KEDERMAWANAN

0
62

Diriwayatkan menjelang perang Tabuk (9 Hijriah), perang antara kaum muslimin dengan pasukan Rumawi, kondisi kaum muslimin sangat sulit karena saat itu sedang masa paceklik dan perjalanan yang akan ditempuh sangat jauh. Kaum muslimin pun berlomba-lomba menginfaqkan hartanya untuk persiapan perang. Diantaranya Utsman bin Affan menginfaqkan 300 ekor onta lengkap dengan perbekalannya,  50 ekor kuda dan uang senilai 1000 dinar (1 dinar sekitar 4.25 gram emas, jadi total sekitar 4.5 kg emas!). Abu Bakar menginfaqkan seluruh hartanya, sedang Umar bin Khattab menginfaqkan separuh hartanya.   Ini adalah contoh kedermawanan yang luar biasa dari para sahabat -semoga Allah meridhai mereka semua-.

Kedermawanan adalah akhlaq sangat mulia. Setiap muslim hendaknya berusaha untuk menjadi orang yang dermawan. Jangan sebaliknya, yaitu bersifat pelit atau bakhil. Barangsiapa terhindar dari sifat bakhil sungguh dia akan beruntung. Sebagaimana Allah firmankan,

وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung.” (QS. Al Hasyr: 9)

Orang yang berinfaq tidak akan pernah rugi, kebaikannya akan kembali kepada dirinya sendiri baik di dunia maupun di akhirat nanti. Allah befirman yang artinya, “Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan)” (QS. Al Baqarah: 272).

Hendaknya berinfaq sesuai dengan kemampuan, baik sedikit maupun banyak. Yang penting ikhlash dan mencari ridha Allah semata. Sedekah akan menjaukan seseorang dari siksa api neraka untuk itu hendaknya berusaha semaksimal mungkin untuk bersedekah. Rasulullah shallahu alaihi wasallam bersabda,

فَاتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ

Jagalah diri kalian dari api neraka meski dengan (bersedekah) separuh kurma.” (HR. Bukhari no. 1413 dan Muslim no. 1016)

Sekian, semoga bermanfaat. Semoga kita bisa menjadi orang yang dermawan dan dijauhkan dari sifat bakhil. Amien.

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 30/12/1437H


| Web:Ukhuwahislamiah.com | FB:Ukhuwah Islamiah | Twitter:@ukhuwah_islamia |