“Pendapat aneh” imam Malik

0
159

Ada satu faedah menarik yang disampaikan Syaikh Dr Sa’ad Khotslan tadi dalam kajian kitab At Tashiil fil Fiqh saat membahas bab khiyar dalam jual beli. Beliau menyampaikan “pendapat aneh” imam Malik rahimahullah yang menafikan khiyar majlis padahal hadits yang dijadikan dalil dalam hal ini shahih dan diriwayatkan oleh Imam Malik sendiri!! Diriwayatkan dari Malik dari Nafi’ dari Ibnu Umar, Rasulullah bersabda:

المُتَبَايِعَانِ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا بِالخِيَارِ عَلَى صَاحِبِهِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا، إِلَّا بَيْعَ الخِيَارِ

“Dua orang yang berjual beli setiap salah satu dari mereka memiliki hak khiyar atas saudaranya selama belum berpisah, kecuali jual beli khiyar (yang disyaratkan).” (HR. Bukhari 2111)

Para ulama’ pun banyak yang mengkritik imam Malik atas pendapatnya ini, diantaranya Imam Syafii rahimahullah (Imam Syafii dan Imam Ahmad menetapkan adanya khiyar majlis). Bahkan sahabat-sahabat dekat Imam Malik pun mengkritik beliau juga. Bagaimana mungkin pendapat Imam Malik menyelisihi hadits yang dia bawa sendiri. Tetapi perlu difahami bahwa tentu Imam Malik tidak ada kesengajaan untuk menyelisihi hadits Nabi. Beliau menakwilkan makna “berpisah/tafarruq” diatas dengan “tafarruqu fil aqwal” (berpisahnya ucapan).

Ini menunjukkan bahwa tidak ada manusia yang ma’sum (terhindar dari kesalahan) kecuali para Nabi dan Rasul. Bahkan meskipun dia seorang ulama’ atau imam yang besar sekalipun yang diakui oleh seluruh umat Islam bisa saja melakukan kesalahan atau memiliki pendapat yang aneh dalam hal-hal tertentu.

Sungguh benar kata Imam Malik rahimahullah: “Siapa pun bisa diambil atau ditolak perkataannya, kecuali penghuni kubur ini (Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam).”

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 13/1/1439H.

Info: Rekaman kajian-kajian syaikh Dr Sa’ad Khotslan hafidzahullah bisa diakses di website resmi beliau saadalkhathlan.com