Takut Terjatuh pada Kesyirikan

0
588

Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam atas Rasulullah.

Seorang muslim hendaknya takut tehadap kesyirikan dan berusaha sekuat tenaga menjauhinya. Syirik adalah dosa yang terbesar, dosa yang tidak akan diampuni. Syirik membuat pelakunya diharamkan masuk surga dan kekal di dalam api neraka. Dosa Syirik tidak Diampuni Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. (QS An- Nisaa’: 48) Ibnu Katsir berkata, ”Allah mengabarkan bahwa Dia tidak akan mengampuni dosa syirik, maksudnya Dia tidak akan mengampuni seorang hamba yang meninggal dalam keadaan musyrik. Dan mengampuni yang selainnya bagi yang dikehendakinya, maksudnya mengampuni segala dosa selain kesyirikan  bagi hamba yang dikehendakiNya”-selesai-. Ayat ini menunjukkan besarnya dosa syirik karena Allah mengatakan tidak akan mengampuninya padahal Dia ta’ala adalah dzat yang Maha Pemurah, yang sangat luas rahmatNya.  Tetapi perlu dicatat bahwa ini bagi yang tidak bertaubat sampai kematiaannya. Adapun yang berbuat kesyirikan lalu bertaubat maka Allah akan mengampuninya karena Allah mengampuni segala dosa bagi hambaNya yang bertaubat. Allah berfirman, ”Sesungguhnya Dia (Allah) mengampuni dosa seluruhnya” (QS Az Zumar: 53). Syirik adalah Dosa Terbesar Ayat ke 48 dalam surat An Nisa’ di atas juga menunjukkan bahwa syirik adalah dosa yang paling besar karena dosa syirik tidak akan diampuni, sedang dosa yang selainnya dibawah kehendakNya (bisa diampuni atau tidak). Perhatikan kelanjutan ayat tersebut,

وَمَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْماً عَظِيماً

Barangsiapa yang ‎mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (An- Nisaa’: ‎‎48)‎ Diriwayatkan dari Abu Bakrah, dari bapaknya radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الكَبَائِرِ؟» ثَلاَثًا، قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: «الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ، وَعُقُوقُ الوَالِدَيْنِ – وَجَلَسَ وَكَانَ مُتَّكِئًا فَقَالَ – أَلاَ وَقَوْلُ الزُّورِ» ، قَالَ: فَمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى قُلْنَا: لَيْتَهُ سَكَتَ

Maukah kalian aku beritahu tentang dosa besar yang paling besar? (3X)” Para sahabat menjawab, “Tentu ya Rasulallah!“ Beliau bersabda, “(Yaitu) mempersekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua”  – lalu beliau duduk, yang mana sebelumnya beliau bersandar- “dan perkataan dusta”. Lalu beliau tetap mengulangnya sampai kami berguman semoga beliau diam.”  [HR Bukhari 2654, Muslim 87] Kenapa syirik adalah dosa yang begitu besar? Tidak lain karena di dalamnya terdapat unsur kedzoliman yang sangat besar, yaitu memalingkan haq Allah (yaitu ibadah) kepada selainNya. Di dalamnya juga ada unsur tanaqush (meremehkan) Allah, Tuhan semesta alam. Bagaimana mungkin Dia ta’ala yang maha Mampu dan Maha Sempurna disamakan dengan makhluqNya yang penuh kelemahan dan kekurangan.  Di dalam kesyirikan juga terdapat unsur mu’aanadah (pembangkangan) dan istikbar (kesombongan) terhadap perintahNya.  Allah telah memerintahkan hambaNya untuk bertauhid dan beribadah kepadaNya semata serta menjauhi syirik. Orang yang melakukan kesyirikan berarti telah menyelisihi dan menentang perintahNya. Nabi Ibrahim Takut Terjatuh pada Kesyirikan Allah berfirman,

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَـذَا الْبَلَدَ آمِناً وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الأَصْنَامَ

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. (QS Ibrahim: 35) Jika Nabi Ibrahim, Khalilurrahman (kekasih Allah), abul anbiya’ (bapaknya para Nabi),  imamul hunafa’ (imam orang-orang yang lurus), beliau takut terjatuh pada kesyirikan bagaimana dengan orang-orang yang jauh dibawah beliau??? Ibrahim At Taimiy berkata, “Siapa yang merasa aman dari bala’ (musibah yang besar) ini setelah Ibrahim?” Tidak akan merasa aman dari kesyirikan kecuali orang-orang yang jahil tentangnya. Rasulullah Takut Sahabat Terjatuh pada Syirik Kecil Disebutkan dalam sebuah riwayat, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil.” Beliau ditanya tentang hal tersebut, lalu beliau menjawab “yaitu Riya’.” [HR Ahmad, Thabrani, dan Baihaqy] Jika syirik kecil ditakutkan menimpa para sahabat, yang mana ilmu dan amal mereka kuat, maka bagaimana dengan orang-orang yang setelah mereka?? Tentu orang-orang yang lebih lemah ilmu dan imannya lebih ditakutkan terjatuh syirik kecil dan yang lebih dari itu (yaitu syirik besar). Terlebih lagi di zaman ini, dimana kebodohan meraja lela. Banyak yang tidak memahami tauhid dan kesyirikan, bahkan tidak terkecuali orang-orang yang dianggap sebagai ‘ulama’ sekalian.  Perlu dicatat, meskipun syirik kecil tidak sampai membuat pelakunya kekal di neraka tetapi ia masih lebih besar dosanya dari pada dosa besar lainnya. Bahkan dosa syirik kecil tidak akan diampuni kalau pelakunya tidak bertaubat berdasarkan keumuman surat an Nisa ayat 48. Pelakunya akan Dimasukkan  Neraka Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa meninggal dan dia menyeru selain Allah sebagai sekutu (bagi Allah) maka masuk neraka” [HR Bukhari]. Di dalam hadits ini terdapat ancaman yang keras terhadap orang yang menyekutukan Allah.  Yaitu orang-orang yang menjadikan tandingan atau sekutu bagi Allah dalam ibadah, berdoa padanya, meminta padanya, beristighatsah padanya maka mereka akan masuk neraka. Diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir radhiyallahu anhu, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa menemui Allah dalam keadaan tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya maka masuk surga. Dan barangsiapa menemuiNya dalam keadaan mempersekutukan sesuatu dengan-Nya maka masuk neraka.” Imam Nawawi berkata dalam menjelaskan hadits ini, “Adapun masuknya orang-orang musyrik ke dalam neraka maka sesuai keumumannya, yakni mereka masuk dan kekal di dalamnya…dst” Diharamkan Masuk Surga Orang-orang yang berbuat kesyirikan diharamkan masuk surga dan kekal di neraka. Allah berfirman,

إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (QS Al Ma’idah: 72) Allah juga berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُوْلَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS Bayyinah: 6) Penutup Demikianlah besarnya dosa syirik, yang sudah selayaknya kita takut kepadanya. Namun, tidak cukup hanya takut tetapi harus disertai usaha untuk menjauhinya. Langkah pertama adalah dengan belajar, belajar mengenali apa itu kesyirikan dan bentuk-bentuknya agar kita tidak terjatuh padanya. Berapa banyak orang terjerumus dalam kesyirikan karena tidak tahu apa itu syirik. Selain belajar dan berusaha menjaukan diri dari kesyirikan hendaknya kita juga berusaha memberitahu dan memperingatkan masyarakat dari kesyirikan. Semoga Allah menjauhkan diri kita dan kaum muslimin semuanya dari kesyirikan. Amien. Disarikan dari: Kitab Fathul Majid Syarhu Kitabit Tauhid, karya Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh rahimahullah. — Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 12 Jumadil Ula 1435H. www.ukhuwahislamiah.com