LAYANGAN & BENANG

0
35

Suami ibarat layangan yang sudah semestinya berusaha terbang tinggi membawa keluarga menggapai berbagai mimpi dan prestasi. Namun, ingat, layangan tidak mungkin terbang tanpa benang. Dan benang itu adalah istri.

Bagi suami, ingat, jangan sampai benangmu putus. Nalurimu selalu ingin terbang tinggi, membumbung, bahkan ingin mencapai langit. Itu normal! Namun, hati-hati! Semakin tinggi layangan terbang maka semakin besar terpaan angin. Semakin berat juga tekanan dan beban yang harus ditahan oleh benang. Bisa jadi engkau kuat, tidak robek, tetapi benangmu tidak sekuat itu. Lalu… apakah layangan tidak boleh terbang tinggi?? Bukan demikian, bahkan sebaliknya layangan dibuat untuk terbang tinggi. Namun, naiklah perlahan-lahan supaya benangmu tidak putus. Waspada juga dengan terpaan angin. Kadang perlu tarik ulur untuk naik lebih tinggi. Wanitu seperti kaca, terlihat kuat tetapi sebenarnya rapuh. Perlu kehati-hatian dan kelembutan berinteraksi dengan wanita. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: اِرْفَقْ بِالْقَوارِيْرِ “Lembutlah kepada gelas-gelas kaca” (HR Bukhari dan Muslim).

Wahai istri, jadilah benang yang kuat dan berkualitas. Benang berkualitas mampu menghantarkan layang-layang terbang tinggi menghadapi terpaan angin yang bertubi-tubi. Apakah engkau ridho layang-layangmu hanya terbang rendah? Atau bahkan karena terlalu sayang sekedar disimpan di lemari dan hanya menjadi pajangan? Jangan demikian! Biarkan ia terbang tinggi, karena setinggi apapun ia terbang, ia tetap akan terikat denganmu. Yang penting jagalah dan kuatkan dirimu agar tidak putus. Jika engkau putus maka dia akan lepas dan terbang kehilangan arah. (Dr Abu Zakariya Sutrisno. Solo, 4/11/2019)