Memakai Gelang, Benang dan Sejenisnya Untuk Menangkal Bahaya/Penyakit

1
1931

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah.

Mungkin Anda pernah mendapati seorang memakai gelang atau kalung tetapi tujuannya tidak sekedar untuk hiasan. Dia meyakini gelang atau kalung tersebut dapat menangkal atau menghilangkan penyakit dan bahaya lainnya. Mudahnya memakainya sebagai jimat. Kadangkala bayi yang baru lahir atau anak-anak kecil juga diberi ikatan atau gantungan, katanya untuk menolak mushibah. Bagaimana hukum hal-hal tersebut? Mari kita simak dalil-dalil dari Al Qur’an dan Sunnah berikut:

Dalil pertama:

Allah ta’ala berfirman,

قُلْ أَفَرَأَيْتُم مَّا تَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ

‎”Katakanlah (hai Muhammad kepada orang-orang ‎musyrik): terangkanlah kepadaku tentang apa yang ‎kamu seru selain Allah, jika Allah hendak ‎mendatangkan kemadharatan kepadaku, apakah ‎berhala berhala itu dapat menghilangkan ‎kemadharatan itu? atau jika Allah menghendaki ‎untuk melimpahkan suatu rahmat kepadaku apakah ‎mereka mampu menahan rahmat-Nya? katakanlah: ‎cukuplah Allah bagiku, hanya kepada-Nyalah orang-‎orang yang berserah diri bertawakkal.” (QS. Az ‎Zumar: 38)

Ayat diatas (dan yang semisalnya) dengan jelas mengingkari keterikatan hati kepada selain Allah dalam hal mendatangkan manfaat atau menolak kemudharatan karena hal tersebut termasuk kesyirikan. Allah semata yang mampu mendatangkan kemanfaatan dan kemudharatan. Oleh karenanya hanya kepada Allah tempat bersandar dan bertawakal. Tidak boleh bertawakal kepada berhala atau benda-benda yang sama sekali tidak mendatangkan manfaat atau kemudharatan sedikitpun seperti gelang, kalung, benang dan selainnya. Sehingga tidak boleh memakai benda-benda tersebut dengan keyakinan dapat mendatangkan manfaat atau menghilangkan kemudharatan.

Dalik kedua:

Diriwayatkan dari Imran bin Husain radhiyallahu ‘anhu bahwa ‎Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam melihat seorang laki-laki memakai ‎gelang yang terbuat dari kuningan, kemudian beliau ‎bertanya:‎

‏ مَا هَذِهِ؟ قَالَ: مِنَ الوَاهِنَةِ، فَقَالَ: انْزَعْهَا فَإِنَّهَا لاَ تَزِيْدُكَ إِلاَّ وَهْنًا، ‏فَإِنَّكَ لَوْ مِتَّ وَهِيَ عَلَيْكَ مَا أَفْلَحْتَ أَبَدًا ‏

‎”Apakah itu? orang laki-laki itu menjawab: “gelang ‎penangkal penyakit (al waahinah*)”, lalu Nabi bersabda: “lepaskan ‎gelang itu, karena sesungguhnya ia tidak akan ‎menambah kecuali kelemahan pada dirimu, dan jika ‎kamu mati sedangkan gelang ini masih ada pada ‎tubuhmu maka kamu tidak akan beruntung selama-‎lamanya.” (HR. Ahmad dengan sanad yang bisa ‎diterima)‎

Hadits ini menunjukkan larangan keras memakai gelang dengan tujuan menangkal atau menghilangkan penyakit. Bahkan Rasulullah menegaskan bahwa gelang tersebut tidak menambah kecuali hanya kelemahan. Rasulullah juga memperingatkan jika sahabat tersebut mati dalam keadaan tetap memakai gelang tersebut maka dia tidak akan beruntung selama-lamanya. Padahal dia adalah seorang sahabat, bagaimana jika orang yang lebih rendah kedudukannya.

Dalil ketiga:

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad pula dari Uqbah ‎bin Amir, dalam hadits yang marfu’, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ‎bersabda:‎

‏((مَنْ تَعَلَّقَ تَمِيْمَةً فَلاَ أَتَمَّ اللهُ لَهُ، وَمَنْ تَعَلَّقَ وَدَعَةً فَلاَ وَدَعَ اللهُ لَه ))  ‏وفي رواية: (( مَنْ تَعَلَّقَ تَمِيْمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ ))‏

‎”Barangsiapa yang menggantungkan tamimah maka Allah tidak akan mengabulkan keinginannya, ‎dan barangsiapa yang menggantungkan Wada’ah ‎maka Allah tidak akan memberikan ketenangan ‎kepadanya” dan dalam riwayat yang lain Rasul ‎bersabda: “Barangsiapa yang menggantungkan ‎tamimah maka ia telah berbuat kemusyrikan”.

Hadits ini menunjukkan larangan menggantungkan tamimah dan wada’ah. Tamimah adalah sesuatu yang dikalungkan di leher anak-anak sebagai penangkal atau pengusir penyakit, pengaruh jahat yang disebabkan oleh rasa dengki seseorang, dan lain sebagainya.  Wada’ah sesuatu yang diambil dari laut, menyerupai rumah kerang; menurut anggapan orang-orang jahiliyah dapat digunakan sebagai penangkal penyakit. Termasuk dalam pengertian ini adalah jimat.

Hadits diatas juga menegaskan bahwa perbuatan tersebut termasuk kesyirikan. Pertanyaannya, hal tersebut termasuk syirik besar atau kecil? Jika ia menyakini benda tersebut dengan sendirinya dapat mendatangkan manfaat atau menolak kemudharatan maka ini syirik akbar yang dapat mengeluarkan dari agama. Jika ia meyakini Allah semata yang dapat mendatangkan kemafaatan dan kemudharatan tetapi ia memakai benda tersebut hanya sebagai sarana atau sebab maka termasuk syirik kecil. Tetapi ingat syirik kecil tetap lebih besar dari dosa lainnya dan dapat menyeret kepada syirik besar.

Dalil keempat:

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Hudzaifah ‎bahwa ia melihat seorang laki-laki yang di tangannya ‎ada benang untuk mengobati sakit panas, maka dia ‎putuskan benang itu seraya membaca firman Allah ta’ala:‎

وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللّهِ إِلاَّ وَهُم مُّشْرِكُونَ

‎”Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman ‎kepada Allah, melainkan dalam keadaan ‎mempersekutukan Allah (dengan sesembahan lain)“. ‎‎(QS. Yusuf: 106)

Dalam atsar diatas, sahabat Hudzaifah ibnu Yaman mengingkari orang yang memakai benang ditangannya dengan niat agar sembuh dari penyakit. Bahkan Hudzaifah radhiyallahu ahu  kemudian memotongnya. Dalam atsar ini terkandung faedah untuk mengkari hal-hal semacam ini, yaitu memakai benang atau yang selainnya dengan keyakinan agar sembuh dari penyakit. Boleh mencari sebab kesembuhan dengan hal-hal yang diperboleh oleh Allah dan RasulNya seperti minum obat, datang ke dokter dan lainnya, dengan tetap menyakini Allah semata yang dapat memberi kesembuhan. Adapun memakai gelang, benang dan lainnya ini termasuk perbuatan orang-orang jahiliyah wajib untuk diingkari dengan perkataan dan perbuatan.

Sahabat Hudzaifah berdalil dengan surat al Yusuf ayat 106 bahwa hal tersebut termasuk kesyirikan. Ayat ini turun tentang syirik besar. Hal ini menunjukkan bolehnya berdalil untuk kesyirikan kecil dengan ayat yang Allah turunkan berkaitan syirik besar karena makna ayatnya juga mencakup hal tersebut. Syirik kecil juga termasuk dalam kategori syirik.

Masih banyak dalil lainnya, tetapi semoga yang telah disampaikan mencukupi. Sebagai penutup, perlu ditegaskan kembali bahwa memakai gelang, benang atau sejenisnya untuk menghilangkan atau menangkal penyakit (atau bahaya) adalah bentuk kesyirikan. Hal tersebut adalah perbuatan terlarang yang harus dihindari dan dingkari jika ada yang melakukan. Tetapi perlu dicatat, jika memakai gelang atau yang lainnya semata-mata hanya sebagai perhiasan seperti yang dilakukan kebanyakan wanita maka hal ini adalah hal mubah, tidak boleh diingkari. Allahu A’lam. Sekian, semoga tulisan singkat ini bermanfaat.

Tulisan ini disarikan dari kitab Fathu Al Majid Syarhu Al Kitabi At Tauhid.

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 26/6/1436H.

www.ukhuwahislamiah.com

Catatan: *) Berkata Abu Sa’adaat: Al Waahinah adalah suatu penyakit pada pundak dan tangan seluruhnya. Dikatakan juga bahwa al waahinah adalah penyakit pada lengan atas yang khusus menyerang laki-laki

  • Rusli Sh

    Asslm w.w.
    Pak ustad Abu Zakariya Sutrisno, sekarang banyak produk gelang yg memang secara ilmiah ada manfaatnya bg tubuh, ada 2 jenis yg daya ketahui :
    1.Gelang bentuk Tasbih terdiri dr batu2an giok, turmalin, dll. yg apabila kena hangat tubuh memberikan sinar infra red a.l. untuk menjaga tek. darah.
    2. Gelang logam yg bag.lingkar dalamnya diberi butir2 logam magnit berkekuatan 3000-gauss, berguna utk mengikat logam2 / racun darah, agar terpisah dari darah dan dikeluarkan via air seni.

    Nah, gelang2 ini punya hasil penelitian ilmiah bg dokter2 sekrg (fisio teraphy).
    Beda dgn gelang org2 dulu spt akar bahar, dll.

    Mohon penjelasan pak ustadz apakah gelang fisio theraphy inipun dilarang utk dipakai ?
    Atas perhatiannya sy ucapkan terima ksh.
    Wasslm w.w.