Kaum Musyrikin Jahiliyah Faham Makna dan Konsekuensi “Laa Ilaaha Illallah”

0
196

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa makna yang benar dari kalimat tauhid “Laa Ilaaha Illallah” adalah “Tidak ada sesembahan yang haq untuk disembah kecuali hanya Allah semata”. Namun, sangat disayangkan banyak diantara kaum muslimin yang tidak memahaminya dengan benar.  Sebagian orang memahami  kalimat tauhid ini dengan “Tidak pencipta selain Allah” atau “Tidak ada pemberi rizki selain Allah”, dst.. Sehinggga tidak aneh jika kita lihat sekarang ini banyak orang mengucapkan “laa ilaaha illallah” tetapi bersamaan dengan itu mereka tetap menyebah kuburan, metawasul dengan orang-orang yang sudah mati dan lainnya.

Dahulu, kaum musyikin arab menolak mengucapkan “laa ilaaha illallah” karena mereka faham betul akan makna dan konsekuensinya. Mereka faham jika mengucapkan kalimat itu mereka harus meninggalkan seluruh sesembahan mereka dan harus menyembah Allah semata. Allah berfirman,

إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ. وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُوا آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَّجْنُونٍ

Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: “Laa ilaaha illallah” (Tiada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri.  Dan mereka berkata: “Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?” (QS Ash Shaafat: 35-36)

Mereka menolak mengucapkan kalimat tauhid karena sombong dan keengganan untuk meninggalkan sesembahan-sesembahan mereka. Bandingkan dengan orang-orang di zaman ini (yang mengaku Islam). Dengan mudahnya mereka mengucapkan “la ilaaha illallah” tetapi mereka tidak faham makna dan konsekuensinya. Mereka mengucapkan kalimat tauhid dengan lisannya tetapi perbuatan mereka tetap mempersekutukan Allah seperti menyembah kuburan, bertawasul dengan orang-orang yang sudah mati dan lainnya. Naudzubillah min dzalik.

Semoga bermanfaat.

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 12/4/2013.

www.ukhuwahislamiah.com

Lebih lanjut tentang makna “laa ilaaha illallah” silahkan baca: http://ukhuwahislamiah.com/ulasan-ringkas-tentang-dua-kalimat-syahadat