KUI #04: Adab dan akhlak seorang muslim

1
330

Pentingnya Adab dan Akhlak

Adab (etika) dan akhlak (budi pekerti) adalah dua hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, Islam menaruh perhatian yang sangat tinggi akan dua hal ini. Tidak mengherankan jika para ulama dahulu menasehati para penuntut ilmu untuk belajar adab sebelum belajar yang lainnya. Seorang muslim hendaknya selalu menjaga adab dan menghiasi dirinya dengan akhlak yang mulia dalam berinteraksi dengan siapapun.  Akhlak yang mulia menjadi tolok ukur kebaikan seseorang. Rasulullah bersabda

إِنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحْسَنَكُمْ أَخْلاَقًا

Sesungguhnya di antara yang terbaik dari kalian adalah yang paling mulia akhlaknya.” (HR. Bukhari no. 3559 dan Muslim no. 2321).

Memperbaiki akhlak manusia adalah satu misi utama diutusnya nabi Muhammad. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya saya diutus untuk menyempurnakan akhlak-akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad /318, dishahihkan Albani). Akhlak yang baik menjadi salah satu penyebab utama masuk surga. Saat ditanya tentang amalan yang paling banyak menyebabkan masuk surga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Ketaqwaan pada Allah dan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi no. 2004, Albani mengatakan sanadnya hasan)

Adab Seorang Muslim

Seorang muslim harus berusaha selalu menjaga adab atau etika dirinya. Secara umum kalau dilihat dari objeknya maka adab seorang muslim dapat dibagi menjadi empat: adab kepada Allah, kepada RasulNya, kepada diri sendiri dan adab terhadap makhluk yang lainnya.

  1. Adab terhadap sang Khaliq

Adab yang paling utama untuk kita jaga adalah adab kepada Al Khaliq, yaitu Allah yang telah menciptakan dan mengatur alam semesta.   Sungguh aneh jika seseorang menjaga adab dengan sesama makhluk tetapi dia tidak peduli dengan adabnya terhadap Dzat yang telah menciptakan dirinya. Diantara adab kepada Allah adalah beribadah kepadaNya dan mensyukuri nikmatNya. Allah telah memberi kita berbagai kenikmatan maka sudah selayaknya kita mensyukurinya, ini adalah bagian dari adab. Allah berfirman,

وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللّهِ

Dan apa saja ni’mat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)” (QS. An Nahl: 53)

  1. Adab terhadap RasulNya

Nabi Muhammad diutus sebagai rasul yang terakhir dan sebagai rahmat bagi seluruh alam. Allah mengutus beliau untuk mengajarkan petunjuk bagi manusia agar bahagia dunia akhirat. Allah juga mewajibkan manusia untuk mencintai dan mentaati beliau. Maka sudah selayaknya kita beradab pada beliau shallallahu alaihi wasallam. Allah juga mengajarkan beberapa adab terhadap beliau sebagaimana dalam surat Al Hujurat ayat 1-4. Di antara bentuk adab terhadap beliau adalah mencintainya dan mentaati perintahnya. Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu.” (QS. Muhammad: 33)

  1. Adab terhadap diri sendiri

Salah satu kunci utama mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat adalah dengan beradab terhadap diri sendiri yaitu dengan mensucikan jiwa (tazkiyatun nafs) dan memperbaiki kekurangan yang ada. Allah berfirman yang artinya, “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy Syams: 9-10). Diantara cara untuk memperbaiki diri adalah dengan taubat, muraqabah (merasa diawasi Allah), muhasabah (intropeksi diri), dan mujahadah (bersungguh-sungguh).

  1. Adab terhadap makhluk yang lain

Seorang muslim hendaknya menjaga adab dengan semua orang. Terutama terhadap orang-orang terdekat mulai dari orang tua, anak, pasangan suami/istri, saudara, kerabat, dan tetangga.  Setelah itu hendaknya berusaha menjaga adab terhadap sesama muslim secara umum. Diantara adab terhadap sesama muslim adalah dengan menunaikan hak-haknya sebagaimana disebutkan dalam hadits:

حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ قِيلَ مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللهِ؟، قَالَ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللهَ فَسَمِّتْهُ، وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ

Hak muslim atas muslim lainnya ada enam. Beliau ditanya, apa itu ya Rasulullah? Beliau menjawab: Jika engkau menjumpainya maka ucapkan salam, jika ia mengundangmu maka penuhi, jika minta nasehat maka nasehati, jika dia bersin dan mengucapkan Alhamdulillah maka jawab yarhamukallah, jika dia sakit maka jenguklah dan jika meninggal maka ikuti (pengurusan) jenazahnya.” (HR. Muslim no 2162)

Seorang muslim hendaknya berusaha menjaga adab dalam seluruh sendi kehidupannya, diantaranya:

  • adab bermajelis,
  • adab makan dan minum,

adab bertamu dan memuliakan tamu,

  • adab berpakaian,
  • adab tidur,
  • …dan seterusnya.

 

Sangat penting bagi kita untuk menjaga adab-adab diatas. Insyaallah kita akan bahas secara detail adab-adab diatas pada materi yang lainnya.

 

Akhlak-Akhlak yang Mulia

Sebagaimana disebutkan diatas, akhlak yang mulia menjadi tolok ukur kebaikan seseorang. Rasulullah bersabda

إِنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحْسَنَكُمْ أَخْلاَقًا

Sesungguhnya di antara yang terbaik dari kalian adalah yang paling mulia akhlaknya.” (HR. Bukhari no. 3559 dan Muslim no. 2321).

Akhlak yang mulia berat dalam timbangan amal kebaikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada sesuatu yang diletakkan di timbangan (amal kebaikan) yang lebih berat dari akhlak yang baik. Pemilik akhlak yang baik akan mencapai derajat ahli puasa dan ahli shalat.” (HR. Tirmidzi no. 2003. Dishahihkan Albani). Selain itu, akhlak yang mulia menjauhkan manusia dari permusuhan. Allah befirman,

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ

Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS Fushilat: 34)

Akhlak yang mulia bentuknya sangat banyak sekali. Diantara akhlak terpuji yang harus dijaga seorang muslim adalah:

– Sabar

– Tawakal dan ikhtiar

– Itsar

– Adil

– Rahmah (penyayang)

– Malu

– Ihsan

– Jujur

– Dermawan

 

Akhlak-Akhlak yang Tercela

Seorang muslim hendaknya berusaha berakhak yang mulia dan menjauhi akhlak yang tercela. Diantara akhlak yang tercela adalah akhlaknya orang munafiq: khianat, suka menipu dan berdusta. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا، وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا: إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ، وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ

Ada empat hal yang mana jika ada pada seseorang maka dia seorang munafiq sejati. Jika ada salah satunya maka pada dirinya ada sifat kemunafikan sampai meninggalkannya: jika dipercaya khianat, jika bicara dusta,  jika berjanji mengingkari, dan jika berselisih maka bersikap keji” (HR. Bukhari no. 34 dan Muslim no. 58).

Banyak sekali akhlak yang tercela yang harus dijauhi oleh seorang muslim. Diantara akhlak tercela tersebut bisa menyebabkan kebinasaan baik di dunia maupun diakhirat, diantaranya:

– Zalim

– Hasad

– Khianat dan menipu

– Riya’

– Ujub

– Lemah dan malas

Pembahasan tentang adab dan akhlak ini sebenarnya cukup panjang. Tetapi kita cukupkan disini dulu sebagai pengantar. Insyaallah pembahasan lebih detail kita sampaikan pada kajian yang berikutnya.

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 24/11/2016.

Info detail dan dokumentasi kajian KUI: http://ukhuwahislamiah.com/kui/

Join channel Telegram: telegram.me/ukhuwahislamiahcom

IG: ukhuwahislamiahcom

FB: https://www.facebook.com/ukhuwahislamiahcom

  • Pertanyaan:
    Bismillah…afwn ustadz mau tanya ttg mtri akhlaq,lbih utma mna org yg Allah sdh brkn sjk lhir sifat hilm n anah(lemah lembut n pnybar)dgn org yg Dr lhir sifty kasar tpi ia brusha trus n trus lmah lembut n sabar.Jazakumullahu khoiroo wabaarokallohu fiikum

    Jawab:
    Tidak diragukan lagi bahwa akhlaq ada yang bawaan ada juga yang hasil usaha dan latihan. Dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada Asyaj ‘Abdul Qois radhiyallahu ‘ahnu,
    ?? ??? ??????? ?????? ???? : ????? ???????
    “Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sifat yang dicintai oleh Allah, yaitu sabar dan tidak tergesa-gesa.” Lalu dia berkata, Ya Rasulallaha apakah aku yang mengusahakannya atau Allah yang telah menjadikan sifat tersebut padaku? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Allahlah yang telah menjadikan kedua sifat tersebut padamu. (HR. Abu Dawud dalam Kitab Adab 5225)

    Ini adalah dalil bahwa akhlaq itu bawaan yang telah dikaruniakan Allah pada seseorang. Selain itu dengan usaha dan latihan seseorang juga bisa memiliki akhlaq yang baik -insyaallah akan datang penjelasannya-.

    Mana yang lebih utama akhlaq bawaan atau yang hasil latihan? Tidak diragukan bahwa akhaq bawaan itu lebih sempurna karena merupakan sifat aslinya. Namun, seseorang yang memikinya atas hasil usaha dan latihan maka ia mendapat pahala lebih atas perjuangan dan kesungguhanya untuk memiliki akhaq tersebut.

    Allahu A’lam.