TENTANG TASAWUF

0
61

Assalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh. Ustadz, ana tidak paham dg definisi dari ilmu tasawuf. Pertama, yg ana tahu ajaran tasawuf itu menyesatkan. Hal ini ana baca dari artikel2 yg In syaa Allah shohih. Namun, ana juga mendengar bahwa tasawuf merupakan bagian dari ajaran Islam yg salah satunya mengajarkan Tazkiyatun Nufus. Apakah ustadz dapat menerangkan hal ini? Jazaakallahu khairan.

Jawab:
Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh.

Tasawuf (shufi) bentuknya bermacam-macam dan seringkali juga difahami dengan pengertian yang berbeda-beda. Dalam bahasa Arab, ulama’ berbeda pendapat tentang asal kata tasawuf (تصوف). Pendapat yang terkenal menyatakan itu berasal dari kata Ash Shuf (صوف) yang artinya kain wol, yang sering dipakai untuk menujukkan kesederhanaan atau kezuhudan.

Perlu diketahui bahwa tasawuf sendiri tidak dikenal di zaman awal-awal Islam (zaman Sahabat, Tabi’in dan Tabi’ut Tabiin). Ajaran tasawuf muncul belakangan setelah itu. Ada yang mengatakan awalnya mulai muncul di negeri Bashrah (Iraq saat ini) (Lihat Kitab Haqiqatut Tashawwuf, oleh Syaikh Dr. Saleh Al Fauzan).

Pada awalnya tasawuf itu sekedar berlebihan dalam zuhud dan ibadah. Namun, kemudian berkembang dan semakin jauh dari ajaran Al Qur’an dan Sunnah. Bahkan kemudian muncul banyak sekali tariqat-tariqat tasawuf (shufi) yang memiliki aqidah dan amalan-amalan yang menyimpang. Sebagian mereka mengatakan bahwa agama ini dibagi menjadi beberapa tingkatan: syariat, tarikat, hakikat dan makrifat. Nanti kalau sudah tingkatan makrifat (mengenal atau berhubungan dengan Allah secara langsung) maka sudah tidak wajib lagi menjalankan syariat!!! Ini tentu keyakinan yang menyimpang.

Kalau tasawuf itu sekedar dimaknai dengan zuhud terhadap dunia, tazkiyatun nufus (pensucian jiwa) dan banyak mendekatkan diri kepada Allah maka ini tidak terlalu bermasalah. Namun, kenyataannya tidak seperti itu. Banyak sekali orang yang masuk ajaran tasawuf kemudian melakukan amalan-amalan yang tidak disyariatkan. Seperti dzikir sambil nyanyian, menari dan lainnya. Bahkan sebagian memiliki keyakinan dan aqidah yang diliputi dengan kesyirikan dan kekufuran. Beragama hanya berdasarkan perasaan, bukan diatas ilmu atau dalil. Ini tentu berbahaya. Oleh karena itu, bagus sekali nasehat imam Syafii rahimahullah ta’ala tentang masalah tasawuf. Beliau berkata:

لو أن رجلاً تصوَّف من أول النهار لم يأت عليه الظهر إلا وجدته أحمق

“Seandaikan seorang mengikuti tasawuf (menjadi sufi) di pagi hari maka tidak datang dhuhur kecuali kamu dapati dia menjadi dungu!!” (Manaqib Asy Syafii karya Baihaqy, 2/208)

Penyataan yang keras dari imam Syafii terkait tasawuf ini tentu tidak datang begitu saja. Banyak orang yang menisbatkan dirinya kepada tasawuf kemudian jauh sekali dari ilmu. Beragama tanpa dilandasi dalil tetapi sekedar mengikuti perasaan dan taqlid pada para pemimpin tariqat tasawufnya. Hal ini menyebabkan mereka semakin bodoh dan menyimpang dari ajaran yang benar.  Jadi wajar jika Imam Syafii memperingatkan dari tasawuf (ajaran sufi). Allahu A’lam.


Tanya Jawab WA Ukhuwahislamiah.com