Keutamaan Ahli Al Qur’an

1
390

Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam atas Rasulullah.

Al Qur’an memiliki kedudukan yang sangat Agung. Dia adalah kitab terakhir yang Allah turunkan sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya. Dia Adalah mu’jizat terbesar Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wassalam. Al Qur’an adalah nasehat atau pelajaran dari Tuhan semesta alam. Dia adalah obat dari segala penyakit hati, baik yang berbentuk syubhat (kerancuan pemikiran) maupun syahwat. Dia adalah petujuk yang mana barangsiapa berpegang padanya tidak akan tersesat. Allah menurunkan Al Qur’an sebagai rahmat seluruh alam. Allah berfirman,

 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاء لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS Yunus: 57)

 

Karena begitu agungnya kedudukan Al Qur’an, hendaknya kita berinteraksi sebaik-baiknya dengannya. Hendaknya kita menjadi ahli qur’an. Seorang Ahli Al Qur’an senantiasa berusaha untuk membaca, menghafal, mentadaburi, mengamalkan serta mendakwahkan isi Al Qur’an. Begitu banyak dalil yang menunjukkan keutamaan ahli al Qur’an.   Berikut diantaranya:

 

Pertama, Keutamaan Membaca Al Qur’an

Disebutkan juga dalam shahih Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda,

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

Orang yang mahir membaca al Qur’an bersama malaikat yang mulia lagi taat. Adapun orang yang membaca al Qur’an dengan terbata-bata dan berat atasnya maka baginya dua pahala

Dalam hadits diatas dijelaskan bahwa orang yang membaca al Qur’an meskipun belum lancar maka dia mendapat pahala, bahkan double. Apalagi orang yang ahli atau mahir dalam membaca maka tentu ia akan mendapatkan keutamaan yang berlebih. Disebutkan dalam shahihain juga Rasulullah bersabda,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ

Perumpamaan seorang muslim yang membaca al Qur’an adalah seperti buah Utrujah, baunya enak dan rasanya juga enak. Adapun perumpamaan seorang muslim yang tidak membaca al Qur’an adalah seperti buah Kurma, tidak ada baunya dan rasanya manis”.

Rasulullah juga bersabda, “Bacalah al Qur’an sesungguhnya dia akan datang di hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi yang membacanya.” (HR Muslim)

 

Dalam hadits lainnya Rasulullah pun juga bersabda,

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Barangsiapa membaca satu huruf dari kitabullah maka baginya sebuah kebaikan. Dan sebuah kebaikan dilipatgandakan sepuluh kalinya. Saya tidak mengatakan aliflammim sebagai satu huruf tetapi alif adalah satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR Tirmidzi)

 

Kedua, Keutamaan Penghafal Al Qur’an

Adalah suatu kelaziman bahwa penghafal qur’an dia tentu banyak membaca al Qur’an. Maka keutamaan membaca al Qur’an akan ia raih juga. Semakin banyak hafalannya, akan semakin tinggi kedudukan yang didapatkan di surga kelak. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

 

يقال لصاحب القرآن اقرأ وارتقِ، ورتل كما كنت ترتل في الدنيا، فإن منزلك عند آخر آية تقرؤها

 

Akan dikatakan kepada shahibul qur’an (di akhirat) : bacalah dan naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca dengan tartil di dunia. karena kedudukanmu tergantung pada ayat terakhir yang engkau baca” (HR. Abu Daud 2240, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud)

 

Al Qur’an adalah sumber hukum dalam Islam. Dengan menghafalkan Al Qur’an, seseorang lebih mudah dalam mempelajari ilmu agama. Ia mempelajari suatu permasalahan ia dapat mengeluarkan ayat-ayat yang menjadi dalil terhadap masalah tersebut langsung dari hafalannya. Namun perlu dicatat, jika Allah telah menganugerahkan kepada kita hafalan al Qur’an maka hendaknya kita bersemangat untuk menjaganya. Jangan sampai kita lengah untuk memuraja’ah hafalan yang telah kita miliki karena hafalan tersebut akan cepat sekali hilang dari ingatan kita. Rasulullah bersabda,

تَعَاهَدُوْا هَذَا الْقُرْآنَ فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَلُّتًا مِنَ اْلإِبِلِ فِي عُقُلِهَا

Sering-seringlah kalian (membaca) al Qur’an ini, demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tanganNya, sesunggunya dia (hafalan al Qur’an) lebih cepat lepas/hilangnya daripada onta dari tali kekangnya.” (HR Bukhari dan Muslim, lafadz milik Muslim no hadits 791)

 

Ketiga, Keutamaan Mempelajari dan Mengajar Al Qur’an

Seorang ahli Al Qur’an akan senantiasa berusaha mempelajari dan mengajarkan Al Qur’an. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang mempelajari dan mengajari al Qur’an. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam shahih Bukhari dari sahabat Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shollallahu ‘alahi wasallam bersabda,

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al Qur’an dan mengajarkannya.

 

Penutup,

Masih banyak sekali dalil-dalil yang menunjukkan keutamaan ahli Al Qur’an. Semoga sedikit yang telah disebutkan dapat memotivasi kita untuk menjadi ahli Al Qur’an. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang dikeluhkan oleh Rasulullah, yaitu orang-orang yang meninggalkan al Qur’an. Allah berfirman,

 

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُوراً

Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur’an itu sesuatu yang mereka tinggalkan”. (QS Al Furqan: 30)

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 11/7/1436H.

www.ukhuwahislamiah.com

[author] [author_image timthumb=’on’]http://ukhuwahislamiah.com/wp-content/uploads/2015/05/slogo2.png[/author_image] [author_info]Sutrisno W. Ibrahim currently is a PhD student and research assistant at Electrical Engineering Dept., King Saud University , Saudi Arabia. [/author_info] [/author]