Khutbah Iedul Fitri 1435H: Rukun Islam

0
85

بِسْمِ اﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

اِنَّ الْحَمْد ﷲِ نَحْمَدُهُ وًنَسْتَعِنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ، وَنَعُوْذُباﷲِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَلِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اﷲُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ ، أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اﷲُ وَحدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اﷲ حَقَّ تُقَاتِه وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ ( ال عمران : ١۰٢)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُواﷲَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اﷲَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا (النساء : ١)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُواﷲَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا .  يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اﷲَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا ( الاحزاب : ٧۰ – ٧١)

أَمَّا بَعْدُ :

فَاِنَّ خَيْرَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اﷲ وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اﷲُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الأمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَتٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَ لَةً وَكُلَّ ضَلاَ لَةٍ في النّارِ.

 

Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar Allahu Akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar

 

Jama’ah Sholat Ied rahimani warahikumullah,

Pertama-tama marilah kita bersyukur kepada Allah atas segala nikmatNya. Kita bersyukur telah dapat melaksanakan ibadah sebulan penuh di bulan yang mulia, yaitu bulan Ramadhan. Semoga Allah menerima segala amal kebaikan kita di dalamnya, baik berupa puasa, qiyamul lail, qiraatil qur’an, shadaqah dan amalan yang lainnya. Tak lupa, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah pada panutan kita, Nabi Muhammad, shalallahu ‘alaihi wassallam, kepada keluarga, para sahabat, serta pengikutnya sampai hari kiamat kelak.

 

Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar walillahilhamd

Jama’ah Sholat Ied  yang semoga dirahmati oleh Allah Subhanahu wa ta’ala

Kita berbahagia dan bersyukur kepada Allah yang telah menjadikan kita sebagai seorang muslim, seorang yang beragama Islam, satu-satunya agama yang diridhai oleh Allah. Allah berfirman,

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُ

Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.  (QS Al Imran: 19)

 

Agama Islam adalah agama yang sempurna dan dia adalah nikmat/karunia Allah atas manusia untuk mencapai kebahagian dunia dan akhirat. Allah berfirman,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (QS Al Ma’idah: 3)

 

Jama’ah rahimakumullah,

Sesungguhnya agama Islam terdiri dari lima rukun atau pilar. Rasulullah bersabda,

بـني الإسـلام على خـمـس : شـهـادة أن لا إلـه إلا الله وأن محمد رسول الله ، وإقامة الصلاة ، وإيـتـاء الـزكـاة ، وحـج البيت ، وصـوم رمضان

Islam didirikan diatas lima perkara yaitu bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah secara benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke baitullah dan berpuasa pada bulan ramadhan“. (HR Bukhari Muslim)

 

Dalam hadits yang lainnya, saat nabi ditanya malaikat Jibril apa itu Islam, beliau menjawab,

الإسلام أن تشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وتقيم الصلاة وتؤتي الزكاة وتصوم رمضان وتحج البيت إن استطعت إليه سبيلا

Islam itu engkau bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Alloh dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Alloh, engkau mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Romadhon dan mengerjakan ibadah haji ke Baitullah jika engkau mampu melakukannya.” (HR Muslim)

 

Diantara rukun-rukun ini, ada yang harus ada pada setiap muslim setiap waktu dan selama-lamanya sepanjang hidupnya. Dia adalah syahadat,

أشهد ان لا اله إلا الله و اشهد ان محمّد عبده رسوله

“Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasulNya.”

Rukun ini harus ada pada seorang muslim sepanjang hidupnya, saat dia mukim maupun safar, saat bangun maupun tidur, saat sehat maupun sakit. Seorang muslim bagaimanapun kondisinya tidak terlepas dari dua kalimat syahadat. Dua kalimat syahadat adalah kalimat yang sangat agung, merupakan kunci surga. Syahadat adalah persaksian yang membedakan antara muslim dan kafir, barangsiapa mengucapkannya maka haram jiwa, harta, dan kehormatannya. Tauhid adalah sebesar-besar perintah Allah atas hambaNya. Dia adalah kunci pintu surga, barangsiapa ada dalam dirinya tauhid meskipun sebesar biji sawi maka ia akan masuk surga dan terhindar dari kekekalan api neraka. Rasulullah bersabda, barangsiapa bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mempersekutukannya maka masuk surga.

 

Dari rukun-rukun tersebut ada yang berulang atas setiap muslim sehari lima kali yaitu sholat lima waktu. Shalat merupakan amal ibadah badaniyah yang paling utama. Tatkala Allah menurunkan syariat shalat Dia memi’rajkan NabiNya ke langit dan mensyariatkan langsung kepada Nabi Muhammad tanpa perantara malaikat Jibril, hal ini menunjukkan keistimewaan sholat. Sholat adalah adalah tiang agama dan ukuran kebaikan bagi amal yang lainnya. Rasulullah bersabda,

أول ما يحاسب عليه العبد يوم القيامة الصلاة، فإن صلحت صلح سائر عمله وإن فسدت فسد سائر عمله

Amal ibadah yang pertama yang akan dihisab oleh Allah pada hari kiamat adalah shalatnya, jika shalatnya baik maka baiklah seluruh amalannya yang lain dan jika shalatnya rusak maka rusaklah seluruh amalannya yang lain (HR Thabrani, dishahihkan oleh syaikh Albani)

Dengan sholat ini Allah menghapus kesalahan dan mengampuni dosa-dosa kita. Bahkan Rasulullah menggambarkan sholat ini ibarat sungai yang mengalir di depan pintu rumah kita, yang kita mandi padanya lima kali dalam sehari dan semalam. Tidaklah tersisa sedikitpun kotoran-kotoran dalam tubuh kita.  Sholat adalah keutamaan yang besar dari Allah, Allah mengampuni dengannya dosa-dosa kita.

Karena sholat memiliki keutamaan yang begitu besar maka marilah kita berusaha untuk selalu menjaga sholat kita. Allah ta’ala berfirman,

حَافِظُواْ عَلَى الصَّلَوَاتِ والصَّلاَةِ الْوُسْطَى وَقُومُواْ لِلّهِ قَانِتِينَ

Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa . Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’. (QS Al Baqarah; 238).

 

Sholat lima waktu ini tidak mengambil banyak waktu kita, dia tidak menganggu aktifitas atau pekerjaan kita. Bahkan sholat ini akan memudahkan dan membantu kita untuk menyelesaikan urusan-urusan kita.

وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (QS Al Baqarah: 45)

Dahulu Rasulullah jika menghadapi masalah yang sulit beliau berkata pada bilal,

يا بلال أقم الصلاة أرحنا بها

Wahai bilal, dirikanlah sholat dan tenangkan kami dengannya

 

Sholat adalah kesenangan seorang muslim yang menjaga dan mengetahui kedudukannya. Dengan sholat tersebut Allah akan menolongnya dan membuatnya kuat melakukan kebaikan-kebaikan.

 

Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar walillahilhamd

Jama’ah Sholat Ied  yang semoga dirahmati oleh Allah Subhanahu wa ta’ala

Diantara rukun-rukun Islam tersebut ada yang berulang dalam setahun yaitu zakat yang diambil dari harta orang-orang yang mampu. Allah berfirman,

وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian. (QS Adz Dzariyat: 19)

 

Zakat adalah ibadah maliyah (harta) yang sangat mulia. Zakat akan mensucikan diri seorang muslim, membersihkan harta dan membantu orang-orang miskin. Zakat adalah aturan islam yang sangat agung yang dengannya akan tercapai kesejahteraan masyarakat.

Zakat telah ditentukan ukurannya, dan dia hanya bagian kecil dari harta yang harus dikeluarkan. Zakat dan shadaqah lainnya tidak akan mengurangi harta. Rasulullah bersabda, Tidaklah shadaqah akan mengurangi harta (HR Muslim).

 

Diantara bentuk zakat adalah zakat mal yang harus dikeluarkan dari beberapa golongan harta tertentu jika telah sampai nishab (batas minimal) dan sudah haul (satu tahun). Golongan harta yang pertama yang harus dikeluarkan zakatnya adalah mata uang  yaitu emas, perak dan mata uang yang kita miliki sekarang ini. Golongan harta yang kedua adalah hewan ternak yaitu onta, sapi dan kambing. Golongan harta ketiga adalah hasil bumi berupa biji-bijian dan buah yang bisa disimpan seperti gandum, kurma, anggur, termasuk pula beras. Untuk hasil bumi ini zakatnya dikeluarkan setiap selesai panen, bukan setahun sekali. Golongan harta terakhir yang harus dikeluarkan zakatnya adalah barang dagangan.

 

Bentuk zakat yang lainnya adalah zakat fitri, yang Alhamdulillah kita telah melaksanakannya kemarin. Zakat fitri diwajibkan atas setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan, tua atau muda, budak maupun orang merdeka. Zakat fitri berupa 1 sha’ (2.5kg) makanan pokok.  Semoga Allah menerima zakat kita dan sedekah kita yang lainnya semuannya.

 

Jama’ah rahimakumullah,

Diantara rukun Islam yang berulang dalam setahun adalah puasa Ramadhan, yang Alhamdulillah kita telah melewatinya. Dengan puasa kaum muslimin dididik untuk mengendalikan nafsunya sehingga jiwanya menjadi bersih dan suci. Semoga dengan berakhirnya bulan Ramadhan kita semuanya dapat meraih gelar taqwa sebagaimana difirmankan oleh Allah bahwa tujuan orang-orang berpuasa adalah mencapai gelar taqwa. Allah berfirman, ‎

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas ‎orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS al Baqarah: 183)‎

Jama’ah rahimakumullah,

Rukun yang terakhir, yang mana ia diwajibkan sekali seumur hidup bagi yang mampu adalah haji. Allah berfirman,‎

وَلِلّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً

Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup ‎mengadakan perjalanan ke Baitullah. (QS Al Imran: 97)‎

Haji adalah ibadah yang agung, di dalamnya terkumpul ibadah badaniyah, maliyah (harta) dan dituntut kesabaran dalam mengerjakannya.  Haji hanya diwajibkan sekali dalam seumur karena ia memang memerlukan kekuatan fisik, kemampuan harta dan kemampuan untuk melakukan perjalanan.

 

Ini adalah rukun kelima atau terakhir dari rukun islam. Agama ini adalah agama yang agung. Amalan-amalan kebaikan dan ketaatan lainnya selain lima rukun ini adalah penyempurna dan pelengkap dari rukun-rukun tersebut. Sesungguhnya Islam memiliki cabang yang banyak dan di dalamnya disyariatkan banyak kebaikan dan ketaatan. Tetapi seluruh kebaikan dan ketaatan itu berdiri diatas rukun yang lima tadi. Tidak akan sah Islam seseorang meskipun melakukan kebaikan yang banyak kalau tidak menegakkan kelima rukun tersebut. Sebagaimana sebuah bangunan tidak akan berdiri jika tidak ada pilar atau pondasinya. Demikian halnya dengan Islam, tidak akan tegak kecuali dengan lima pilar/rukun tadi.

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

 

[Khutbah Kedua]

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

 

Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar

 

Kaum Muslimin, Bapak-bapak dan Ibu-ibu Jama’ah ibadah Sholat Ied yang semoga dirahmati oleh Allah Subhanahu wa ta’ala

وإن من علامةِ قبول الحسنة، الحسنة بعدها

“Sesunguhnya diantara alamat diterimanya kebaikan adalah kebaikan selanjutnya”

 

Mari kita isi seluruh hidup kita dengan ibadah kepada Allah, berpindah dari satu kebaikan kepada kebaikan yang lain. Kita bertaqwa kepada Allah kapan pun dan dimana pun kita berada.

اتقي الله حيثما كنت، وأتباع السيئة الحسنة تمحوها، وخالق الناس بخلق حسن”

”Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada dan susullah sesuatu perbuatan dosa dengan kebaikan, pasti akan menghapuskannya dan bergaullah sesama manusia dengan akhlaq yang baik”. (HR. Tirmidzi, hasan shahih)

 

Jama’ah ibadah Ied yang semoga dirahmati oleh Allah Subhanahu wa ta’ala

Ramadhan telah berlalu, tetapi jangan sampai menjadikan amalan Ramadhan hanya sebagai amalan musiman. Dengan berakhirnya Ramadhan bukan berarti berakhir pula segala amalan kita. Mari kita jaga amalan-amalan kita baik yang berupa puasa, sholat, membaca al qur’an dan yang lainnya. Diantaranya kita lengkapi puasa Ramadhan kita dengan puasa 6 hari di bulan Syawal.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR Muslim).

 

Kiranya cukup sekian yang dapat kami sampaikan dalam kesempatan berbahagia ini. Semoga kita senantiasa beribadah sampai ajal menjemput kita. Allah berfirman,

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu al yaqin (yakni ajal).” (Al Hijr: 99)

 

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى نَبِيِّهِ مُحَمَّدٍ وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اَلْعَالَمِينَ

[ Ditulis di Ngentak, Sukoharjo 27 Ramadhan 1435 H oleh Abu Zakariya Sutrisno.MSc]