NGAJI TANGAN KOSONG, OTAK TETAP KOSONG

0
264

Biasakan saat hadir kajian untuk menulis atau mencatat. Tulislah meskipun sekedar satu atau dua faedah. Itu akan lebih membekas dalam ingatan. Kalau datang kajian selalu dengan tangan kosong tidak membawa buku atau alat tulis, dan pas kajian juga cuma bengong maka tak aneh otaknya tetap “kosong” meskipun sudah ngaji bertahun-tahun. Bahkan ada yang malah sibuk ngobrol dan main HP saat ustadznya ngisi kajian. Bagaimana ilmu akan bertambah kalau caranya seperti itu terus??

Mencatat juga menunjukkan keseriusan dalam ngaji atau belajar. Lihat saja orang-orang yang ada disekitar Anda. Anda bisa dengan mudah membedakan orang semangat belajar atau tidak dari kebiasaan menulis. Sungguh indah yang dikatakan imam Syafii rahimahullah:

الْعِلْمُ صَيْدٌ وَالْكِتَابَةُ قَيْدُهُ قَيِّدْ صُيُوْدَكَ بِالْحِبَالِ الْوَاثِقَهْ

فَمِنَ الْحَمَاقَةِ أَنْ تَصِيْدَ غَزَالَةً وَتَتْرُكَهَا بَيْنَ الْخَلاَئِقِ طَالِقَهْ

“Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya, Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat***Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang, Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja.” (Diwan Imam Syafii)

 

Simak juga dalam surat yang pertama kali Allah turunkan (QS Al Alaq 1-5). Ketika Allah memerintahkan manusia untuk membaca dan belajar maka Allah kaitkan dengan qolam yaitu pena atau baca tulis. Ini adalah isyarat bahwa ilmu itu hendaknya ditulis. Allah berfirman:

اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ . الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ . عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

“Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran qalam (pena), Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS Alaq: 3-5)

Sekian, semoga bermanfaat. Mari kita biasakan mencatat saat belajar.  (Dr Abu Zakariya Sutrisno, 6.11.2019)