan memerintahkan salah seorang laki-laki mengimami manusia sholat, kemudian saya keluar dengan beberapa orang yang membawa kayu (bakar) ke kaum yang tidak mendatangi sholat lalu saya bakar rumah mereka dengan api.” (HR Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651/252).

Begitu juga hadits seorang yang buta yang meminta keringanan untuk sholat di rumahnya, awalnya Rasulullah memberi keringanan, kemudian setelah dia berpaling Rasulullah memanggilnya dan bertanya, “Apakah kamu mendengar seruan untuk sholat?” Dia mengatakan, “Iya”. Rasulullah pun bersabda, “Kalau begitu penuhi (panggilan tersebut)” (HR. Muslim no. 653). Sholat berjamaah di masjid adalah syi’ar Islam dan salah sebab terjaganya ukhuwah Islamiah. Sholat berjamaah memiliki keutamaan yang begitu besar. Pahalanya dilipatkan sampai 27 derajat dari sholat sendirian. Rasulullah bersabda,

صَلاَةُ الجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلاَةَ الفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

Sholat berjamaah menggungguli sholat sendirian dengan 27 derajat.” (HR. Bukhari no. 645 dan Muslim no. 650)

Bagi wanita tidak mengapa ikut sholat berjamaah di masjid asalkan aman dari fitnah. Ketika seseorang berjalan ke masjid hendaknya berjalan dengan tenang, tuma’ninah dan tidak tergesa-gesa. Rasulullah bersabda, “Jika kalian mendengar iqamah hendaknya berjalan dengan tenang, pada apa yang kamu dapatkan maka shalatlah, sedang apa yang terlewat darimu maka sempurnakan” (HR. Bukhari no. 908 dan Muslim no. 602). Namun hendaknya berangkat ke masjid dengan bersegera sehingga tidak terlewat takbiratul ihram bersama imam, dan dapat melaksanakan shalat jama’ah dengan sempurna dari awalnya.

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 12/12/1437H

| Web:Ukhuwahislamiah.com | FB:Ukhuwah Islamiah | Twitter:@ukhuwah_islamia |