Ramadhan #29: Berhari raya sesuai sunnah

0
747

Hari raya adalah hari kebahagiaan dan syukur kepada Allah. Mari kita isi dengan kebaikan dan kita teladani petunjuk dari panutan kita, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Allah berfirman,

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

 Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu. (QS Al Ahzab: 21)

 

Diantara amalan yang disyariatkan di hari raya adalah:

 

Pertama, Banyak mengucapkan takbir, terutama saat keluar dari rumah menuju mushola (tanah lapang) sampai shalat ied dilaksanakan. Allah berfirman,

وَلِتُكَبّرُواْ الله على مَا هداكم وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS Al-Baqarah: 185)

 

Kedua, Bersuci dengan mandi untuk hari raya, berdasarkan  atsar dari Ibnu Umar.

 

Ketiga, Makan pada hari raya ‘Idul Fitri sebelum melaksanakan sholat, hal ini berdasarkan hadits dari Anas bin Malik beliau berkata, “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berangkat pada hari ‘Idul Fitri sampai beliau memakan beberapa butir kurma.” (HR. Bukhari)

 

Keempat, berhias dan mempercantik diri dengan memakai pakaian yang terbaik yang ada serta memakai minyak wangi dan bersiwak. Bahkan Rasulullah memiliki pakaian yang khusus dikenakan di hari raya. Namun, bagus belum tentu berarti harus baru dan mahal.

 

Kelima, disunahkan berangkat dengan berjalan kaki ke musholla, dan pulang melewati jalan yang lain.

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat ‘ied, beliau sengaja melewati jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang.” (HR. Bukhari)

 

Keenam, Menampakkan kebahagiaan di hari raya. Suatu saat Abu Bakar mengingkari dua anak perempuan kecil yang bernyanyi karena bahagia di hari raya. Maka Rasulullah berkata pada Abu Bakar, “Wahai Abu Bakar, setiap kaum memiliki hari raya, dan ini adalah hari raya kita.”

 

Sebagian salaf dahulu juga menyukai untuk mengucapkan selamat satu dengan yang lainnya di hari raya. Mereka mengucapkan saling mengucapkan “تقبل الله منا ومنكم”  taqabbalallahu minna waminkum (semoga Allah menerima amal kami dan kalian).

 

Selain itu kita jauhi hal-hal yang menyelisihi syariat baik yang berupa maksiat atau amalan-amalan yang tidak disyariatkan.  Diantara hal yang menyelisihi syariat adalah ikhtilat (campur baur laki-laki dan perempuan), bersalaman yang bukan mahram, berlebihan dalam berpakaian dan makanan, tabarruj (berlebihan dalam berdandan bagi wanita), dan lainnya. Jangan sampai kita nodai kemuliaan hari raya dengan hal-hal yang menyelisihi syariat ini.

 

Semoga Allah menerima amal kita semuanya. Amien.

 

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 1438H.

Info detail dan dokumentasi kajian KUI: http://ukhuwahislamiah.com/kui/

Join channel Telegram: telegram.me/ukhuwahislamiahcom

IG: ukhuwahislamiahcom

FB: https://www.facebook.com/ukhuwahislamiahcom

Materi spesial Insyaallah diposting tiap hari selama bulan Ramadhan. Silahkan dishare!