Menjaga Persatuan dan Persaudaraan diatas Islam

0
362

Di zaman yang penuh fitnah dan perpecahan seperti saat ini rasa persaudaraan (ukhuwah) dan persatuan menjadi sesuatu yang sangat mahal. Hanya karena mengejar kepentingan pribadi atau golongan seringkali persatuan dan persaudaraan disisihkan atau bahkan tidak digubris sama sekali. Umat islam semakin mundur dan terpuruk karena perselisihan dan perpecahan diantara mereka sendiri. Padahal Islam memerintahkan umatnya untuk bersatu dan tolong-menolong kebaikan.

Disisi lain, sebagian orang memahami dan menerapkan persatuan dengan cara yang salah.  Berdalih “menjaga persatuan” mereka meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar. Berdalih “menghidari perpecahan” mereka tidak mau mengatakan yang haq dan mendiamkan sesuatu yang batil.  Tentu hal ini tidak benar. Tidak mungkin akan tercapai persatuan dan pesaudaraan yang hakiki dengan cara seperti ini.

Pentingnya Persatuan dan Persaudaran diatas Islam

Banyak sekali dalil-dalil baik dari Al Qur’an yang memerintahkan umat Islam untuk bersatu, menjaga persaudaraan dan juga bekerjasama dalam kebaikan. Diantaranya firman Allah ta’ala:

 

وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَتَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah, orang-orang yang bersaudara. dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imran: 103)

 

Allah juga berfirman,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS Al Hujurat: 10)

 

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS Al-Maidah: 2)

 

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم مثل الجسد إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد بالسهر والحمى

Perumpamaan kaum mukminin dalam hal kecintaan, rahmat dan perasaan di antara mereka adalah bagai satu jasad. Kalau salah satu bagian darinya merintih kesakitan, maka seluruh bagian jasad akan ikut merasakannya dengan tidak bisa tidur dan demam” [HR Muslim (2586)].

Dalam hadist lainnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

 

“Muslim yang satu dengan muslim yang lainnya seperti sebuah bangunan, saling menguatkan satu dengan yang lainnya”. Beliau sambil menjalinkan jari-jemari beliau [HR Bukhari (6027), Muslim (2585)].

Sebab-Sebab Persatuan

  • Kembali kepada Agama yang benar (Islam) dan Mentauhidkan Allah

Manusia banyak berselisih dan berpecah karena perbedaan aqidah dan ideologi yang mereka miliki. Oleh karena itu sebab terbesar untuk menyatukan manusia adalah persatuan aqidah dan ideologi. Hanya dengan kembali pada agama yang benar yaitu Islam dan mentauhidkan Allah persatuan yang hakiki akan tercapai. Allah lah  satu-satunya Dzat yang menciptakan, maka hanya dia yang berhak disembah.

 

  • Kembali pada al Qur’an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus salih

Salah satu sebab persatuan yang paling kuat adalah kembali kepada Al Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman salafus shalih. Andaikata seluruh kaum muslimin kembali pada al Qur’an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus salih niscaya mereka akan bersatu. Jauhi pemikiran-pemikiran yang menyimpang dan juga jauhi taqlid buta pada madzab tertentu karena itulah yang menyebabkan perpecahan kaum muslimin. Hadits Irbath Bin Sariyah: “Aku wasiatkan kepada kamu untuk bertakwa kepada Allah; mendengar dan taat (kepada penguasa kaum muslimin), walaupun seorang budak Habsyi. Karena sesungguhnya, barangsiapa hidup setelahku, dia akan melihat perselishan yang banyak. Maka wajib bagi  kamu berpegang kepada Sunnahku dan Sunnah para khalifah yang mendapatkan petunjuk dan lurus. Peganglah dan gigitlah dengan gigi geraham. Jauhilah semua perkara baru (dalam agama). Karena semua perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan semua bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Dawud no: 4607)

 

  • Taat Pada Allah, RasulNya dan penguasa kaum muslimin

Taat pada Allah, RasulNya dan juga pada penguasa kaum muslimin adalah salah-satu sebab persatuan yang penting. Ironis jika sebagian kaum muslimin lebih taat pada pemimpin-pemimpin kelompoknya dari pada taat kepada Allah, RasulNya dan penguasa tertinggi kaum muslimin. Padahal Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS Nisa’: 59)

 

  • Lapang-dada dalam masalah-masalah khilaf

Manusia tidak terlepas dari perbedaan pendapat. Hendaknya berlapang dada dalam masalah-masalah ijtihadiyah (yang memungkinkan perbedaan pendapat). Tidak boleh merasa paling benar dan memaksakan pendapat karena itu adalah salah satu sebab perselisihan.

 

  • Menasehati penguasa dan kaum muslimin secara umum

Nasehat yang baik bagi penguasa dan juga kaum muslimin secara umum sangat penting. Jangan sampai acuh dengan kondisi kaum muslimin dan penguasanya dengan membiarkan mereka terjatuh dalam kesalahan dan kemasiatan. Namun, hendaknya nasehat disampaikan dengan cara-cara yang baik, dengan cara yang benarkan oleh syariat dan juga sesuai aturan yang berlaku. Jangan sekedar mencela atau memakai cara-cara yang tidak benar.

Sebab-sebab perpecahan serta solusi mengatasinya

  • Salah satu sebab perpecahan yang paling utama adalah kurangnya ilmu dan jauh dari tuntunan agama. Kaum muslimin perlu banyak belajar tentang agamanya dan berusaha untuk mengikuti tuntunan syariat. Perlu digencarkan dakwah pada agama yang benar.

 

  • Bangga dengan golongan masing-masing. Allah berfirman,

مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعاً كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (QS Ar Rum: 32)

 

Padahal kalau kita renungi, Allah menciptakan manusia dari satu tubuh yaitu Nabi Adam ‘alaihissalam. Kemudian Allah jadikan berbagai suku dan bangsa dengan berbagai karakter dan sifatnya masing-masing. Hendaknya setiap individu memahami perbedaan yang ada dan berusaha saling melengkapi. Bukan berbangga-bangga dengan suku, bangsa atau golongannya masing-masing. Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS Al Hujurat: 13)

 

  • Suka berdebat dan berselisih

Allah berfirman, “Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (QS Al-Anfaal : 46). Perlu dihidupkan budaya saling menasehati dan berdiskusi baik dalam urusan agama atau yang lainnya. Hindari perdebatan dan suka berselisih.

 

  • Adanya kedengkian dan kedzaliman

Kezhaliman dan kedengkian diantara mereka sehingga mereka saling bunuh dan berpecah belah. Sebagaimana difirmankan Allah: “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya”. (QS. Al Imran: 19)

 

  • Makar dari musuh-musuh Islam

Tidak diragukan lagi bahwa musuh-musuh Islam baik dari orang-orang munafiq maupun orang kufar senantiasa berusaha memecahkan persatuan kaum muslimini. Mereka membuat berbagai usaha dan makar untuk mencapai tujuan tersebut. Kaum muslimin harus menyadari hal ini dan hendaknya berusaha memperkokoh persatuan diatara mereka.

Sekian, semoga bermanfaat. Semoga Allah menyatukan hati-hati kaum muslimin. Amien.


| Web:Ukhuwahislamiah.com | FB, IG, TG: Ukhuwahislamiahcom |