KAJIAN DIBUBARKAN? MARI “LAWAN” DENGAN CARA TERBAIK

0
120

Sedang ramai pemberitaan tentang adanya upaya pembubaran kajian oleh ormas tertentu. Hal ini tentu sangat disayangkan. Namun, satu hal penting yang perlu direnungi oleh seorang juru dakwah adalah jangan pernah mundur dari medan dakwah. Dakwah itu memang berat! Penolakan, hambatan, bahkan juga fitnah dan konspirasi jahat adalah “hal wajar” yang dihadapi dalam dakwah. Teruslah maju dalam medan dakwah! bahkan seandainya nyawa pun jadi taruhan jangan gentar!

Lihat tantangan yang dialami para anbiya’ dan pengikutnya saat berdakwah. Terlebih lagi kalau kita cermati perjalanan dakwah nabi kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau tidak sekedar ditolak, tetapi juga difitnah dengan tuduhan yang bermacam-macam. Mulai dari tuduhan gila (QS Al Hijr: 6), tukang sihir (QS Shad: 4), mencela agama nenek moyang, membuat perpecahan masyarakat dan lainnya.  Bahkan kaum musyrikin juga berusaha membuat konspirasi untuk membunuh beliau. Namun, pada akhirnya kebenaran pasti akan menang. Perlu keistiqomahan dan kesabaran dalam berdakwah.

Selain itu, perlu juga bijaksana dalam menghadapi permasalahan-permasalahan yang muncul dalam medan dakwah. Jika ada usaha untuk menghambat dakwah maka kita harus selalu berusaha “melawan” dengan cara terbaik.  Jangan terbawa emosi sehingga balik melawan dengan cara-cara yang tidak dibenarkan oleh syariat seperti balik mencaci atau melakukan tindakan anarki. Bisa jadi hal ini akan semakin menjauhkan manusia dari jalan hidayah. Kalau kita bisa menyikapi dengan cara yang baik insyaallah akan menjadi pintu kebaikan yang lebih besar. Coba kita renungi firman Allah ta’ala berikut:

ٱدْفَعْ بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ فَإِذَا ٱلَّذِى بَيْنَكَ وَبَيْنَهُۥ عَدَٰوَةٌ كَأَنَّهُۥ وَلِىٌّ حَمِيمٌ

Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS Fushilat: 34)

Teruslah berdakwah dengan cara yang baik dan lembut. Jangan kotori dakwah dengan kata-kata dan sikap yang kotor dan kasar. Jika ada yang menolak biarkan, tugas kita hanya menyampaikan dan mendakwahkan kebenaran bukan memaksa. Usahkan selalu bersikap ilmiyah dalam segala sesuatu. Jauhi berdebat kecuali memang dibutuhkan.

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS An Nahl: 125)

Semoga Allah selalu memberi hidayah pada diri kita dan kaum muslimin semuanya. Dan semoga Allah menyatukan kaum muslimin diatas kebenaran dan menjauhkan dari sikap fanatisme golongan.

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 07/06/1438H.


| Web:Ukhuwahislamiah.com | FB, IG: ukhuwahislamiahcom | TG: telegram.me/ukhuwahislamiahcom |