MENGENAL TOKOH DAKWAH SALAF

0
1422

Edisi Kedua Puluh Lima

19 Shafar 1428 H

08 Maret 2007 M

Salah satu hal yang mampu melembutkan hati kita dan menggugah semangat dakwah kita adalah dengan mengenal dan mempelajari perjalanan hidup orang-orang yang shaleh dari pendahulu kita. Dalam tulisan ini kita akan kupas biografi beberapa tokoh dakwah salaf yang patut bagi kita untuk lebih dekat mengenalnya. Betapa tidak, mereka adalah imam dan panutan bagi kaum muslimin pada zamannya.

Mereka tidaklah seperti Ma’bad Al Juhany, pencetus paham bahwa Al Qur’an adalah makhluk. Tidak pula seperti Aristoteles yang membuat kerancuan dalam berfikir dengan filsafatnya.

Panji tauhid berdiri tegak setelah diutusnya seorang Rasul dari suku Quraisy, yang bernama Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim, Nabi pembawa syariat Islam, sebagai rahmat bagi seluruh alam, serta mengeluarkan manusia dari gelapnya kesesatan menuju cahaya kebenaran.

Musuh-musuh kebenaran menjadi terbungkam kala Beliau e menyebarkan agama islam di muka bumi ini. Namun sepeninggal beliau, muncullah benih-benih kesesatan yang diluncurkan oleh para pendengki. Akan tetapi, Allah I senantiasa menjaga agama-Nya melalui para pewaris Nabi, yaitu para ulama’ yang gigih membela kemurnian agama dengan ilmu, harta, jiwa, dan raga mereka.

Mereka adalah para ulama’ yang berusaha menjaga kemurnian aqidah ahlus sunnah wal jama’ah, senantiasa mengikuti metode para salaf dalam seluruh dimensi kehidupan baik aqidah, manhaj, amal, maupun akhlak.

Tokoh dakwah salaf yang harus kita ikuti jejaknya, mereka itu adalah para ulama’ dari kalangan sahabat, tabi’ien (para pengikut sahabat), atba’ut tabi’ien (pengikut tabi’ien), serta para ulama’ setelah mereka yang mengikuti metode mereka dengan baik. Marilah  kita singkap sedikit dari biografi mereka. Diantaranya adalah :

  1. Al Imam Ahmad bin Hanbal

Nama lengkap beliau adalah Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal Asy Syaibany. Lahir di Baghdad, pada bulan Rabi’ul Awal 164 H. Wafat pada hari Jum’at, 12 Rabi’ul Awal 241 H, setelah menginjak usia 77 tahun.

Beliau adalah pemimpin madzhab Hambali sekaligus tokoh dakwah salaf, sebagaimana pula para imam madzhab lainnya seperti Imam Malik, Imam Abu Hanifah, serta Imam Syafi’i.

Pada masa pemerintahan Khalifah Al Ma’mun, terjadilah fitnah yang menimpa beliau. Hal ini disebabkan suatu paham sesat bahwa Al Qur’an adalah makhluk yang dihembuskan oleh Ma’bad Al Juhany, padahal Al Qur’an adalah kalam Allah I, sebagaimana yang telah disepakati oleh para ulama’ ahlus sunnah wal jama’ah. Allah I telah berfirman :

? ?????? ?????? ????? ?????????????? ???????????? ?????????? ?????? ???????? ??????? ?????  ?

“Dan jika seseorang dari orang-orang musyirikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar kalam Allah (Al Qur’an).” (QS. At Taubah : 6)

Beliau dipaksa meyakini keyakinan sesat tersebut, namun beliau tetap teguh di atas kebenaran meski harus membayar mahal dengan siksaan, pukulan, cambukan, serta isolasi dari masyarakat. Fitnah ini tetap berlangsung hingga pemerintahan Al Watsiq. Namun alhamdulillah, pada akhirnya ujian yang menimpa beliau berakhir, seiring meredanya fitnah bahwa Al Qur’an adalah makhluk.

Beliau menulis kitab-kitab monumental yang menjelaskan aqidah ahlus sunnah wal jama’ah, serta memurnikannya dari noda-noda kesesatan dan bid’ah. Diantaranya adalah : Ar Rad ‘ala Al Zanadiqah wal Jahmiyyah, Ar Ru’yah, As Sunnah, Ushulus Sunnah, Al Iman, Fadhoil Ash Shahabah, Risalah ila Musaddad bin Musarhan, Jawaabul Imaami Ahmad ‘an Su’aali fi Khalqil Qur’an (Jawaban Imam Ahmad Mengenai Pertanyaan Seputar Al Qur’an adalah Makhluk), dan lainnya. (Lihat Tarikhu Tadwin Al ‘Aqidah As  Salafiyah hal. 31-33)

Beliau amat mencintai sunnah, yaitu keyakinan atau aqidah yang berlandaskan Al Qur’an dan sunnah Nabi e. Seseorang berkata kepada beliau, “Wahai Abu Abdillah (Imam Ahmad), semoga Allah I menghidupkanmu di atas Islam.” Beliau mengatakan, “Juga di atas sunnah.” (Lihat Thabaqat Hanabilah 1/131) Semoga Allah I memuliakan tempatnya di surga bersama para Nabi, shiddiqin, syuhada’, serta orang-orang shalih.

  1. Al Imam Al Bukhary

Beliau adalah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Ju’fy Al Bukhary. Lahir di Bukhara pada hari Jum’at, 13 Syawal 194 H. Wafat pada malam Sabtu, malam Iedul Fithri tahun 256 H.

Syaikh Abdus Salam bin Barjas Abdul Karim berkata, “Siapa yang tidak kenal Imam Bukhary?! Kitab beliau yang berjudul Khalqu Af’aali Al ‘Ibaad telah tersebar beberapa kali.”  (Tarikhu Tadwin Al ‘Aqidah As  Salafiyah hal. 40)

Beliau adalah seorang Imam Ahlus Sunnah, pembela manhaj salaf dari rong-rongan para pengekor hawa nafsu, seperti kelompok Jahmiyah, yaitu para pengikut Jahm bin Shafwan yang mengingkari sifat-sifat Allah I, mengingkari adanya surga dan neraka, meyakini bahwa Al Qur’an adalah makhluk, serta keyakinan-keyakinan sesat lainnya. (Lihat Ar Rad ‘Ala Al Jahmiyah, Imam Ad Darimy, muqaddimah Badr bin Abdullah Al Badr hal. 10)

Beliau membantah mereka dalam pelbagai kesempatan. Bahkan dalam kitab Shahih-nya, beliau juga menyampaikan bantahan kepada kelompok Jahmiyah tersebut, yaitu dalam kitab At Tauhid, karena sebagian ulama’ yang meriwayatkan kitab shahih-nya menyebut kitab tersebut dengan sebutan Kitab Ar Rad ‘ala Al Jahmiyah (bantahan atas kaum jahmiyah). (Tarikhu Tadwin Al ‘Aqidah As  Salafiyah hal. 40)

  1. Al Imam Al Barbahary

Beliau bernama Abu Muhammad Al Hasan bin Ali bin Khalaf Al Barbahary. Beliau tinggal di Baghdad, dan mungkin dilahirkan di sana. Meninggal pada bulan Rajab 329 H di kota Baghdad. (Tarikhu Tadwin Al ‘Aqidah As  Salafiyah hal. 93)

Kitab beliau yang menjelaskan manhaj salafiyah ahlus sunnah wal jama’ah adalah kitab Syarhus Sunnah. Kitab ini sangatlah terkenal di kalangan para penuntut ilmu, serta telah disyarah (diberi penjelasan) oleh Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmy dengan judul Irsyaad As  Saary fi Syarh As  Sunnah li Al  Barbahary.

  1. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah

Nama beliau adalah Abul Abbas Ahmad bin Abdul Halim bin Abdus Salam bin Abdullah bin Muhammad bin Al Khudhar, bin Muhammad bin Al Khudhar bin Ali bin Abdullah bin Taimiyah Al Harrany, kemudian Ad Dimasyqi. Lahir pada hari Senin, 10 Rabi’ul Awal 661 H.

Beliau adalah Imam dalam hal ilmu, sekaligus mujahid dan pengobar semangat kaum muslimin di medan pertempuran. Seluruh ulama’ memuji beliau dalam tulisan-tulisan mereka. Tidak ada tuduhan buruk yang dilontarkan kepada  beliau kecuali tuduhan tersebut adalah bathil, seperti riwayat bahwasanya beliau menyamakan turunnya Allah I ke langit dunia seperti turunnya beliau dari mimbar. Ini merupakan cerita dusta karena pada saat itu beliau sedang berada di penjara, sedangkan riwayat tersebut mengatakan bahwa beliau mengucapkannya ketika berkhutbah di hadapan manusia, maka hal ini tidaklah mungkin. Namun bukan di sini tempat untuk menjelaskan kedustaan riwayat tersebut secara lebih lanjut.

Beliau adalah pembela aqidah yang lurus ketika manusia tergelincir dalam lembah kesyirikan, kebid’ahan, kerancuan filsafat, kebodohan tasawuf, penyimpangan syi’ah rafidhah, serta pelbagai kesesatan lainnya. Di antara kitab beliau adalah : Al ‘Aqidah Al Wasityiyah, Iqtidha’ Ash Shirath Al Mustaqiim, Ash Sharimul Maslul ‘ala Syatim Ar Rasul, Qa’idah Jalilah fi At Tawassul wal Washilah, Majmu’ Fatawa (terdiri dari 37 jilid tebal), serta masih banyak lagi.

Syaikhul Islam wafat pada malam Senin, 20 Dzul Qa’dah 728 H, di dalam penjara Al Qal’ah, Damaskus. Beliau dipenjara sebab fitnah-fitnah yang dilontarkan kepada beliau, serta permintaan musuh-musuh beliau yang mendesak qadhi (hakim) wilayah Syam untuk memenjarakan beliau. Semoga Allah I membalas makar mereka.

Jenazah beliau dishalatkan dan dihantarkan oleh para pemuka ulama’ serta banyak manusia. Bahkan tertulis dalam sejarah bahwasanya tidak ada jenazah yang pelayatnya paling banyak kecuali jenazah Imam Ahmad bin Hanbal dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Semua manusia berduka atas kepergian seorang ulama’ pembela manhaj salaf ini. (Lihat Iqtidha’ Ash Shirath Al Mustaqiim hal. 10-14. Tahqiq : DR. Nashir bin Abdul Karim Al ‘Aql)

5. Al Mujaddid Muhammad bin Abdul Wahab

Beliau adalah Al ‘Allamah Al Mujaddid, Al Imam Syaikhul Islam Abu Al Husain Muhammad bin Abdul Wahab bin Sulaiman bin Ali bin Musyarraf Alu Mu’dhad Al Wuhaiby, berasal dari keturunan bani Hanzhalah bin Malik At Tamimy. Dilahirkan di Uyainah yang terletak di bagian tengah Saudi Arabia, yaitu pada tahun 1115 H. Beliau wafat pada akhir tahun 1206 H dalam usia 91 tahun yang beliau habiskan dalam medan ilmu, jihad, dan dakwah.

Syaikh adalah seorang imam pembela tauhid di kala kesyirikan telah mendarah daging dalam tubuh kebanyakan manusia di zamannya. Beliau diusir dari negerinya tanpa membawa sesuatu pun dikarenakan kebencian manusia terhadap dakwah beliau yang menyuarakan kebenaran tauhid serta menjauhkan manusia dari syirik (menyekutukan Allah I).

Namun, Allah I membukakan jalan dakwah beliau dengan mempertemukan beliau kepada seorang amir (penguasa) yang bernama Muhammad bin Su’ud. Keduanya saling membantu dalam berdakwah kepada tauhid. Syaikh berjuang dalam bidang ilmu dan dakwah, sedangkan Muhammad bin Su’ud membantu beliau dalam masalah keamanan dan kekuasaan. Hingga pada akhirnya, terwujudlah daulah tauhid di jazirah Arab, yaitu Daulah Su’udiyah yang kita kenal dengan Kerajaan Saudi Arabia, negeri yang aman, tenteram, makmur, serta dipenuhi keberkahan dari Allah I. Maha benar Allah I dalam firman-Nya:

?  ?????? ????? ?????? ???????? ????????? ??????????? ??????????? ????????? ????????? ????? ?????????? ???????????  ?

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (Q.S. Al A’raaf : 96)

Meskipun bendera tauhid telah tegak di bumi Arab, musuh-musuh tauhid tetap saja melakukan gerilya untuk menumbangkan bendera tersebut. Pelbagai kelicikan mereka lakukan demi membendung dakwah mulia ini. Meriam-meriam fitnah serta tuduhan keji mereka lontarkan ke arah Syaikh dan para pengikutnya. Mulai dari tuduhan sebagai aliran Wahabi, aliran ekstrim, mudah mengkafirkan orang, pembantai manusia, serta masih banyak tuduhan lainnya. Maka dari itu, kami mengharap kepada para pembaca yang budiman untuk lebih lanjut membaca kitab Meluruskan Sejarah Wahabi yang ditulis oleh Abu Ubaidah Yusuf As  Sidawi (Diterbitkan oleh Maktabah Al Furqon), supaya menjadi jelas antara yang haq dan yang batil.

Diantara kitab-kitab yang beliau tulis adalah : Kitab At Tauhid, Ushul Al Iman, Mufiid Al Mustafiid fi Kufri Taarik At Tauhid, Kasyf Asy Syubuhat, Tsalatah Al Ushul, Mukhtashar As  Sirah, Mukhtashar Fathul Bari (manuskrip), Mukhtashar Zaad Al Ma’aad, Masaail Al Jaahiliyah, Fadhaail Ash Shalah, Kitab Al Istinbaath, Adab Al Masyyi ila Ash Shalah, Majmu’ah Al Hadits, dan lainnya. (Lihat Fathul Majid li Syarh Al Kitab At Tauhid hal. 13-18. Tahqiq : DR. Al Walid Alu Fariyan)

Inilah biografi singkat sebagian tokoh dakwah salaf yang dapat kami tulis supaya dikenal lebih dekat oleh kaum muslimin. Masih banyak nama-nama lainnya yang belum kami sebutkan riwayat hidupnya baik dari kalangan ulama’ mutaqaddimin (ulama’ terdahulu) maupun mutaakhirin (ulama’ kontemporer) seperti Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albany, Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’iy, serta yang lainnya.

Para ulama’ tersebut tidaklah membuat jalan-jalan atau metode baru dalam Islam. Bahkan mereka adalah para penegak panji Islam dan sunnah yang mengikuti jejak para pendahulu mereka dari kalangan salafush shalih (para pendahulu yang shalih). Semoga Allah I merahmati mereka, serta menjadikan ilmu mereka penuh berkah bagi umat ini. Amin.

Wallahu a’lam. Abu Zaid Al Umary

SHARE
Previous articleMELIHAT DARI DEKAT MANHAJ SALAF
Next articleMERAIH KEMBALI KEJAYAAN ISLAM
Beliau saat ini adalah kandidat Doktor sekaligus peneliti di King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Beliau juga belajar kepada beberapa ulama’ diantaranya Syaikh Dr. Saleh Fauzan dan Dr Sa’ad Syistry. Selain itu beliau juga merintis Pesantren Masyarakat Hubbul Khoir di Sukoharjo (Solo) Jawa Tengah.