Syarat La ilaha illallah

0
1251

Berkata ibnu Qoyyim : Dikatakan kepada Wahab bin Munabih “Tidakkah kunci Surga itu La illaha illallah?” lalu dia menjawab”Benar, tetapi tidakkah setiap kunci memiliki gigi-gigi? Jika anda datang dengan kunci yang ada giginya maka akan dibukakan untuk anda, jika tidak maka tidak akan dibuka” [Haadi Arwah ila Biladi Afraah hal.66]

Gigi disini maksudnya adalah syarat, jadi tidak sah persaksian La illah illallah kecuali jika memenuhi memenuhi syarat-syaratnya. Sebagaimana yang disebutkan syaikh bin baz dalam kutaibnya (buku kecil) ad Durrusu al Muhimmah li ‘Aammati al Ummah (Pelajaran yang Penting Untuk Segenap Ummat) syarat-syarat La ilaha illallah adalah :

1. Ilmu yang tidak dicampuri dalam kejahilan.

2. Keyakinan yang tidak dicampuri dengan keraguan.

3. Ikhlash yang tidak dicampuri syirik.

4. Kejujuran yang tidak dicampuri dengan dusta.

5. Cinta yang tidak dicampuri dengan kebencian.

6. Ketaatan yang tidak dicampuri dengan pembangkangan.

7. Penerimaan yang tidak dicampuri dengan penolakan.

8. Pengingkaran terhadap semua yang disembah selain Allah.

Syarat syarat tersebut terhimpun dalam dua bait syair berikut :

عِلْمٌ يَقِيْنٌ وَإِخْلاَصٌ وَصِدْقُكَ مَعَ

مَحَبَّةٍ وَانْقِيَادٍ وَالْقَبُوْلِ لَهَا

و زيد ثامنها الكفران منك بما سوى الاله من الاشياء قد الها

Ilmu, yakin dan ikhlas berikut kejujuranmu bersama.

Cinta, ketundukan dan kepasrahan menerimanya.

Ditambah (syarat) yang kedelapan (adalah pengingkaran) terhadap seluruh yang disembah selain Allah.

Syarat-syarat tersebut tidak harus dihafal, namun harus diamalkan oleh setiap muslim agar syahadatnya diterima.