Ramadhan #07: Tarawih dan qiyamul lail

0
32

Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam atas Rasulullah.

Selain puasa, syi’ar Islam yang nampak di bulan Ramadhan adalah qiyamul lail (sholat malam) atau sholat tarawih. Pahala qiyamul lail dibulan Ramadhan sangat besar. Rasulullah bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa berdiri (shalat) dibulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala maka diampuni dosanya yang telah berlalu.” (HR. Bukhari 37 dan Muslim 759).

Sebagian kaum muslimin menganggap bahwa sholat tarawih adalah sholat sunnah yang dikerjakan di awal (sebelum tidur) sedang qiyamul lail adalah yang dikerjakan setelahnya. Sebenarnya tidak ada perbedaan antara qiyamul lail dan sholat tarawih. Shalat tarawih adalah qiyamul lail (sholat malam) yang dikerjakan di bulan Ramadhan. Dinamakan shalat tarawih karena dahulu para sahabat duduk istirahat antara setiap empat rakaat, karena mereka memanjangkan bacaan.

Hukum sholat tarawih

Hukum sholat tarawih dan qiyamul lail secara umum adalah sunnah muakkadah (sunnah yang ditekankan). Rasulullah sendiri telah menyunnahkan kepada kita untuk qiyamul ramadhan (tarawih) sebagaiamana dalam hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata: Pada suatu malam, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat di masjid. Lalu orang-orang shalat dengan shalat beliau. Pada malam berikutnya beliau shalat lagi dan orang-orang kian bertambah banyak. Mereka kemudian berkumpul pada malam ketiga atau keempat, namun Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak keluar menemui mereka. Ketika pagi tiba, beliau bersabda:

قَدْ رَأَيْتُ الَّذِي صَنَعْتُمْ، وَلَمْ يَمْنَعْنِي مِنَ الْخُرُوْجِ إِلَيْكُمْ إِلاَّ أَنِّي خَشِيْتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ.

“Aku melihat apa yang kalian perbuat. Tidak ada yang menghalangiku untuk keluar menemui kalian. Hanya saja aku takut jika shalat tersebut diwajibkan atas kalian.” Saat itu pada bulan Ramadhan.”  (HR Bukhari dan Muslim)

Jumlah rekaat dan cara pelaksanaan

Sebagaimana qiyamul lail pada umumnya, tidak ada batasan jumlah rekaat untuk sholat tarawih. Tidak ada masalah shalat tarawih dengan 11 reka’at, 23 rekaat atau bilangan yang lainnya. Yang penting dikerjakan dengan khusyuk dan sesuai dengan tuntunan. Tetapi yang lebih utama, sebagaimana dicontohkan Rasulullah adalah 11 rekaat. Sebagaimana dalam sebuah hadits, saat Aisyah radhiyallahu anha ditanya tentang sholat Rasulullah di bulan Ramadhan maka dia menjawab: “Beliau tidak pemah menambah -di Ramadhan atau di luarnya- lebih dari 11 raka’at. Beliau shalat empat rakaat, maka jangan ditanya tentang bagusnya dan lamanya. Kemudian beliau shalat 3 raka’at.”  (HR Bukhari).

Maksud empat rekaat disini adalah sholat dua rekaat salam, dua rekaat salam kemudian istirahat setelah empat rekaat. Bukan empat rekaat sekaligus. Allahu A’lam. Pada asalnya sholat malam itu dua rekaat-dua rekaat, Sebagaimana hal ini dijelaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya:

صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإِذَا خَشِىَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً

Shalat malam itu dua raka’at salam, dua raka’at salam. Jika salah seorang di antara kalian takut masuk waktu shubuh, maka kerjakanlah satu raka’at.” (HR. Bukhari 990 dan Muslim 749)

Sholat tarawih secara berjamaah

Disyariatkan sholat tarawih di bulan Ramadhan secara berjamaah sebagaimana hal ini telah dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabat. Selain itu, orang yang sholat berjamaah bersama imam sampai selesai maka dihitung sholat malam semalam suntuk. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ

“Sesungguhnya siapa saja yang shalat bersama imam hingga imam itu selesai, maka ia dicatat telah mengerjakan shalat semalam suntuk (semalam penuh).” (HR. Tirmidzi 806. Hasan shahih)

 

Keutamaan sholat malam

Sholat malam adalah salah satu amalan dan “hobi” hamba-hamba Allah yang shalih. Salah satu keutamaan qiyamul lail bahwa ia adalah salah satu tanda ibadur Rahman (hamba-hamba Ar Rahman). Hal ini sebagaimana dalam firmanNya,

وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّداً وَقِيَاماً

Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. (QS Al Furqan: 64)

Selain itu, orang yang membiasakan dirinya dengan qiyamul lail ia akan merasakan kenikmatan dan ketentraman dalam hidupnya. Bagaimana ia tidak merasakan lezat sedang ia berinteraksi dengan Tuham semesta alam, bermunajat dan mengadu padaNya. Ibnu Munkadir rahimahullah pernah mengatakan,

ما بقي في الدنيا من اللذات إلا ثلاث قيام الليل ولقاء الأخوان والصلاة في جماعة

“Tidaklah tersisa kelezatan di dunia ini kecuali tiga hal: sholat malam (Qiyamul lail), bertemu saudara seiman (Liqa’ul Ikhwan), dan sholat jama’ah”

Ulama salaf yang lainnya yang bernama Abu Sulaiman Ad Darimi mengatakan,

أهل الليل بليلهم ألذ من أهل اللهو بلهوهم، ولولا الليل ما أحببت البقاء في الدنيا

“Ahli (sholat) malam dengan malamnya lebih merasa lezat daripada ahli (atau pecinta) hiburan dengan hiburan mereka. Seandainya bukan karena (sholat) malam maka aku tidak menyukai tetap di dunia ini”

Semoga Allah memudahkan kita untuk qiyamul lail baik di dalam bulan Ramadhan maupun yang lainnya. Amien.

 

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 1438H.

Info detail dan dokumentasi kajian KUI: http://ukhuwahislamiah.com/kui/

Join channel Telegram: telegram.me/ukhuwahislamiahcom

IG: ukhuwahislamiahcom

FB: https://www.facebook.com/ukhuwahislamiahcom

Materi spesial Insyaallah diposting tiap hari selama bulan Ramadhan. Silahkan dishare!