Jawaban bagi Penentang Hari Kebangkitan

0
55

Diantara pokok keimaan adalah mengimani hari akhir (rukun iman ke-5). yang mana termasuk didalamnya keimanan kepada kebangitan. Orang yang tidak beriman dengan hari kebangkitan tentu tidak beriman dengan balasan di akhirat (baik nikmat atau adzab) sehingga hidup di dunia ini sebagaimana binatang yang tidak takut akibat dari perbuatannya.

Sebenarnya apa sih syubhat (kerancuan berfikir) orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan? Mari kita simak QS Yasin ayat 77-79 yang menceritakan syubhat orang yang mengingkari hari kebangkitan dan bantahan atas syubhat tersebut. Allah berfirman,

أَوَلَمْ يَرَ الْإِنسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌز . وَضَرَبَ لَنَا مَثَلاً وَنَسِيَ خَلْقَهُ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ. قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ

Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!. Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?”Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. (QS Yasin: 77-79)

Pada kumpulan ayat diatas Allah memulai dengan menyebutkan kelancangan orang yang menentang hari kebangkitan. Bagaimana ia menjadi seorang penentang padahal Allah telah menciptakannya dari setitik mani yang hina?? Lalu Allah menyebutkan syubhat mereka dalam mengingkari kebangkitan yaitu “mengiyaskan kemampuan Allah dengan kemampuan makhluq”, mereka mengatakan “Apakah ada yang mampu menghidupkan kembali tulang belulang yang telah hancur?” Kalau dilihat dari kemampuan manusia itu memang sesuatu yang mustahil, tetapi bagi Allah yang Maha Mampu maka itu bukan hal yang sulit. Allah mampu menciptakan mereka pertama kali (dari hal yang tidak ada menjadi ada) maka tentu Dia lebih mampu lagi jika sekedar membangkitkan kembali. Oleh karena itu Allah membalas syubhat mereka dengan jawaban yang sempurna, Allah berfirman “Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.

Semoga bermanfaat.

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 10/4/2013.

www.ukhuwahislamiah.com

Maraji’: Taisir Al Karim Al Rahman fin Tafsir Kalamim Mannan karya syaikh Sa’dy