Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Nov 21, 2016 in Akhlaq dan Etika | 0 comments

Sarana Mencapai Hidup yang Bahagia

Sarana Mencapai Hidup yang Bahagia

Hidup yang bahagia adalah harapan tiap orang, tetapi tidak semua mampu mencapainya. Sebagian orang mungkin menyangka bahwa harta atau jabatan adalah sarana mencapai kebahagiaan hidup yang paling utama. Namun,  kenyataannya banyak orang yang bergelimang dengan harta dan memiliki jabatan yang tinggi ternyata merasa hidupnya tidak bahagia. Lalu, sebenarnya apa sarana untuk mencapai kebahagiaan hidup yang hakiki?

Berikut ini diantara sarana untuk menggapai hidup yang bahagia sebagaimana disebutkan syaikh Abbdurrahman As Sa’di rahimahullah dalam kitabnya “Al wasa’ilul mufidah lil hayatis sa’idah”:

Pertama: Iman kepada Allah dan beramal sholeh

Ini adalah sebab kebahagian yang paling utama baik di dunia maupun akhirat. Allah berfirman, “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS An Nahl: 97)

Kedua: menyibukkan diri dengan amal atau ilmu yang bermanfaat

Orang yang sibuk dengan amal atau ilmu yang bermanfaat maka dia akan terlupakan dari kesedihan dan kegundahan yang pernah dia alami.  Hendaknya fokus dan semangat dengan amal kebaikan yang sedang dikerjakan, jangan  terlalu sedih dengan apa yang telah lewat atau gundah dengan apa yang akan terjadi. Rasulullah bersabda, “Bersemangatlah kamu terhadap apa-apa yang bermanfaat bagi kamu, dan mohonlah pertolongan pada Allah dan jangan merasa lemah! Jika menimpamu sesuatu maka jangan katakana andaikata begini dan begini pasti akan begini dan begini. Namun, katakanlah: (itu adalah) takdir Allah, apa yang yang dikehendakiNya pasti akan terjadi. Sesungguhnya berandai-andai  akan membuka pintu syaithan” (HR. Muslim no. 2664)

Ketiga: banyak dzikir (mengingat) Allah

Banyak mengingat Allah memiliki pengaruh yang luar biasa untuk mendatangkan ketenangan dan kebahagiaan dalam hati. Allah berfirman, “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du: 8)

Keempat: mengingat nikmat Allah

Salah satu cara utama untuk meraih kebahagiaan adalah dengan mengingat-ingat nikmat yang Allah berikan pada diri kita. Hendaknya kita melihat orang yang di bawah kita, jangan sebaliknya. Hal ini sebagaimana resep yang telah diajarkan Rasulullah: “Lihatlah kepada yang di bawah kalian, jangan melihat yang diatas kalian karena itu lebih membuat kalian untuk tidak meremehkan nikmat Allah atas kalian.” (HR. Bukhari no. 6125 dan Muslim no. 2963)

Kelima: mengantisipasi hal yang terburuk

Jika seseorang telah berusaha mengantisipasi atau memperkirakan hal yang terburuk maka biasanya dia akan lebih siap menghadapi apapun yang terjadi. Baik saat mengharapkan suatu kebaikan atau saat menghadapi suatu keburukan dia berusaha selalu siap.

Keenam: hati yang kuat dan bersih serta bersandar kepada Allah

Hati yang kuat dan bersih adalah salah satu faktor untuk hidup yang sehat baik jasmani maupun rohani. Hati yang kuat tidak akan mudah terjangkit penyakit-penyakit hati yang sering kali mendatangkan kegundahan dalam kehidupan. Ditambah lagi dengan tawakal (bersandar) kepada Allah maka seseorang akan senantiasa merasa tenang dan cukup dalam hidupnya. Allah berfirman, “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Thalaq: 3)

Ketujuh: adil dan bijaksana dalam bergaul baik dengan suami/istri, kerabat atau orang lain.

Rasulullah bersabda: “Janganlah seorang mukmin laki-laki membenci wanita mukminah. Kalau dia tidak suka suatu pengarai yang satu maka dia menyukai perangai yang lainnya.” (HR. Muslim). Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga harus saling memahami. Begitu juga masing memiliki hak dan kewajiban yang harus ditunaikan. Jika kita memahami akan hal ini maka insyaallah akan bahagia dalam bergaul dengan siapapun dalam hidup ini.

Kedelapan: selalu berfikir positif dalam segala hal

Salah satu sebab agar hidup bahagia adalah selalu befikir positif dalam segala hal, baik dalam menghadapi musibah, menanggapi gangguan dari orang lain, maupun dalam mengerjakan suatu tugas atau pekerjaan. Kebahagiaan dalam kehidupan sifatnya sangat singkat maka jangan dibuat semakin singkat lagi dengan terlalu bersedih dengan kekurangan atau musibah yang menimpa. Kalau kita berfikir positif sebenarnya masih lebih banyak nikmat atau kemudahan yang kita rasakan daripada musibah yang kita hadapi dalam kehidupan ini. Begitu juga kalau kita mendapat gangguan dari orang lain misalnya celaan, sebenarnya gangguan tersebut tidak akan bermudharat kepada kita kecuali kalau kita sibuk dengannya atau terlalu memikirkannya.

Hidup kita akan mengikuti apa yang kita pikirkan atasnya. Untuk itu hendaknya kita selalu befikir positif dalam hidup ini sehingga bisa mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Jangan menunda-nunda pekerjaan dan selalu dahulukan yang terpenting kemudian yang penting sesuai skala prioritas.

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 22/2/1438H.

| Web:Ukhuwahislamiah.com | FB:Ukhuwah Islamiah | Twitter:@ukhuwah_islamia |