QIYAMAT SHUGHRA

0
747

Terbit Tiap Jum’at

Edisi Keempat Puluh Satu

15 Jumada Tsani 1428 H

29 Juni 2007 M

Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah r, keluarga dan shahabat beliau, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai akhir zaman.

Salah satu di antara pokok keimanan yang harus diyakini oleh setiap mukmin adalah beriman kepada hari akhir. Yaitu, beriman kepada segala sesuatu yang telah dikhabarkan oleh Allah Y dan Rasul-Nya r tentang segala kejadian yang dialami manusia setelah kematiannya. Seseorang yang meninggal dunia sesungguhnya ia telah masuk ke dalam hukum alam akhirat, dan orang yang mati maka telah tegak qiyamat atasnya yakni qiyamat shughra. Oleh karena itu, termasuk dalam keimanan terhadap hari akhir adalah mengimani tentang hal-hal yang dialami manusia ketika datang kematiannya, berupa sakaratul maut, datangnya Malaikat maut, adanya husnul khatimah, su’ul khatimah, dan sebagainya. Dan juga beriman tentang kejadian kejadian-kejadian di alam kubur sesuai dalil-dalil dari Al Qur’an dan sunnah Rasulullah r.

Berikut ini merupakan pembahasan tentang qiyamat shughra dan peristiwa-peristiwa yang dialami manusia di alam kubur sebagai salah satu fase di antara fase-fase yang pasti dialami oleh seluruh manusia menuju ke alam yang kekal yaitu alam akhirat. Pembahasan tentang qiyamat shughra kami bahas pada edisi kali ini, sedangkan mengenai alam kubur insyaallah akan dimuat pada edisi setelahnya.

A. DEFINISI QIYAMAT SHUGHRA

Qiyamat shughra adalah al maut (kematian). Oleh karena itu, barangsiapa yang datang kematiannya maka telah terjadi kiamat atas dirinya, dan telah sampai waktu yang telah dijanjikan kepadanya. Disebutkan dalam shahih Bukhari dan Muslim dari Aisyah ia berkata : “Beberapa orang A’rabi (arab baduwi) datang kepada Nabi r kemudian mereka bertanya kepada beliau tentang qiyamat. Lalu beliau melihat kepada seorang anak yang paling muda di antara mereka, kemudian beliau bersabda :

???? ?????? ?????, ??? ?????????? ????????? ?????? ???????? ?????????? ???????????

“Jika anak ini terus berlangsung kehidupannya, maka tidaklah ia sampai pada masa tua kecuali telah datang qiyamat atas kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Yang dimaksudkan dengan qiyamat pada hadits ini adalah meninggalnya orang-orang yang ada pada generasi mereka. Dari hadits ini dapat diketahui bahwa kematian yang dialami seseorang dapat dikatakan dengan qiyamat. Karena, setiap orang yang mati sesungguhnya ia telah masuk ke dalam hukum alam akhirat, dan telah tegak qiyamat atasnya.

Syaikh Shalih Al Fauzan berkata : Permulaan hari akhir adalah kematian. Oleh karena itu, barangsiapa yang meninggal dunia maka ia masuk ke dalam hari akhir. Barangsiapa yang meninggal dunia maka telah selesai dunia atasnya dan masuk ke alam akhirat. Sejak saat itulah dimulainya perkara-perkara akhirat di dalam kuburnya. (Syarh Ad Durratul Mudhiyyah fi ‘Aqdi Ahlil Firqatil Mardhiyyah : 161)

B. KEMATIAN PASTI DATANG

Kematian pasti akan dialami oleh setiap makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia. Tidak ada satu makhluk pun yang hidup kecuali pasti akan datang waktu kematiannya. Hal ini sebagaimana yang telah difirmankan oleh Allah U :

????? ?????? ????????? ????????? ?????????? ??????????? ??????????? ?????? ???????????? ?????? ???????? ???? ???????? ?????????? ?????????? ?????? ????? ????? ?????????? ?????????? ?????? ??????? ??????????

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. Ali Imran : 85)

????? ?????? ??????? ?????? ???????? ???? ????????? ?????????? ???????????

Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. BagiNyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (QS. Al Qashash : 88)

????? ???? ????????? ?????(26)????????? ?????? ??????? ??? ?????????? ??????????????

Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. (QS. Ar Rahmaan : 26 – 27)

Kematian pasti akan dialami oleh setiap manusia dan jin. Sebagaimana sabda Rasulullah r:

???????? ??????????? ???????? ??? ?????? ?????? ?????? ???????? ??? ???????? , ??????????? ?????????? ????????????

Aku berlindung dengan keagungan-Mu. Engkau adalah Dzat yang tidak ada sesembahan yang benar kecuali Engkau, Dzat yang tidak akan pernah mati, sedangkan jin dan manusia semua akan mati.  (HR. Bukhari dan Muslim)

C. KEMATIAN TELAH DITENTUKAN WAKTUNYA

Allah telah menentukan kapan waktu datangnya kematian seseorang. Dan hal itu telah tertulis di Lauhul Mahfuzh serta telah ditulis oleh malaikat ketika seseorang masih berada di dalam rahim ibunya. Oleh karena itu, seseorang tidak akan dapat mendahului maupun mengakhirkan waktu kematiannya karena hal itu merupakan takdir Allah U yang seseorang tidak akan mungkin untuk merubahnya.

????? ????? ???????? ???? ??????? ?????? ???????? ??????? ???????? ??????????

Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. (QS. Ali Imran : 145)

?????? ?????????? ?????????? ????????? ????? ?????? ??????????????

Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-kali, tidak dapat dikalahkan (QS. Al Waqi’ah : 60)

????????? ??????? ?????? ??????? ????? ?????????? ??? ??????????????? ??????? ????? ???????????????

Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. (QS. Al A’raaf : 34)

D. KETIKA DATANGNYA KEMATIAN

Jika telah datang waktu kematian seseorang, maka Allah U mengutus malaikat maut untuk mencabut nyawanya. Jika dia seorang mukmin maka malaikat maut berada dalam bentuk yang indah dan bagus, namun jika ia seorang yang kafir atau munafik maka malaikat maut berada dalam bentuk yang menyeramkan.

Allah U berfirman :

?????? ?????????? ?????? ????????? ?????????? ?????????? ???????? ?????? ????? ????? ?????????? ????????? ??????????? ????????? ?????? ??? ????????????

Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya. QS. Al An’aam : 61)

Apa yang dialami oleh seseorang ketika datang kematiannya tidaklah bisa kita saksikan ataupun kita lihat, meskipun kita bisa menyaksikkan tanda-tanda dan bekasnya. Di dalam Al Qur’an telah dijelaskan tentang keadaan orang menjelang kematiannya. Allah U berfirman :

????????? ????? ???????? ???????????? (83) ?????????? ????????? ??????????? (84) ???????? ???????? ???????? ???????? ???????? ??? ??????????? (85)

Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tetapi kamu tidak melihat. (QS. Al Waqi’ah :83 – 85)

Dan firman Allah U:

?????? ????? ???????? ???????????? (26) ??????? ???? ????? (27) ??????? ??????? ????????? ?(28) ???????????? ???????? ?????????? (29) ????? ??????? ?????????? ?????????? (30)

Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan, dan dikatakan (kepadanya): “Siapakah yang dapat menyembuhkan?”, dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia), dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan), kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau. (QS. Al Qiyaamah : 26 –30)

E. SYAITAN MENDATANGI MANUSIA MENJELANG KEMATIANNYA

Sebagaimana syaitan mendatangi manusia di setiap kesempatan untuk menggodanya dan menyesatkannya dari jalan Allah U, demikian pula ketika seseorang telah berada di ambang kematiannya, syaitan pun mendatanginya dan berusaha supaya kehidupan orang tersebut ditutup dengan su’ul khatimah.

Rasulullah r bersabda :

????? ???????????? ???????? ?????????? ?????? ????? ?????? ???? ???????? ?????? ?????????? ?????? ????????? ??????? ???????? ???? ?????????? ??????????? ?????????? ??? ????? ????? ???? ????? ????? ????????????? ????? ????????? ????????????? ??????? ?????? ???????????? ??????????? ????????? ??? ??????? ??? ????? ????????? ??????? ???????????

Sesungguhnya syaitan mendatangi kalian di setiap kondisi kalian, ia datang ketika kalian  makan, maka apabila jatuh satu suapan makanan kalian maka ambillah dan bersihkan kotoran yang menempel padanya, lalu makanlah dan jangan kalian sisakan untuk syaitan. Jika kalian telah selesai makan maka hendaklah menjilat jari-jari tangannya karena sesungguhnya kalian tidak mengetahui di bagian manakah adanya barakah. (HR. Muslim)

Para ulama’ menjelaskan bahwa pada saat itu, syaitan datang dengan bentuk menyerupai orang-orang yang dekat dengan seseorang yang akan meninggal tersebut, seperti ayahnya, ibunya, saudaranya dan sebagainya lalu mengajak untuk masuk ke agama yahudi atau nasrani atau selainnya dari keyakinan yang menyimpang.  Dan ini merupakan makna firman Allah U :

???????? ??? ?????? ?????????? ?????? ???? ??????????? ?????? ????? ???? ???????? ???????? ??????? ?????? ???????????

(Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran : 8)

F. SAKARATUL MAUT

Yang dimaksudkan dengan sakaratul maut adalah kesakitan dan kepedihan yang dirasakan oleh seseorang menjelang kematiannya. Hal ini dialami oleh setiap manusia baik mukmin maupun kafir. Namun orang kafir dan orang fajir akan mengalami kesakitan yang lebih sangat dibandingkan yang dialami oleh orang mukmin.

Allah U berfirman :

????????? ???????? ????????? ?????????? ?????? ??? ?????? ?????? ???????

Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya. (QS. Al Waqi’ah : 19)

Rasulullah r menjelang wafatnya juga mengalami sakaratul maut ini. Ketika beliau sakit menjelang wafat, di depan beliau ada sebuah wadah berisi air, lalu beliau mencelupkan tangannya pada air tersebut, lalu mengusapkannya pada wajah beliau. Lalu beliau bersabda :

??? ?????? ?????? ????? , ????? ?????????? ?????????

Laa ilaaha illaallah, sesungguhnya  dalam kematian itu ada sakaratnya (kepedihannya). (HR. Bukhari)

G. ORANG KAFIR DAN  FASIK INGIN KEMBALI KE DUNIA

Jika telah datang kematian, maka orang yang kafir berangan-angan untuk kembali ke dunia supaya bisa masuk islam. Demikian pula orang yang ahli maksiat ia berangan-angan untuk kembali ke dunia supaya bisa bertaubat.

Allah U berfirman :

?????? ????? ????? ?????????? ????????? ????? ????? ?????????? (99) ???????? ???????? ???????? ?????? ???????? ?????? ???????? ???????? ???? ?????????? ?????? ??????????? ???????? ????? ?????? ??????????? (100)

(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. (QS. Al Mu’minuun : 99 –100)

Keimanan tidaklah diterima jika telah datang kematian, demikian pula taubat tidaklah diterima jika ruh telah sampai di tenggorokan. Allah U berfirman :

???????? ??????????? ????? ??????? ?????????? ??????????? ???????? ??????????? ????? ?????????? ???? ??????? ??????????? ??????? ??????? ?????????? ??????? ??????? ???????? ????????(17)?????????? ??????????? ?????????? ??????????? ????????????? ?????? ????? ?????? ?????????? ????????? ????? ?????? ?????? ?????? ????? ????????? ?????????? ?????? ???????? ????????? ??????????? ?????? ???????? ????????(18)

Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila dating ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang” Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih. (QS. An Nisaa’ : 17 – 18)

Rasulullah bersabda :

????? ????? ???????? ???????? ????????? ????? ???????? ????????? ??? ???? ?????? ????? ???????? ?????????????

Sesungguhnya Allah masih menerima taubat seorang hamba ketika menjelang kematiannya selama ruh belum sampai di tenggorokan. (HR. Ahmad, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Al Jami’us Shaghir wa Ziyadatuhu)

Demikian pembahasan singkat tentang qiyamat shughra, semoga semakin mengingatkan kita kepada kehidupan yang kekal abadi di akhirat kelak sehingga semakin memacu kita untuk berbekal untuk hari yang harta dan anak tidak bermanfaat lagi kecuali orang yang datang kepada Allah U dengan qalbun salim.

Disusun Oleh : Nurwan Darmawan

SHARE
Previous articleBAB SHALAT JUM’AT
Next articlekajian Khusus Muslimah
Beliau saat ini adalah kandidat Doktor sekaligus peneliti di King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Beliau juga belajar kepada beberapa ulama’ diantaranya Syaikh Dr. Saleh Fauzan dan Dr Sa’ad Syistry. Selain itu beliau juga merintis Pesantren Masyarakat Hubbul Khoir di Sukoharjo (Solo) Jawa Tengah.