KUI #02: Pentingnya Akidah dan Tauhid

0
78

Akidah dan tauhid adalah perkara yang paling penting dalam agama. Oleh karena itu kami mengedepakkan tema ini dulu sebelum membahas yang lainnya baik masalah adab, akhlak, ibadah dan lainnya.

Definisi Akidah dan Tauhid

‘Akidah (اَلْعَقِيْدَةُ) secara bahasa berasal dari kata al-‘aqdu (الْعَقْدُ) yang artinya ikatan dan kuat. Adapun menurut istilah umum artinya keyakinan hati yang pasti (tanpa keraguan). Jika keyakinan tersebut sesuai kenyataan maka akidah tersebut benar, jika tidak sesuai maka akidah tersebut bathil (Lihat Syarah Akidah Wasithiyah syaikh Utsaimin hal 33).

Pembahasan akidah dalam Islam meliputi masalah-masalah keimanan, tauhid, hal-hal ghaib dan lainnya. Masalah keimanan meliputi rukun iman yang enam: iman pada Allah, iman pada malaikat, iman pada kitab-kitabNya, iman pada rasul-rasulNya, iman pada hari akhir dan iman pada takdir yang baik maupun yang buruk.  Jadi akidah cangkupannya lebih luas dari tauhid. Tauhid hanya berkisar pada keimanan atau pengesaan Allah, sedang akidah lebih luas dari itu. Tetapi kadang kala istilah akidah dan tauhid sering kali dijadikan sinonim yang saling menggantikan.

Kemudian, sebenarnya apa makna tauhid? Tauhid secara bahasa berasal dari kata (وحد – يوحد  – توحيدا) yang berarti menjadikan satu. Adapun dalam istilah syar’i dapat bermakna umum dan khusus. Secara umum tauhid bermakna mengesakan Allah dalam seluruh hak-hakNya baik dalam hal rububiyah (ketuhanan), uluhiyah (penyembahan/ibadah) dan asma’ wa sifat (nama-nama dan sifatNya). Adapun secara khusus, tauhid bermakna mengesakan Allah dalam ibadah. Ini adalah makna dari la ilaha illallah (tidak ada sesembahan yang haq kecuali hanya Allah).

Pentingnya Akidah dan Tauhid

Pertama: akidah dan tauhid adalah pondasi agama

Akidah dan tauhid sangat penting karena keduanya adalah pondasi dan inti dari agama. Tauhid adalah pondasi dan rukun yang paling penting dalam agama Islam. Rasulullah bersabda, “Islam didirikan di atas lima perkara yaitu bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah secara benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke baitullah dan berpuasa pada bulan ramadhan” (HR. Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16). Tidak akan diterima suatu amal ibadah kecuali harus dilandasi dengan tauhid. Jika tauhid seseorang baik maka insyaallah masalah ibadah, muammalah, akhlak dan perkara lainnya juga akan baik.

Kedua: tujuan utama diciptakan manusia adalah untuk bertauhid atau beribadah kepada Allah semata.

Dengan sangat jelas Allah menjelaskan bahwa tujuan Allah menciptakan jin dan manusia adalah untuk beribadah kepadaNya semata. Allah berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan tidaklah Aku (Alloh) tidak menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadat (semata-mata) kepada-Ku.” (QS adz-Dzariyat: 56)

Ketiga: tauhid adalah prioritas utama dakwah para nabi dan rasul.

Para nabi dan rasul diutus kepada umatnya masing-masing dengan syariat yang berbeda-beda. Tetapi inti agama dan dakwah mereka sama yaitu tauhidullah (menjadikan ibadah hanya kepada Allah semata). Allah berfirman,

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُواْ اللّهَ وَاجْتَنِبُواْ الطَّاغُوتَ

“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu” (QS. An Nahl: 36)

 

Ketiga: tauhid adalah prioritas utama dakwah Nabi Muhammad

Jika kita mencermati perjuangan dakwah nabi kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka kita akan mendapati penuh dengan dakwah kepada akidah dan tauhid.  Selama 13 tahun beliau berdakwah di Mekah memfokuskan pada masalah-masalah keimanan dan tauhid. Demikian pula setelah hijrah ke Madinah beliau tetap menaruh perhatian besar pada dakwah tauhid disamping juga mengajarkan masalah ibadah, muammalah, akhlak dan lainnya. Allah berfirman,

قُلْ هَـذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَاْ وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللّهِ وَمَا أَنَاْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Katakanlah (wahai Muhammad): “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik“. (QS. Yusuf: 108)

Sedemikian pentingnya kedudukan tauhid, maka sudah sepantasnya ia menjadi prioritas dalam dakwah. Oleh karena itu saat Rasulullah mengutus Muadz bin Jabbal ke Yaman beliau berpesan agar yang pertama kali didakwahkan adalah tauhid, jika diterima maka lanjutkan dengan syariat Islam yang lainnya. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya engkau akan mendatangi kaum dari ahli kitab. Maka jadikanlah dakwah engkau pertama kali pada mereka adalah supaya mereka bersaksi sesungguhnya tidak ada sesembahan yang haq kecuali hanya Allah dan Muhammad adalah utusanNya…dst” (HR. Bukhari dan Muslim no. 19)

Keempat: akidah dan tauhid adalah sebab keselamatan di dunia maupun akhirat

Hanya dengan akidah atau keimanan yang benar seseorang akan memperoleh keselamatan baik di dunia maupun akhirat. Allah berfirman yang artinya, “Orang-orang yang beriman dan tidak menodai keimanan mereka dengan kedzhaliman (kemusyrikan), mereka itulah orang-orang yang mendapat ketentraman dan mereka itulah orang-orang yang mendapat jalan hidayah.”   (QS. Al An’am: 82).

 

Kelima: tauhid adalah sebab utama masuk surga dan diampuni dosa-dosa

Jika keimanan dan tauhid seseorang lurus maka insyaallah dia pasti akan masuk surga. Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah, “Barangsiapa yang bersyahadat bahwa tidak ada sesembahan yang hak   (benar) selain Allah saja, tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, dan bahwa Isa adalah hamba dan Rasul-Nya, dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam, serta Ruh dari pada-Nya, dan surga itu benar adanya, neraka juga benar adanya, maka Allah pasti memasukkanya kedalam surga, betapapun amal yang telah diperbuatnya.” (HR. Bukhari & Muslim).

Orang yang bertauhid dan menghidari kesyirikan Allah akan memberi ampunan atas dosa-dosanya. Dalam sebuah hadits Qudsi Rasulullah bersabda, “Allah berfirman: “Hai anak Adam, jika engkau datang kepada-Ku dengan membawa dosa sejagat raya, dan engkau ketika mati dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatupun, pasti Aku akan datang kepadamu dengan membawa ampunan sejagat raya pula.” (HR. Tirmidzi)

Demikian penjelasan singkat tentang akidah dan tauhid serta urgensi/pentingnya dalam agama. Insyaallah kita akan bahas lebih detail tentang masalah-masalah akidah dan tauhid dalam kesempatan yang berikutnya.

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 23/11/2016.

Info detail dan dokumentasi kajian KUI: http://ukhuwahislamiah.com/kui/

Join channel Telegram: telegram.me/ukhuwahislamiahcom

IG: ukhuwahislamiahcom

FB: https://www.facebook.com/ukhuwahislamiahcom