Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Oct 16, 2010 in Aqidah, Artikel Ilmiyah, Buletin Al-Minhaj | 0 comments

KEYAKINAN ISLAM TERHADAP ISA

Edisi Kedua Puluh Sembilan

18 Rabi’ul Awwal 1428 H

06 April 2007 M

} ??????? ?????? ????????? ??????? ????? ????? ??????? ????????? {

“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasannya Allah salah satu dari yang tiga”.”

Salah satu metode pengajaran al Qur’an adalah membantah penyimpangan yang dilakukan oleh golongan yang sesat. Baik dalam keyakinan maupun amalan lahiriah. Salah satunya adalah keyakinan manusia terhadap nabi Isa u.

&       Keyakinan Manusia Terhadap Nabi Isa u

Secara umum manusia terbagi menjadi tiga golongan:

1.      Golongan yang menyatakan “Isa u adalah Nabiyullah.

2.      Golongan yang menyatakan “Isa u adalah anak Tuhan”

3.      Golongan yang menyatakan: “Isa u adalah Tuhan”

Pendapat yang pertama adalah pendapat yang benar, sedangkan dua pendapat berikutnya, yang merupakan keyakinan kaum nashrani merupakan kekufuran yang nyata.

Allah I berfirman:

} ??????????? ???????????? ??? ?????????? ???????? ??????????? ???????? ??? ????????? ?????? ??????? {

“Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar”. (QS. Maryam: 35-37)

Setelah masa Al-Masih berlalu, yaitu selama 300 tahun, terjadi bencana besar.  Empat paus (pimpinan pendeta), dan seluruh uskup dan biarawan saling berbeda pendapat menjadi bermacam-macam. Yang tidak ada batasan dan satu sama yang lain saling melemahkan. Mereka berbeda dalam periwayatan injil menjadi 4 penukilan, yang didalamnya terdapat penambahan, pengurangan, perubahan dan penyelewengan dari makna yang sebenarnya. Kemudian mereka sepakat untuk mengadukan perkara ini kepada Kaisar Konstantinopel untuk berhukum. Kaisar memutuskan perselisihan mereka berdasarkan pendapat mayoritas. Lalu ia mamaksa dan memerangi orang orang yang menentangnya. Sehingga kelompok Abdullah bin Aryus yang berpendapat bahwa ‘Isa u adalah salah satu dari hamba-hamba Allah dan rasul-Nya menjadi terkucilkan. Mereka mengasingkan diri di gurun-gurun, atau lembah-lembah yang terpencil untuk menghindar. Mereka bersifat zuhud dan menghindarkan diri dari kehidupan dunia, dan tidak mambaur dengan orang-orang yang mendukung keputusan Kaisar. Sehingga kekaisaran konstantinopel dan gereja-gereja setelahnya membangun keyakinan mereka berdasarkan keputusan tersebut.

&       ‘Isa u Adalah Hamba Allah Dan Rasul-Nya

Demikianlah kebatilan keyakinan mereka terhadap ‘Isa u, yang tidak dimimbing oleh wahyu Ilahi. Keyakinan mereka ini dibantah oleh Qur’an dan Sunnah Rasulullah e. Sebagaimana firman Allah I:

}  ?????????????? ????? ???????? ?????? ???????? ???? ?????? ??? ???????? ????????? {

“Al-Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul.” (QS. Al Maidah: 75)

Dalam ayat ini Allah I menggelari Nabi ‘Isa u dengan ??Al-Masih, karenakan melakukan  perjalanan muka bumi dan lari membawa diennya untuk menghindarkan diri dari fitnah yang sangat pada waktu itu, ketika kaum Yahudi mendustakan dia dan ibunya. Ada juga yang berpendapat hal ini dikarenakan Nabi ‘Isa adalah orang yang dihapus jejak kedua kakinya. Allah I berfirman:

} ???????????? ????? ??????????? ???????? ????? ???????? ?????????? ?????? ?????? ???????? ???? ???????????? ?????????????? ??????????? {

“Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu : Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya kitab Injil” (QS. Al Maidah; 46)

Sedangkan Rasulullah e telah menjelaskan tentang nabi Isa u dalam haditsya:

???? ????????? ????? ??????? ?????? ???? ?????????? ?((… ??????? ?????? ?????? ??????? ??????????? ???????????? ?????????? ????? ???????? ??????? ??????))

Dari ‘Ubadah bin Shomit berkata: Rasulullah r bersabda: “… dan sesungguhnya ‘Isa adalah hamba, rasu dan kalimat-Nya yang ditiupkan kepada Maryam serta  ruh dari-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadist ini Rasulullah menjelaskan keyakinan yang benar terhadap Isa u. Dan membantah keyakinan yang batil. Dalam perkataan “hamba Allah” merupakan bantahan terhadap Nashara yang meyakini nabi Isa u adalah Tuhan atau anak Tuhan , sedangkan perkataan Rasul-Nya adalah bantahan terhadap Yahudi yang tidak mengimani kerasulan ‘Isa u. Adapun kata “kalimat-Nya yang ditiupkan kepada Maryam” terdapat penjelasan tentang proses penciptaan Isa u. Allah menciptakan Nabi Isa dengan kalimat “???” (Jadilah). Dengan sebab kalimat ini ia terwujud atas kehendak Allah I . Dan kata “ruh dari-Nya” bermakna bahwa Allah menjadikan jasad ‘Isa u dari kalimat-Nya, kemudian Allah I memerintahkan Jibril untuk meniupkan ruh yang berasal dari-Nya.

&       Nabi ‘Isa u Bukan Anak Allah

Lahirnya Nabi ‘Isa u dengan tanpa ayah menjadi perkara yang kontroversial di kalangan Bani Israil, sebagian dari mereka menjadikan ini sebagai hujjah untuk meyakini bahwa Nabi ‘Isa u adalah  anak Allah. Namun Allah I membantah keyakinan mereka dalam firman-Nya:

)????????? ???????? ??????????? ??????? ^ ??????? ???????? ??????? ?????(

Dan mereka berkata:”Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak”. . Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar,” berupa perkataan dusta.

Setelah itu Allah menjelaskan bahwa diri-Nya tidak layak memiliki anak, dikarenakan  Dia-lah pencipta segala sesuatu. Bagaimana Ia memiliki anak? Sedangkan anak tidak ada kecuali dengan adanya pasangan yang setara. Dan Allah I tidak ada yang sebanding, semisal, serupa dengan-Nya. Allah I berfirman:

)????????????? ???????????? ??? ????????? ??????? ^ ??? ????? ??? ??? ????????????? ??????????? ???? ?????? ??????????? ???????(

“Dan tidak layak lagi Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. . Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. (QS. Maryam:93)

Allah I juga melarang mereka bersikap ghuluw (melampaui batas) terhadap ahli Kitab. Yang mengakibatkan mereka tergelincir kedalam kekufuran, dengan mengangkat Nabi Isa u sampai pada tingkat menuhankannya. Juga melarang mereka bersikap tafrith dengan permusuhan dan pengingkaran mereka kepada kenabian Nabiyullah Isa u.

Maka kewajiban mereka adalah meyakini bahwa Isa adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Yang dilahirkan oleh ibunya yang perawan lagi menjaga diri, tanpa seorang ayah. Allah I menciptakan Isa u dengan mengutus malaikat Jibril kepada Maryam  yang meniupkan ruh kepadanya.

Sedangkan penyandaran ruh kepada Allah dikarenakan pemuliaan, dan pujian dari-Nya. Ruh ini merupakan salah satu dari mahluk Allah, bukan bagian dari dzat-Nya. Dan ia dinamakan “’Isa “ karena kelahirannya yang tanpa bapak.

Allah I juga melarang mereka untuk berkata dengan tanpa ilmu. Sehingga mereka menuduh Maryam berbuat kekejian. Sehingga berakibat memusuhi Maryam, beserta anaknya. Apa yang meraka katakan hanyalah sebatas perasangkaan mereka yang tanpa hujjah yang nyata.

&       Benarkah  Nabi Isa u Disalib?

Orang Nashrani meyakini bahwa Nabi Isa u telah mati ditiang salib untuk menebus dosa seluruh umat manusia. Namun Allah I membantah mereka dan mengabarkan  bahwa tatkala kaum Yahudi mengejar dan mengepung ‘Isa u di Baitul Maqdis. Allah I mengganti nabi Isa u  dengan sahabatnya yang diserupakan dengannya ketika mereka nyaris menangkap ‘Isa u. Allah I berfirman:

)???????????? ?????? ????????? ?????????? ??????????? ???????? ??????? ????? ????? ????????? ????? ????????? ??????? ??????? ?????? ??????? ????????? ??????????? ????? ????? ????? ??????? ???????? ???? ???? ?????? ?????? ????????? ???????? ?????????????? ???????(?

“Dan karena ucapan mereka:”Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putera Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa”. (QS. 4:157)

Kemudian Allah I mengangkat ‘Isa u ke langit dalam keadaan tertidur,  Sedang yang disalib adalah sahabat Isa yang berkhianat kepadanya. Allah melaknat bani Israil di berbagai tempat dalam al Quran disebabkan permusuhan mereka terhadap para nabi yang Allah utus kepada mereka karena hasad. Bahkan mereka membunuh sebagian para nabi. Semenjak itu terputuslah nubuwah (kenabian), dan ditutup turunnya nabi dari kalangan bani Israil.

Nabi Isa u adalah penutup nabi dari kalangan bani Isra’il. Beliau diutus dengan membawa kabar gembira berupa turunnya nabi dari bangsa  Arab yang umii . Isa u menyebutkan nama beserta sifat-sifat nabi ini yang merupakan panutup para nabi secara mutlak agar mereka mengenalinya dan mengikutinya apabila mereka mennyaksikannya. Namun setelah nabi tersebut yakni Muhammad e turun mereka mengingkarinya.

&       Turunnnya nabi ‘Isa di akhir zaman

Ahli kitab meyakini bahwa ‘Isa u akan turun di akhir zaman. Allah I menghabarkan di dalam firman-Nya:

)????? ????? ?????? ?????????? ??????????????????? ???? ?????? ???????? ???????? ???????????? ??????? ?????????? ????????(

“Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka. (QS.An Nisaa’:159)

yaitu: setelah turunnya ‘Isa ke bumi pada akhir zaman, sebelum terjadinya kiamat. Ia u akan turun dan membunuh babi, menghancurkan salib, membebaskan pajak, dan tidak berhukum kecuali dengan hukum Islam. Seperti yang telah dijelaskan dalam banyak hadits yang disebutkan oleh para ulama’ dalam menafsirkan ayat ini.

Begitu pula kaum Muslimin yang berpegang teguh terhadap Al-Quran dan Sunnah dari sahabat, tabi’in dan tabiut tabi`in serta orang-orang sesudahnya yang mengikuti mereka dengan baik. Namun anehnya ada sebagian kaum muslimin yang tdak mengimani turunnya ‘Isa u ke dunia. Mereka mengklaim bahwa kejadian ini tidak masuk akal, dan hadits yang mengabarkan hal ini tidak mencapai derajat mutawatir. Sedangkan menurut mereka tidak diterima hadits tentang akidah kecuali mutawatir. Pendapat ini bertentangan dengan keyakinan kaum Muslimin di masa terbaik. Mereka juga menyelisihi ahli hadits, karena derajat hadits turannya Isa adalah mutawatir. Sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al- Albani, bahkan Syaikh Shalih bin Fauzan menyatakan bahwa hadist-hadist yang berkenaan dengan turunnya Isa u derajat mutawatir, barang siapa yang mengingkari maka ia telah kafir.

Demikianlah penjelasan Al-Quran dan Al-Hadist tentang Nabi Isa u. Maka selayaknya bagi kaum muslimin meyakininya seperti yang dikabarkan oleh Allah I dan Rasulullah r.

Disusun oleh: Abu Ukasyah