Sepuluh (10) alasan seorang muslim harus berakhlak mulia

0
1332

 

  1. Memperbaiki akhlak manusia adalah satu misi utama diutusnya nabi Muhammad.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya saya diutus untuk menyempurnakan akhlak-akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad /318, dishahihkan Albani)

 

  1. Akhlak yang baik menjadi salah satu penyebab utama masuk surga.

Saat ditanya tentang amalan yang paling banyak menyebabkan masuk surga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Ketaqwaan pada Allah dan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi no. 2004, Albani mengatakan sanadnya hasan)

 

  1. Akhlak menjadi salah satu ukuran kebaikan seseorang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحْسَنَكُمْ أَخْلاَقًا

Sesungguhnya diantara yang terbaik dari kalian adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR Bukhari no. 3559 dan Muslim no. 2321)

 

  1. Akhlak yang mulia menjadi ukuran sempurnanya keimanan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi no. 1162. Albani mengatakan hasan shahih)

 

  1. Akhlak yang mulia berat dalam timbangan amal kebaikan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada sesuatu yang diletakkan di timbangan (amal kebaikan) yang lebih berat dari akhlak yang baik. Pemilik akhlak yang baik akan mencapai derajat ahli puasa dan ahli sholat.” (HR. Tirmidzi no. 2003. Dishahihkan Albani)

 

  1. Akhlak yang mulia (sifat lembut) adalah salah satu sebab diterimanya dakwah.

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظّاً غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imran: 159)

 

  1. Akhlak yang mulia menjauhkan manusia dari permusuhan.

Allah befirman,

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ

Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS Fushilat: 34)

 

  1. Akhlak yang mulia adalah satu sifat utama Nabi Muhammad.

Allah ta’ala befirman mensifati nabiNya,

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS Al Qalam: 4)

 

  1. Orang yang memiliki akhlak yang mulia dicintai oleh Rasulullah.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat majelisnya denganku pada hari Kiamat adalah yang paling baik akhlaknya…” (HR. Tirmidzi no. 2018. Dishahihkan Albani)

 

  1. Nabi berdo’a agar diberi akhlak yang mulia, hal ini menunjukkan akhlak yang mulia sangat penting. Diantara doa yang dibaca Nabi Muhammad:

اللّهُمَّ اهْدِنِى لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِى لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ

Ya Allah, tunjuki saya akhlak yang baik, tidak ada yang dapat menunjuki pada baiknya akhlak tersebut kecuali Engkau” (HR. Muslim no. 771).

Mari berdo’a dan terus berusaha agar kita diberi akhlak yang mulia.

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 23/12/1437H


| Web:Ukhuwahislamiah.com | FB:Ukhuwah Islamiah | Twitter:@ukhuwah_islamia |