Tiga (3) Kelezatan Dunia yang Tersisa

0
152

Ibnu Munkadir rahimahullah pernah mengatakan,

ما بقي في الدنيا من اللذات إلا ثلاث قيام الليل ولقاء الأخوان والصلاة في جماعة

“Tidaklah tersisa kelezatan di dunia ini kecuali tiga hal: sholat malam (Qiyamul lail), bertemu saudara seiman (Liqa’ul Ikhwan), dan sholat jama’ah”

 

Benar apa yang disampaikan Ibnu Munkadir bahwa seorang hamba akan merasakan lezatnya kehidupan dunia ini dengan tiga amalan diatas:

Pertama: Qiyamul Lail (sholat malam)

Tentu kita tidak ragu lagi bahwa orang yang membiasakan dirinya dengan qiyamul lail ia akan merasakan kenikmatan dan ketentraman dalam hidupnya. Bagaimana ia tidak merasakan lezat sedang ia berinteraksi dengan Tuham semesta alam, bermunajat dan mengadu padaNya. Ulama salaf yang lainnya yang bernama Abu Sulaiman Ad Darimi mengatakan,

أهل الليل بليلهم ألذ من أهل اللهو بلهوهم، ولولا الليل ما أحببت البقاء في الدنيا

“Ahli (sholat) malam dengan malamnya lebih merasa lezat daripada ahli (atau pecinta) hiburan dengan hiburan mereka. Seandainya bukan karena (sholat) malam maka aku tidak menyukai tetap di dunia ini ”

Salah satu keutamaan qiyamul lail bahwa ia adalah salah satu tanda ibadur Rahman (hamba-hamba Ar Rahman). Hal ini sebagaimana dalam firmanNya,

 وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّداً وَقِيَاماً

Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. (QS Al Furqan: 64)

 

Kedua: Liqa’ul Ikhwan (Bertemu saudara seiman)

Bertemu saudara seiman adalah sebuah kebahagiaan tersendiri bagi seorang muslim. Tentu kita pernah merasakan adanya perasaan bahagia dalam hati kita saat bisa bertatap muka dan berkumpul dengan saudara-saudara seiman. Baik bertemu di majelis ilmu, atau di jamuan makan, walimahan atau bahkan sekedar bertemu di jalan. Ini adalah salah satu keutamaan yang Allah berikan pada kaum mu’minin. Allah menjadikan dalam hati mereka rasa saling mencintai. Rasulullah besabda, “Perumpamaan orang-orang beriman di dalam cinta dan kasih sayang mereka adalah seperti tubuh. Jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka anggota tubuh lainnya akan memberikan kesetiaan kepadanya dengan bergadang (susah tidur) dan demam.” [HR Bukhari no. 6011 dan Muslim no. 2587]

 

Ketiga:  Sholat Berjama’ah

Orang yang merutinkan sholat berjama’ah hatinya akan merasa bahagia. Bahagia dapat melakukan ibadah bersama kaum muslimin yang lainnya. Hatinya akan merasa sejuk dengan mendengar ayat-ayat al Qur’an yang dibaca imam. Disamping itu sholat berjama’ah memiliki begitu banyak keutamaan. Salah satunya sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah,

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

Shalat berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada shalat sendirian.” [HR. Bukhari no. 131 dan Muslim no. 650]

Itulah tiga kelezatan yang tersisa di dunia ini. Tentu hal ini bukan batasan, tetapi sekedar menunjukkan agungnya tiga amalan diatas. Semoga Allah memberi hati kita kelezatan untuk mengamalkan tiga hal tersebut.

Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam atas RasulNya.

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 17 Rajab 1434 (27 Mei 2013)

www.ukhuwahislamiah.com