Kiat Mendidik Anak: Jangan Mengajarinya Bohong

0
56

Seringkali sebagian orang tua tidak sadar mendidik anaknya dengan perilaku yang tidak benar. Diantaranya adalah ‘gemar berbohong’. Sadar atau tidak sadar, banyak orang tua membiasakan dusta pada anaknya.  Sering menjanjikan sesuatu pada anak tetapi tidak ditepati atau mengabarkan sesuatu tetapi tidak benar adanya. Meskipun hal ini kelihatan sepele hendaknya kita berhati-hati.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amir radhiyallahu anhu, dia berkata,

دَعَتْنِي أُمِّي يَوْمًا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاعِدٌ فِي بَيْتِنَا، فَقَالَتْ: هَا تَعَالَ أُعْطِيكَ، فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَمَا أَرَدْتِ أَنْ تُعْطِيهِ؟» قَالَتْ: أُعْطِيهِ تَمْرًا، فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَمَا إِنَّكِ لَوْ لَمْ تُعْطِهِ شَيْئًا كُتِبَتْ عَلَيْكِ كِذْبَةٌ»

“Suatu hari ibu saya memanggilku dan pada saat itu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam duduk di rumah kami. Beliau (Ibu saya) berkata, “Kesinilah, saya akan memberi kamu (sesuatu)!” Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun bersabda padanya, “Apa yang ingin kamu berikan padanya?” Beliau menjawab, “Saya akan memberinya kurma.” Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun bersabda padanya, “Sesungguhnya jika kamu tidak memberinya sesuatu maka ditulis atasmu kedustaan.” [HR Abu Dawud no. 4991, dihasankan syaikh Albani]

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 24/4/1435H.

www.ukhuwahislamiah.com