Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Jun 14, 2017 in Kajian KUI | 0 comments

Ramadhan #20: Empat racun hati

Ramadhan #20: Empat racun hati

Hati kita ini seperti badan, yang bisa sehat atau sakit. Kita harus pandai-pandai merawatnya agar tidak sakit atau bahkan “mati”. Kita jaga hati kita agar tidak terkotori atau bahkan “teracuni”. Diantaranya yaitu dengan menjauhi empat macam racun hati. Empat racun ini adalah yang paling banyak tersebar dan paling berbahaya bagi hati. Keempat racun tersebut adalah:

 

1). Berlebihan dalam bicara

2). Berlebihan dalam makan dan minum

3). Berlebihan dalam bergaul

4). Berlebihan dalam memandang

 

Pertama, berlebihan dalam bicara

Berlebihan dalam bicara dapat menyebabkan kelalaian dan membuat hati semakin keras. Dalam banyak hadits Rasulullah mengandengkan antara keimanan dan menjaga lisan. Diantaranya beliau bersabda,

من كان يؤمن بالله واليوم الاخر فليقل خيراً أو ليصمت

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam…” (Bukhari no. 6018, Muslim no. 47)

Dalam beberapa hadits Rasulullah juga memperingatkan bahwa seseorang dapat terjerumus kedalam api neraka karena lisannya. Beliau bersabda, “Sesungguhnya ada seseorang yang mengucapkan sebuah kalimat yang mana ia anggap biasa tetapi karenanya ia terjun selama 70 tahun ke dalam neraka” (HR Tirmidzi dan dia berkata shahih gharib). Petaka lisan yang paling ringan adalah bicara pada hal-hal yang tidak bermanfaat. Jika bicara yang tidak bermanfaat merupakan hal yang buruk lalu bagaimana dengan ucapan-ucapan yang kotor, dusta, ghibah, namimah dan yang semisalnya.

 

Kedua, berlebihan dalam makan

Berlebihan dalam makan dan minum tidak baik untuk jasmani maupun rohani. Orang yang berlebihan dalam makan dan minum biasanya malas. Rasulullah bersabda, “Tidaklah ada bejana yang diisi anak adam yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak bisa, maka hendaknya sepertiga dari perutnya diisi dengan makanannya, sepertiga dengan minumannya dan sepertiga untuk bernafas.“ (HR Tirmidzi dll. Hasan shahih).

Hendaknya makan dan minum secukupnya. Jangan berlebihan. Allah berfirman,

وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan . Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS Al A’raf: 31)

 

Ketiga, berlebihan dalam bergaul

Tidak diragukan bahwa teman dekat akan memberikan pengaruh pada diri seseorang. Berteman dengan orang-orang baik akan mendekatkan diri kita kepada kebaikan dan berteman dengan teman yang buruk akan mendekatkan kita pada keburukan. Betapa banyak orang mendapatkan hidayah karena teman dekatnya. Dan sebaliknya, betapa banyak pula orang yang terjerumus dalam kemaksiatan atau dosa karena pengaruh teman dekatnya.  Untuk itu hendaknya kita selektif dalam berteman dan bergaul. Rasulullah besabda, “Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya. Maka hendaknya salah seorang diantara kalian melihat dengan siapa berteman” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

Keempat, berlebihan dalam memandang

Menjaga pandangan adalah satu kunci untuk menjaga kesucian hati. Sebaliknya, mengumbar pandangan akan menyebabkan hati menjadi kotor. Rasulullah bersabda, “Pandangan adalah panah beracun diantara panah-panah iblis” (HR Thabrani dan Hakim). Beliau juga bersabda, “Janganlah engkau ikuti pandangan yang pertama itu dengan pandangan yang berikutnya. Bagimu pandangan yang pertama, dan tidak untuk yang berikutnya” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi). Orang yang beriman selalu berusaha menjaga pandangan matanya. Allah berfirman,

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat“. (QS An Nuur: 30)

Semoga Allah menganugerahkan kita hati yang bersih dan menjauhkan kita dari segala hal yang dapat meracuni hati kita. Amien.

 

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 1438H.

Info detail dan dokumentasi kajian KUI: http://ukhuwahislamiah.com/kui/

Join channel Telegram: telegram.me/ukhuwahislamiahcom

IG: ukhuwahislamiahcom

FB: https://www.facebook.com/ukhuwahislamiahcom

Materi spesial Insyaallah diposting tiap hari selama bulan Ramadhan. Silahkan dishare!