PENAMAAN SHOLAT 5 WAKTU

0
118

Assalamualaikum. Pak saya mau bertanya, kenapa sholat fardhu yang 5 kali dalam sehari dinamakan Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya, dan Shubuh. Dan apakah arti dari nama-nama tersebut. Mohon jawabannya.

Jawab:

Wa’alaikumsalam. Penamaan sholat lima waktu dengan nama-nama tersebut adalah sesuai dengan waktu sholat itu. Misal sholat Dhuhur disebut “sholat Dhuhur” karena dikerjakan di “waktu Dhuhur”, yaitu waktu antara tergelincirnya matahari sampai menjelang ashar. Sholat Ashar juga demikian, dikerjakan di waktu ashar yaitu waktu sore (ketika bayangan semua benda sama panjang dengan aslinya) hingga matahari memerah (sebelum terbenam). Sholat magrib, isyak dan subuh/fajar juga demikian. Jadi sekali lagi, penamaan sholat tersebut sesuai dengan waktu dikerjakan sholat tersebut. Dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya, dan Shubuh adalah nama-nama waktu dalam bahasa Arab.

Waktu-waktu sholat telah dijelaskan dalam banyak sekali hadits. Diantara hadits yang cukup lengkap menjelaskan waktu sholat lima waktu adalah hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu. Jabir berkata: “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah didatangi Jibril ‘alaihissallam lalu ia berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Bangun dan shalatlah!” Maka beliau shalat Zhuhur ketika matahari telah tergelincir. Kemudian Jibril mendatanginya lagi saat ‘Ashar dan berkata, “Bangun dan shalatlah!” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam shalat ‘Ashar ketika bayangan semua benda sama panjang dengan aslinya. Kemudian Jibril mendatanginya lagi saat Maghrib dan berkata, “Bangun dan shalatlah.” Lalu Nabi ahallallahu ‘alaihi wasallam shalat Maghrib ketika matahari telah terbenam. Kemudian Jibril mendatanginya saat ‘Isya’ dan berkata, “Bangun dan shalatlah!” Lalu beliau shalat ‘Isya’ ketika merah senja telah hilang. Kemudian Jibril mendatanginya lagi saat Shubuh dan berkata, “Bangun dan shalatlah!” Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam shalat Shubuh ketika muncul fajar, …  sampai akhir hadits: “Di antara dua waktu tersebut adalah waktu shalat.’” (HR. Nasa’I no. 526, dishahihkan Albani)

Allahu A’lam.


Tanya Jawab WA Ukhuwahislamiah.com