SERI TAUHID-1, TAUHID RUBUBIYAH

0
52

Tauhid itu terbagi menjadi 3, yakni Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah dan Tauhid Asma wa Sifat.

Tauhid rububiyah maknanya mengesakan Allah dalam perbuatanNya dengan meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan, yaitu Dzat yang menciptakan, memberi rizki dan mengatur alam semesta ini.

Allah Ta’ala berfirman,

‎الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Segala puji bagi Allah, Rabb semesta Alam.”
(QS Al-Fatihah : 2).

Allah berfirman,

‎اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ

“Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.” (QS. Az Zumar: 62)

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
“Engkaulah Rabb Langit dan Bumi.”
(Hadist Shohih Riwayat Bukhari dan Muslim)

Pada asalnya tidak ada satu makhluk pun yang mengingkari kerububiyahan Allah subhaanahu wa ta’ala, kecuali orang-orang yang sombong, yang lisannya mengingkari padahal hatinya meyakini, semisal Fir’aun.

Allah befirman,

‎وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنفُسُهُمْ ظُلْماً وَعُلُوّاً

“Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya.” (QS. An Naml: 14)

Bahkan orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah, secara umum mereka meyakini bahwa Allah sebagai pencipta, pemberi rizki, dst. Alllah berfirman,

‎قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ أَمَّن يَمْلِكُ السَّمْعَ والأَبْصَارَ وَمَن يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيَّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَن يُدَبِّرُ الأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللّهُ فَقُلْ أَفَلاَ تَتَّقُونَ

Katakanlah (wahai Muhammad): “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka (orang-orang musyrik) akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?” (QS. Yunus: 31)

Tauhid rububiyah melazimkan tauhid uluhiyah. Allah satu-satunya Dzat yang menciptakan dan mengatur alam semesta maka hanya Dia yang berhak disembah. Allah berfirman,

‎يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

”Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 21)

Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya tentang ayat ini mengatakan: “Hanya Pencipta segala sesuatu yang ada inilah yang berhak disembah dengan segala macam ibadah.”


#Posterdakwah
#Pesantren Masyarakat Hubbul Khoir
#Hubbulkhoir.com
#Ukhuwahislamiah.com
#TG,IG,FB: Ukhuwahislamiahcom

Share yuk!