Ringkasan Khutbah Iedul Adha 1434H Dr. Hamad Al Hamad (Khatib Masjid Besar KSU)

0
232

Bismillah,

Pada kesempatan kali ini, Kami ingin meringkas materi khutbah Iedul Adha yang baru saja Kami simak di masjid besar King Saud University (KSU). Khutbah disampaikan oleh Syaikh Dr. Hamad Al Hamad, khatib tetap masjid Besar KSU. Semoga ringkasan ini bermanfaat bagi diri Kami dan kaum muslimin sekalian.

Seperti biasa, khutbah didahului dengan sholat Ied dua rekaat. Sholat Ied dipimpin langsung oleh beliau. Sholat diawali dengan 7 kali takbir (termasuk takbiratul ihram). Pada rekaat pertama beliau membaca surat Al A’la setelah al Fatihah, sedang pada rekaat kedua beliau membaca surat al Ghasyiah. Di permulaan rekaat kedua ada tambahan 5 takbir (selain takbir perpindahan/takbir intiqal). Selesai sholat beliau langsung menuju mimbar dan berkhutbah (dua kali khutbah).

Khutbah Pertama

Beliau mengawali khutbahnya dengan pujian terhadap Allah, sholawat atas Nabi dan bacaan takbir yang diulang beberapa kali. Lalu beliau memulai materi khutbahnya yang secara ringkas adalah sebagai berikut:

Saat Rasulullah datang ke Madinah beliau mendapati penduduk Madinah memiliki dua hari raya yang mana mereka bermain-main padanya. Rasulullah bersabda,

‏إن الله قد أبدلكم بهما خيرا منهما يوم الفطر و الأضحى

Sesungguhnya Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik darinya: hari (Iedul) Fitri dan (Iedul) Adha. [HR Ahmad dan Abu Dawud]

Allah mengganti hari raya yang mana biasanya mereka bermain-main dan melakukan hal yang sia-sia dengan hari raya yang dipenuhi dengan dzikir, syukur dan kegembiraan.

Allahu akbar Allahu akbar laa ilaha illallah Allahu akbar Allahu akbar walillahil hamd

Wahai sekalian kaum muslimin,

Sesungguhnya hari ini adalah hari raya Nahr (Kurban) atau Iedul Adha, dia adalah seagung-agungya hari raya. Dia yang lebih utama diantara dua Ied yang kita miliki. Iedul Adha berkaitan dengan ibadah Haji, rukun Islam yang kelima. Sebelumnya didahului hari Arofah, yang mana padanya Allah banyak membebaskan hambaNya dari Neraka. Jamaah haji melaksanakan wukuf di Arofah, lalu mabit di Mudzalifah,  lalu tanggal 10 melempar jumroh, menyembelih hadyu, bercukur dan thowaf di baitullah. Selain jama’ah haji berkumpul (sholat Ied), berdzikir dan menyembelih kurban sebagai bentuk syukur kepada Allah.

Allahu akbar Allahu akbar laa ilaha illallah Allahu akbar Allahu akbar walillahil hamd

Wahai sekalian kaum muslimin,

Sesungguhnya hari rayamu ini adalah seutama-utama hari raya, (sholat dan) menyembelih kurban di dalamnya lebih utama dari pada sedekah dan sholat di hari raya Iedul Fithri. Allah memerintahkan RasulNya untuk berkurban,

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni’mat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus. (QS Al Ashr: 1-3)

Kurban adalah sunnah nabi kita Ibrahim ‘alaihissallam. Sebelumnya Allah menguji Ibrahim untuk menyebelih putranya. Dia pun lolos ujian dan Allah menyuruhnya untuk menyembelih domba sebagai ganti putranya. Selayaknya kita kaum muslimin, ahlussunnah, meneladani sunnah nabi kita Muhammad dan sunnah Nabi Ibrahim ini. Jangan bakhil! Sesungguhnya Allah maha Kaya, Dia tidak butuh sembelihan kita. Dia ta’ala mensyariatkan kurban sebagai bentuk rahmatNya atas kita.  Umat ini Allah perkenankan mereka untuk memakan kurban mereka. Tidak seperti umat sebelumnya, saat mereka berkurban maka Allah menurunkan api yang menyambar kurban mereka. Umat ini diperkenankan memakan dari kurban mereka dan juga bersedekah dan memberi hadiah dengannya sebagai bentuk rahmatNya. Hidupkanlah sunnah Nabimu Ibrahim ‘alaihissalam ini (yaitu kurban). Dan juga jika ada diantara bapak atau kakek kita mewasiati kita untuk berkurban untuknya maka tunaikanlah. Jikalau pun mereka tidak mewasiati untuk disembelihkan kurban maka tidak mengapa kita berkurban atas nama mereka sebagai bentuk bakti kita. Insyaallah pahalanya akan sampai pada mereka.

Allahu akbar Allahu akbar laa ilaha illallah Allahu akbar Allahu akbar walillahil hamd

أَقُوْلُ مَا تَسْمَعُونَ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

Khutbah Kedua

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, yang telah menjadikan umat ini sebagai umat pilihan, umat yang terbaik yang dikeluarkan bagi manusia. Saya bersaksi tidak ada sesembahan yang haq disembah kecuali hanya Allah dan saya bersaksi Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah pada Muhammad, keluarga, sahabat serta pengikutnya sampai hari kiamat kelak.

Allahu akbar (10x atau 9 x) laa ilaha illallah Allahu akbar Allahu akbar walillahil hamd

Wahai sekalian kaum muslimin,

Bertaqwallah kepada Allah dan pujilah Dia! Pujilah Allah yang telah menjadikan kaum umat yang terbaik, umat yang paling tinggi kedudukannya disisi Allah. Nabi kita, Nabi Muhammad adalah sebaik-baik nabi dan dia diutus untuk seluruh alam. Dia adalah rasul yang terakhir dan kitabnya (Al Qur’an) adalah kitab terakhir yang diturunkan yang menasakh/menghapus kitab sebelumnya. Umat ini adalah adalah umat terakhir dalam zaman tetapi paling pertama/utama kedudukannya disisi Allah.  Allah berfirman,

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (QS Al Imran: 110)

Allah mengeluarkan umat ini sebagai saksi atas umat-umat sebelumnya. Allah berfirman,

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطاً لِّتَكُونُواْ شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيداً

Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. (QS Al Baqarah: 143)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalllam bersabda menjelaskan kedudukan umat ini,

نحن الأخرون الأولون يوم القيامة المقضي لهم قبل الخلائق

Kita adalah umat yang akhir tetapi pertama kali di hari kiamat kelak yang diputuskan (urusannya) sebelum para makhluq. [HR Muslim]

Umat kalian adalah umat Islam. Allah jadikan mereka sebagai pewaris umat-umat sebelumnya. Umat Islam yang memiliki kedudukan istimewa ini Allah takdirkan senantiasa eksis sampai hari kiamat kelak. Sesungguhnya mereka adalah umat yang penuh kebaikan dan rahmat. Umat keselamatan dan kebaikan untuk seluruh alam. Allah berfirman,

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ 

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS Al Anbiya’: 107)

Segala tipu daya musuh dan orang-orang yang benci terhadap Islam tidak mengurangi sedikitpun kedudukan umat ini. Bahkan permusuhan mereka tersebut menjadikan umat ini bagai emas yang ditempa, yang hilang kotorang-kotorannya. Sesungguhnya eksistensi keberadaan manusia dimuka bumi ini tergantung dengan eksistensi kaum muslimin. Jikalau orang-orang kafir memusuhi dan berusaha membinasakan kaum muslimin sesungguhnya sebenarnya mereka berusaha membinasakan diri mereka sendiri. Hal ini disebutkan dalam al Qur’an, yang kita mengimaninya, Allah berfirman,

جَعَلَ اللّهُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ قِيَاماً لِّلنَّاسِ

Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia. (QS Al Maidah: 97)

Berkata Syaikh Nashir As Sa’dy rahimahullah dalam tafsirnya, “Allah menjadikan Ka’bah al haram sebagai pusat kehidupan manusia. Dengannya ditegakkan kemaslahatan bagi manusia  dan kehidupan mereka. Seandainya tidak adanya baitullah ini dan peribadatannya maka Allah perkenankan kehancuran dunia ini. Untuk itu diantara tanda kiamat adalah ditinggalkannya baitullah ini setelah biasanya dikunjungi dan dihancurkannya bangunan ini setelah sebelumnya dimakmurkan

Allahu akbar Allahu akbar laa ilaha illallah Allahu akbar Allahu akbar walillahil hamd

Wahai sekalian kaum muslimin dan kaum muslimat,

Betapapun banyaknya tipu daya dan permusuhan pada umat ini maka ketahullah sesungguhnya umat ini adalah kekal keberadaannya. Hendaknya kita yakin dengan pertolongan Allah. Allah berfirman,

كَتَبَ اللَّهُ لَأَغْلِبَنَّ أَنَا وَرُسُلِي إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ 

Allah telah menetapkan: “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang”. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (QS Al Mujadalah: 21)

Maka, jangan sampai kita berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang yang dzalim. Umat ini akan kekal eksistensinya. Sebaliknya orang-orang yang kafir dan munafiq akan binasa.

Allahu akbar Allahu akbar laa ilaha illallah Allahu akbar Allahu akbar walillahil hamd. Allahu akbar kabira wa subhanallahi bukrotan wa ashila. Wa shollatu wasallamu ala rasulillah.

<lalu beliau menutup khutbah dengan doa>

Ditulis oleh Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 10 Dzulhijjah 1434H.

www.ukhuwahislamiah.com

SHARE
Previous articleHukum Seputar Hadyu dan Udhiyah (Kurban)
Next articleBertanyalah Kepada Hatimu
Beliau saat ini adalah kandidat Doktor sekaligus peneliti di King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Beliau juga belajar kepada beberapa ulama’ diantaranya Syaikh Dr. Saleh Fauzan dan Dr Sa’ad Syistry. Selain itu beliau juga merintis Pesantren Masyarakat Hubbul Khoir di Sukoharjo (Solo) Jawa Tengah.