Sudahkan Anda Mengenal Syiah?

0
87

Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam atas Rasulullah,

Tentu kita semua sudah tidak asing lagi dengan kelompok yang bernama Syiah. Apalagi akhir-akhir ini pembicaraan tentang Syiah cukup ramai di tanah air. Syiah adalah kelompok menyimpang yang mana para ulama telah sepakat bahwa mereka keluar dari Islam. Syiah memiliki banyak keyakinan atau aqidah yang tidak sesuai dengan Islam. Namun disayangkan sebagian dari kaum muslimin belum mengetahui hakekat dari Syiah ini.

Tulisan singkat ini mengulas tentang penyimpangan dan aqidah orang Syiah. Semoga tulisan singkat ini bisa menjadi pencerahan atau tambahan ilmu sehingga kita bisa lebih berhati-hati dari penyimpangan orang Syiah. Sungguh indah perkataan sebuah syair, “Saya mengetahui kejelekan bukan untuk mengerjakannya, tetapi untuk menjauhinya.Barangsiapa ‎tidak mengetahui kejelekan dari kebaikan maka akan terjatuh padanya.”‎

 

Banyak sekali keyakinan yang menyimpang dari kaum Syiah yang mana telah dijelaskan oleh para ulama’. Keyakinan yang menyimpang tersebut bukan sekedar tuduhan, tetapi benar-benar disebutkan dalam kitab-kitab rujukan mereka seperti kitab Al Kafi, Al Istibshar, Biharul Anwar, dan lainnya. Diantara penyimpangan mereka adalah:

 

Pertama, orang Syiah meyakini bahwa kitab suci al Qur’an yang ada sekarang ini tidak otentik lagi alias telah mengalami penambahan dan pengurangan. Menurut mereka al Qur’an yang asli (yang mereka sebut dengan Mushaf Fathimah) sekarang ini dibawa oleh imam ke-12 mereka yang sekarang sedang bersembunyi. Mushaf tersebut besarnya 3x lipat dari mushaf yang ada sekarang ini.

 

Tidak ragu lagi bahwa keyakinan diatas – yaitu al Qur’an telah mengalami perubahan- adalah sebuah kekufuran. Allah sendiri telah menyatakan bahwa Dia ta’ala menjaga kemurniaan Al Qur’an. Allah berfirman,

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Kamilah yang menurunkan al- Qur’an dan Kami yang akan menjaganya.” (QS al-Hijr: 9)

Allah menjamin bahwa al Qur’an akan terjaga sampai hari kiamat kelak. Al Qur’an adalah mukjizat. Sejak zaman dahulu sampai sekarang al Qur’an dihafalkan oleh ribuan hufadz (para penghafal al Qur’an). Jika ada orang yang ingin membuat sedikit saja perubahan dalam al Qur’an maka dengan mudah dapat diketahui.

 

Kedua, orang syiah mengkafirkan para sahabat Rasulullah kecuali segelintir orang saja seperti Abu Dzar, Salman Al Farisi, dan lainnya. Termasuk yang dikafirkan oleh mereka adalah Khalifah Abu Bakar, Umar bin Khatab, Ustman bin Affan, dan Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu anhum ajma’in.

 

Padahal menurut keyakinan umat Islam (ahlussunnah wal jama’ah) para sahabat adalah generasi terbaik umat ini yang dididik langsung oleh Rasulullah. Mereka juga orang yang paling berilmu dan paling besar jasanya bagi agama Islam. Merekalah yang menyampaikan al Qur’an dan As Sunnah kepada kita.

 

Allah sendiri telah memuji mereka -yaitu para sahabat- dalam al Qur’an. Allah berfirman yang artinya, “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah, Allah telah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar” (QS. At Taubah: 100). Bagaimana mungkin orang-orang yang Allah puji dan Allah janjikan surga bagi mereka ternyata adalah orang-orang yang murtad. Dalam ayat yang lainnya Allah juga memuji isi hati mereka (lihat surat Al Hasyr ayat 8-10) dan menyebut sifat baik mereka dalam kitab-kitab terdahulu baik injil maupun taurat (lihat akhir surat al Fath, ayat 29).

 

Ketiga, orang Syiah (khususnya Syiah Rafidhah) meyakini bahwa imamah/kepemimpinan kaum muslimin hanya ada para imam mereka yang berjumlah 12. Meyakini imamah adalah salah satu rukun islam bagi mereka. Mereka memiliki banyak keyakinan yang ghuluw (berlebihan) tentang imam-imam mereka, diantaranya:

  • Para imam adalah maksum.
  • Para imam mengetahui perkara ghaib
  • Para imam tidak meninggal kecuali atas pilihannya sendiri
  • Para imam mengetahui seluruh bahasa dan keahlian yang ada di dunia.

 

Keyakinan-keyakinan diatas adalah keyakinan yang batil dan jauh sekali dari kebenaran. Seorang muslim meyakini bahwa Allah adalah satu-satu-nya dzat yang mengetahui perkara ghaib. Seorang muslim juga meyakini bahwa tidak ada manusia yang maksum kecuali para Nabi dan Rasul.

 

Keempat, orang syiah menghalalkan bahkan menganjurkan nikah mut’ah (kontrak), yaitu nikah dalam durasi tertentu saja misal sehari atau sepekan. Padahal jelas bahwa nikah mut’ah dilarang dalam Islam karena pada hakikatnya nikah mut’ah adalah zina yang terselubung. Khalifah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu berkata,

رسول الله صلى الله عليه وسلم نَهَى عَنْ نِكاحِ الْمُتْعَةِ

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah melarang nikah mut’ah” [HR Bukhari, Muslim dan lainnya]

 

Masih banyak sekali peyimpangan yang dimiliki kaum Syiah yang jelas-jelas menunjukkan bahwa mereka bukan bagian dari Islam. Tetapi sebagaimana lazimnya kelompok yang menyimpang, mereka selalu berupaya membungkus kesesatan dan peyimpangan mereka dengan sesuatu yang indah agar orang-orang awam tertarik. Seperti mereka mengklaim bahwa mereka mencintai dan membela ahlu bait.  Sebagai disampaikan sebelumnya, mereka juga menghalalkan mut’ah, tentu ini sangat menarik bagi orang-orang yang gemar menuruti hawa nafsu terutama kaum muda. Mereka juga gemar melakukan dusta dan taqiyah (pura-pura) untuk menutupi penyimpangan mereka. Imam Syafi’I rahimahullah  pernah mengatakan, “Aku belum pernah menemui ahlu ahwa’ yang lebih dusta dari (syiah) Rafidhah.

 

Semoga tulisan singkat ini bermanfaat. Mari kita berupaya melindungi diri kita, keluarga dan masyarakat sekitar kita dari kesesatan Syiah.

| Web:Ukhuwahislamiah.com | FB:Ukhuwah Islamiah | Twitter:@ukhuwah_islamia |