JUAL ALAT MUSIK

0
419

Mohon bertanya ustadz, saya punya alat musik harganya lumayan tinggi, bagaimana jika alat musik tsb saya jual ustadz? Kalo nak dihancurkan harganya mahal. Syukron

Jawab:

Wa’alaikumsalam, para ulama’ fikih telah menjelaskan bahwa diantara syarat sah jual beli adalah barang yang diperjual belikan memiliki manfaat yang mubah (diperbolehkan). Maka tidak sah menjual barang-barang yang diharamkan pemanfaatannya seperti khamr, babi, bangkai dan lainnya. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah dan RasulNya mengharamkan jual beli khamr, bangkai, babi dan patung” (HR. Bukhari no. 2236 dan Muslim no. 1581).

Alat-alat musik termasuk barang yang diharamkan oleh karena itu tidak boleh diperjual belikan. Dalam sebuah haditsnya Rasulullah bersabda,

ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمر والمعازف

“Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik.” (HR. Bukhari no. 5590)

Jika ada yang menjual alat musik maka uang yang dia dapatkan tidak halal. Meskipun harganya mahal pada hakekatnya dia tidak bernilai disisi syariat. Selain itu, jika dia menjual alat musik itu maka akan digunakan oleh orang lainnya dan dia juga ikut memiliki andil dalam dosanya. Jadi jika tetap dijual maka bisa jadi dia terjerumus pada dua dosa sekaligus: dosa memakan harta haram dan dosa ikut berkerjasama dalam perbuatan dosa (memainkan alat-alat musik).

Pada akhirnya saya hanya bisa menasehatkan dengan sebuah hadits, Rasulullah bersabda:

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا اتِّقَاءَ اللهِ إِلَّا أَعْطَاكَ اللهُ خَيْرًا مِنْهُ

“Sesungguhnya tidaklah Engkau meninggalkan sesuatu karena ketakwaan kepada Allah Ta’ala, kecuali Allah pasti akan memberikan sesuatu yang lebih baik darinya.” (HR. Ahmad no. 20739, dishahihkan Syu’aib Al-Arnauth). Allahu A’lam.


Tanya Jawab WA Ukhuwahislamiah.com

SHARE
Previous articleTENTANG TASAWUF
Next articleGAMBAR MAKHLUK BERNYAWA
Beliau saat ini adalah kandidat Doktor sekaligus peneliti di King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Beliau juga belajar kepada beberapa ulama’ diantaranya Syaikh Dr. Saleh Fauzan dan Dr Sa’ad Syistry. Selain itu beliau juga merintis Pesantren Masyarakat Hubbul Khoir di Sukoharjo (Solo) Jawa Tengah.