SEKILAS SEJARAH ARAB SAUDI DAN RAJA-RAJANYA

0
771

Penulis: Sutrisno Ibrahim

Akhir-akhir ini media cukup ramai membahas kedatangan raja Salman bin Abdulaziz ke Indonesia. Kunjungan ini cukup bersejarah mengingat kunjungan raja Arab Saudi yang terakhir ke Indonesia sekitar 47 tahun yang lalu. Kita berharap kunjungan ini dapat membawa manfaat untuk kedua Negara dan juga umat Islam secara umum.

Tulisan ini akan membahas secara singkat sejarah Arab Saudi dan raja-rajanya. Semoga bisa manjadi tambahan pengetahuan bagi yang belum mengetahuinya. Saudi Arabia adalah salah satu negara Islam yang berpengaruh. Diantaranya karena keberadaan dua kota suci umat Islam, Mekah dan Madinah, yang diagungkan umat Islam di seluruh dunia. Selain itu, tingkat ekonomi Arab Saudi cukup tinggi dibanding negara-negara Islam lainnya. Perlu diketahui bahwa secara umum ada tiga fase “negara Saudi” yaitu fase pertama (1744-1818), kedua (1824-1891) dan ketiga (1932-sekarang).

 

Saudi Fase 1: Keamiran Diriyah atau Emirate of Diriyah (1744-1818)

Negara Saudi yang pertama didirikan sekitar tahun 1744 masehi (1157H) oleh Muhammad bin Saud, seorang amir (penguasa lokal) di daerah Diriyah (masuk wilayah kota Riyadh saat ini). Muhammad bin Saud membuat perjanjian dengan Syaikh Muhammad bin Abdilwahhab untuk mendukung dakwah beliau yang intinya seputar pemurnian agama Islam. Dakwah pemurnian agama ini pun berkembang dengan pesat di jazirah Arab. Keamiran Diriyah yang semula hanya meliputi wilayah Diriyah yang sangat kecil kemudian berkembang menjadi negara yang wilayanya cukup luas. Kekuasaannya meliputi wilayah Nejd (Riyadh, Qassim), Hijaz  (Mekah, Madinah), Ahsa’ (jazirah Arab sebelah timur) dan yang lainnya.  Saudi fase pertama ini berakhir setelah diserang oleh pasukan Muhammad Ali Pasha dari Mesir atas perintah Turki Utsmani. Raja-raja pada fase ini adalah (semua bergelar imam):

  • Imam Muhammad bin Saud (Pendiri dinasti Al Saud, 1744-1765)
  • Imam Abdulaziz bin Muhammad bin Saud (1765-1803)
  • Imam Saud bin Abdulaziz bin Muhammad bin Saud (1803-1814)
  • Imm Abdullah bin Saud bin Abdulaziz bin Muhammad bin Saud (1814-1818)

 

Saudi Fase 2: Keamiran Nejed atau Emirate of Nejd (1824-1891)

Fase ini adalah restorasi dari negara Saudi fase sebelumnya. Turki bin Abdullah, cucu dari Muhammad bin Saud -pendiri kerajaan Saudi yang pertama-,   mampu merestorasi kekuasaan sebelumnya yang dijatuhkan oleh Mesir-Utsmani.  Namun, fase kedua ini tidak cukup stabil dan kekuasaannya tidak seluas kekuasaan sebelumnya. Konflik internal dan juga serangan dari dinasti Rasyidin akhirnya menyebabkan Saudi fase kedua ini berakhir. Diantara penguasa pada fase ini adalah:

  • Imam Turki bin Abdullah bin Muhammad bin Saud (1823-1834)
  • Imam Faisal bin Turki (1834-1838,1843-1865)
  • Imam Abdullah bin Faisal bin Turki (1865-71,71-72,76-89)
  • Imam Saud bin Faisal bin Turki (1871,1873-75)
  • Imam Abdurrahman bin Faisal bin Turki (1875-76,89-91)

 

Saudi Fase 3: Kerajaan Arab Saudi atau Kingdom of Saudi Arabia (1932-sekarang)

Ini adalah fase terakhir dan yang bertahan sampai saat ini. Fase ini adalah restorasi dari negara Saudi fase sebelumnya. Diawali dengan berhasil direbut kembalinya Riyadh tahun 1902 oleh pasukan yang dipimpin oleh Abdulaziz atau yang lebih dikenal dengan “Ibnu Saud”.  Ibnu Saud berhasil menyatukan kembali kekuasaan Saudi termasuk wilayah Hijaz (Mekah dan Madinah). Pada tahun 1932 seluruh kekuasaannya dijadikan satu dan hal ini menandai berdirinya Kerajaan Arab Saudi yang sekarang ini.

Berikut secara singkat raja-raja Kerajaan Arab Saudi sampai saat ini:

  • Raja Abdulaziz bin Abdurrahman bin Faisal bin Turki (1932-1953)

Raja Abdulaziz adalah pendiri Saudi fase yang ketiga. Dia adalah anak dari penguasa terakhir Saudi fase kedua –Imam Abdurrahman bin Faisal-. Seluruh raja-raja Saudi sampai saat ini adalah anak beliau. Dari sisi ekonomi, awalnya Arab Saudi adalah negara yang sangat miskin yang bergantung pada pertanian dan pendapatan dari pengelolaan haji. Setelah ditemukan dan dilakukan explorasi minyak bumi (tahun 1940an) ekonomi Arab Saudi kemudian berkembang dengan pesat.

 

  • Raja Saud bin Abdilaziz (1953-1964)

Saud adalah anak abdulaziz yang paling tua setelah Turki I. Saud menggantikan Turki I yang meninggal di usia muda sebagai putra mahkota. Setelah Raja Abdulaziz meninggal dunia maka Saud dinobatkan sebagai raja berikutnya.  Raja Saud mulai mendirikan sekolah-sekolah, rumah sakit dan sarana publik lainnya. Perguruan tinggi yang pertama, King Saud University (KSU), juga didirikan didirikan di zaman beliau.

 

  • Raja Faisal bin Abdilaziz (1964-1975)

Faisal menggantikan Raja Saud yang turun dari tahta kerajaan. Raja Faisal memainkan peranan penting memajukan kerajaan Saudi Arabia.  Dia juga membangkitkan pan-islamisme, mendukung kemerdekaan Palestina dan juga memulai usaha nasionalisasi perusahaan minyak Saudi (ARAMCO). ARAMCO cukup banyak mendongkrak ekonomi Saudi. Raja Faisal pernah berkunjung ke Indonesia tahun 1970 silam.

 

  • Raja Khalid bin Abdilaziz (1975-1982)

Khalid berkuasa setelah kematian Raja Faisal.  Kerajaan Arab Saudi berkembang sangat pesat pada zaman beliau.

 

  • Raja Fahd bin Abdilaziz (1982-2005)

Dia adalah raja Saudi yang berkuasa paling lama, hampir sekitar 23 tahun. Raja Fahd adalah raja Saudi yang pertama kali memakai gelar khadimul haramain (pelayan kedua tanah suci, maksudnya Mekah dan Madinah). Beliau dikenal sebagai seorang negarawan yang sangat ulung dan banyak melakukan reformasi. Diantaranya dia mengeluarkan keputusan untuk menerapkan Hukum Dasar Pemerintahan Saudi Arabia (The Basic Law of Governance). Disitu disebutkan bahwa Kerajaan Arab Saudi adalah Negara Islam Arab yang berdaulat, agama resminya Islam, konstitusinya adalah Kitabullah (Al Qur’an) dan Sunnah NabiNya.

 

  • Raja Abdullah bin Abdilaziz (2005-2015)

Raja Abdullah dikenal cukup moderat dan terbuka. Sebelumnya dia adalah komandan pasukan elit (Saudi Arabian National Guard) sejak tahun 1962 sampai naik tahta. Raja Abdullah juga melakukan reformasi diberbagai bidang. Diantaranya, dalam bidang pendidikan beliau banyak mendirikan perguruan tinggi baru di Arab Saudi, seperti King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) di dekat Jeddah.

 

  • Raja Salman bin Abdilaziz (2015-sekarang)

Raja Salman adalah raja Saudi yang sekarang, berkuasa setelah kematian Saudaranya, raja Abdullah.  Sebelumnya dia adalah gubernur Riyadh hampir selama 48 tahun. Dibawah kepemimpinan Salman bin Abdilaziz, Riyadh mengalami perkembangan yang begitu pesat. Raja Salman dikenal sebagai seorang yang agamis dan memiliki kepedulian dalam bidang sosial dan kemanusiaan. Dalam menjalankan pemerintahan, raja Salman dibantu oleh dua putra mahkota. Yang pertama adalah keponakannya, Muhammad bin Nayif bin Abdilaziz dan yang kedua adalah putra beliau sendiri yaitu Muhammad bin Salman bin Abdilaziz.

Materi tulisan ini saya ringkas dari berbagai sumber dan sekedar untuk menambah wawasan. Sekian, semoga bermanfaat.

Riyadh, 26 Februari 2017.

Artikel: ukhuwahislamiah.com

*) Penulis adalah peneliti sekaligus mahasiswa S3 di jurusan teknik elektro King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia.