Kemauan yang Tinggi (Al Himmatu Al ‘Aliyah)

0
165

Kalau kita menengok sejarah maka kita dapati bahwa Islam diperjuangkan dan ditegakkan oleh manusia-manusia pilihan yang memiliki kemauan (himmah) yang tinggi. Perhatikanlah keadaan Rasulullah, para sahabat dan para aimmatul mukminin (imam-imam kaum mukminin)! Kamu akan mendapati mereka semua adalah orang-orang yang memiliki kemauan dan semangat yang tinggi, sabar terhadap cobaan dan teguh diatas pendirian. Mereka bukan orang yang malas atau sibuk dengan perkara-perkara yang sia-sia.

Diriwayatkan dari Umar bin Khatab  radhiyallahu ‘anhu bahwa ia pernah berkata,

لا تصغُرنَّ همَّتُكم؛ فإني لم أرَ أقعدَ عن المكرُمات من صغر الهِمَم

Janganlah mengecilkan himmah(kemauan) kalian, sesungguhnya saya belum pernah melihat sesuatu yang menghalangi dari kemulian-kemuliaan kecuali himmah yang rendah.

Sesungguhnya agama Islam tidak menghendaki pengikutnya untuk bersikap malas, lemah, apatis, berkemauan rendah dan mudah futur (putus asa). Sebalikknya, Islam menghendaki agar pengikutnya untuk senantiasa bersemangat dan selalu sibuk dengan kebaikan. Allah berfirman,

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ . وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ

Jika kamu telah selesai (suatu urusan) maka kerjakan dengan sungguh-sungguh (urusan yang lain). Dan kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (Al Insyirah: 7-8)

Allah juga berfirman,

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّه

Jika kamu telah ber’azam maka bertawallah pada Allah. (Ali Imran: 159)

Semoga Bermanfaat. Sholawat dan salam atas Rasulullah.

Disarikan dari khutbah Jum’at  masjidil Haram oleh syaikh Sholeh bin Muhammad alu Thaalib pada tanggal 16 Jumadil Akhir 1434 (26 April 2013).

Abu Zakariya Sutrisno

www.ukhuwahislamiah.com