Syirik dan Macam-Macamnya

0
107

Kita diperintahkan untuk mengesakan Allah dalam Ibadah dan dilarang mempersekutukannya dengan sesuatu apapun. Tauhid adalah perintah Allah yang paling agung dan sebaliknya kesyirikan adalah larangan Allah dan dosa yang paling besar.  Allah tidak akan mengampuni dosa syirik bagi yang tidak bertobat darinya. Allah befirman,

إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْماً عَظِيماً

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An- Nisaa’: 48)

Kesyirikan adalah sebesar-besar kezaliman (yaitu meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya). Kesyirikan adalah kezaliman bagi Allah karena ibadah yang mana dia hanya hak Allah semata tetapi diberikan kepada selainNya. Allah mengharamkan surga dan menjanjikan neraka pada orang-orang yang berbuat syirik. Sebagaimana firman Allah,

إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS Al Ma’idah: 72)

Syaikh Abdulaziz bin Baz dalam kitabnya Durusul Muhimmah memaparkan bahwa syirik terbagi tiga, yaitu:

  • Syirik Akbar (besar)
  • Syirik Ashghar (kecil)
  • Syirik Khafi (tersembunyi)

 

  1. Syirik Akbar (besar)

Syirik akbar mengakibatkan runtuhnya seluruh amal dan menyebabkan kekal di neraka. Allah befirman,

ذَلِكَ هُدَى اللّهِ يَهْدِي بِهِ مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَلَوْ أَشْرَكُواْ لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Anam: 88)

مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَن يَعْمُرُواْ مَسَاجِدَ الله شَاهِدِينَ عَلَى أَنفُسِهِمْ بِالْكُفْرِ أُوْلَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ وَفِي النَّارِ هُمْ خَالِدُونَ

Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka.” (QS. at Taubah: 17)

Orang yang mati sedang ia masih melakukan syirik akbar ini, ia tidak akan diampuni dan haram baginya syurga. Diantara bentuk-bentuk syirik akbar ini ialah: berdoa kepada orang-orang mati, kepada berhala-berhala, memohon pertolongan dari mereka, bernadzar untuk mereka, menyembelih untuk mereka dan sebagainya.

  1. Syirik Ashgar (Kecil)

Syirik ashghar, ialah perbuatan yang ditetapkan oleh nash-nash al Quran dan as Sunnah, dengan menyebutnya sebagai syirik, akan tetapi tidak termasuk syirik akbar. Seperti: riya’ dalam beramal, bersumpah dengan selain Allah, ucapan: “Masya Allah wa sya-a Fulan” (apa yang dikehendaki oleh Allah dan dikehendaki oleh si Fulan) dan sebagainya. Berdasarkan sabda Rasulallah: “Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil.” Rasulullah ditanya: “Apakah syirik kecil itu, wahai Rasulullah?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Yaitu riya’.” (HR. Ahmad, Thabraniy dan Baihaqiy)

  1. Syirik Khafiy (tersembunyi)

Tentang syririk khafiy dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam: “Maukah kamu aku beritahukan apa yang paling aku takutkan (menimpa) kamu, lebih dari (takutku atasmu) terhadap al Masih Addajjal?”. Mereka (para shahabat) menjawab: “Iya, wahai Rasulallah”. Beliau bersabda: “Yaitu syirik Khafiy (syirik yang tersembunyi), bahwa seseorang berdiri, lalu shalat, kemudian ia membaguskan shalatnya, karena ia melihat ada orang yang sedang memperhatikannya”. (HR. Ahmad)

Syirik dapat juga dibagi dua saja, yyirik akbar dan syirik ashghar. Sedang syirik khafiy, dapat masuk pada kedua Syirik tersebut. Syirik khafiy dapat masuk pada syirik akbar, seperti: syirik orang-orang munafik, karena mereka menyembunyikan akidah-akidah mereka yang bathil, dan menampakkan keIslaman mereka atas dasar riya’ dan takut akan (kemaslahatan) diri mereka. Syirik khafiy juga masuk pada syirik ashghar, seperti: riya’ sebagaimana dalam hadits diatas. (Dinukil dari kitab Durusul Muhimmah dengan sedikit diringkas)

Ukhuwahislamiah.com