Sya’ir Nasehat Untuk Penuntut Ilmu

0
130

[Terjemahan Bebas :]

Jika para penguasa telah memperoleh tahta kekuasaan,

atau para saudagar telah mengumpulkan pundi-pundi kekayaan,

Sungguh kita telah memperoleh, wahai Saudaraku,

kenikmatan ilmu bersama dengan keimanan.

 

Berbahagialah sesuai dengan apa yang engkau datangi

karenanya, dan keutamaan yang engkau dapatkan.

(Nabi) Muhammad telah menyeru kalian untuk urusan kalian,

dan hamba dalam ittiba’ padanya dipuji.

 

Sebelum kalian, telah menjawab (seruan)nya beberapa laki-laki,

serupailah mereka tetapi jangan ghuluw (berlebihan).

Dari setiap ‘alim yang datang menolong (agamaNya),

atau penuntut ilmu yang di atas al haq tidak goyah.

 

Terus meneruslah mengumpulkan ilmu,

sesungguhnya perjalanan mendapatkannya bertingkat.

Janganlah engkau putus dari mengambilnya dan berwaspadalah,

dari mengikuti orang-orang rendahan dalam apa yang mereka segera dapatkan.

Atau engkau menjadikan ilmu sebagai jebakan,

(jebakan) untuk memburu harta dan kekuasaan.

 

Sesungguhnya istiqamah bagi seseorang itu berat,

(tetapi) dengannya seseorang akan mendapatkan kemuliaan.

Oleh: Syaikh Sholeh bin Abdillah al Ushoimiy hafidzahullah

Diterjemahkan bebas oleh Abu Zakariya Sutrisno setelah pulang daurah dengan syaikh Ushoimy. Riyadh, 25/3/1435H.

Terjemahan ulang Ust ad Dariny:

Jika para penguasa telah memperoleh tahta kekuasaan,
Dan para saudagar telah mengumpulkan harta kekayaan,
Sungguh kita -wahai saudaraku- telah mendapatkan,
Kenikmatan ilmu, begitu pula keimanan.

Ketahuilah ‘kemuliaan ilmu’ yg engkau datang karenanya,
begitu pula keutamaannya, yang tentu nanti kau mendapatkannya.
Nabi Muhammad telah menyeru untuk urusan kalian,
Sedang hamba yg mengikutinya akan mendapatkan pujian.

Sebelum kalian, telah banyak para pejuang yg menjawab seruannya,
Maka tirulah mereka, tapi jangan berlebihan menyikapi mereka.
Jadilah penolong bagi setiap penuntut ilmu dan alim ulama.
Jangan (sebaliknya), malah merusak (kehormatan mereka).

Terus, dan teruslah mengumpulkan ilmu,
Sungguh, saat kembali kepada Allah, itulah pemutusmu
Jangan kau berhenti menuntutnya dan waspada,
Jangan sampai mengikuti orang-orang awam dalam tindakan mereka.

(Jangan pula) kau jadikan ilmu itu sebagai jebakan,
Untuk memburu harta dan kekuasaan.
Sungguh, sedikit sekali pada para pejuang yg punya keteguhan,
Yang dengannya mereka akan mendapatkan kemuliaan.

tholabul-ilmi1

SHARE
Previous articleMenjadi Kunci Kebaikan
Next article20 Cara Mengagungkan Ilmu
Beliau saat ini adalah kandidat Doktor sekaligus peneliti di King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Beliau juga belajar kepada beberapa ulama’ diantaranya Syaikh Dr. Saleh Fauzan dan Dr Sa’ad Syistry. Selain itu beliau juga merintis Pesantren Masyarakat Hubbul Khoir di Sukoharjo (Solo) Jawa Tengah.