Isteri-Isteri Rasulullah

0
115

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memiliki keistimewaan dari umatnya yaitu diperbolehkan menikah lebih dari 4 wanita sekaligus. Banyak sekali hikmah dan kemaslahatan dibalik pernikahan beliau. Berikut nama-nama dan penjelasan singkat tentang istri-istri beliau.

  1. Khadijah binti Khuwailid

Khadijah adalah wanita yang pertama kali dinikahi Rasulullah. Saat itu Rasulullah berumur 25 tahun dan Khadijah adalah janda berumur 40 tahun. Rasulullah tidak pernah menikahi wanita lain sampai wafatnya Khadijah. Seluruh anak Rasulullah – selain Ibrahim – berasal dari Khadijah.   Anak yang pertama Qasim -karenanya beliau berkunyah Abul Qasim-, kemudian Zainab, Ruqayah, Ummu  Kultsum, Fathimah, dan Abdullah. Seluruh putranya wafat diusia kecil, sedang putrinya tumbuh dewasa kemudian masuk Islam. Tetapi kemudian putri-putri beliau pun meninggal mendahului beliau kecuali Fathimah yang mana meninggal enam bulan setelah beliau wafat.  Dari Fathimah (dengan Ali bin Abi Thalib) kemudian terlahir Hassan dan Hussein yang kemudian meneruskan keturunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

 

  1. Saudah binti Zam’ah

Rasulullah menikahi Saudah binti Zam’ah pada bulan Syawal tahun ke-10 dari kenabian setelah beberapa hari dari wafatnya Khadijah. Sebelumnya Saudah adalah seorang janda yang ditinggal mati suaminya.

 

  1. ‘Aisyah binti Abu Bakar Ash Shiddiq

Rasulullah menikahi ‘Aisyah pada bulan Syawal tahun ke-11 dari kenabian. Beliau menikahi Aisyah saat umurnya 6 tahun dan mulai tinggal bersama saat usiahnya 9 tahun, yaitu setelah Hijrah. ‘Aisyah adalah satu-satunya wanita yang dinikahi Rasulullah yang masih gadis. Dia adalah wanita yang paling berilmu dan paling dicintai Rasululah.

 

  1. Hafshoh binti Umar bin Khattab

Putri salah seorang sahabat utama Rasulullah yaitu Umar bin Khattab. Rasulullah menikahi Hafshoh pada tahun 3 Hijriah.

 

  1. Zainab binti Khuzaimah

Dijuluki dengan ummul masakin (ibunya orang-orang miskin) karena sifatnya yang sangat penyayang pada orang-orang miskin. Sebelumnya dia menikah dengan Abdullah bin Jahsy yang mati syahid di perang Uhud. Rasulullah menikahinya pada tahun 4 H. Zainab kemudian meninggal setelah dua atau tiga bulan menikah dengan Rasulullah.

 

  1. Ummu Salamah Hindun binti Abi Umayah

Sebelumnya dia bersuamikan Abu Salamah yang meninggal pada Jumadi Akhir tahun 4 H. Kemudian Rasulullah menikahinya pada bulan Syawal pada tahun yang sama.

 

 

  1. Zainab binti Jahsy

Sebelumnya Zainab menikah dengan Zaid bin Haritsah – yang dianggap anak angkat Rasulullah-. Setelah Zaid menceraikan Zainab, Allah menurunkan wahyu: “Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mu’min untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya . Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi” (QS. Al Ahzab: 37). Rasulullah menikahinya pada bulan Dzulqa’dah tahun 5 H.

 

  1. Juwairiyah binti Harits

Bapaknya adalah pemuka bani Mustaliq. Dia termasuk tawanan (rampasan) perang bani Mustaliq dan menjadi bagian Tsabit bin Qais. Rasulullah pun menebusnya (memerdekakan) dan kemudian menikahinya pada bulan Sya’ban tahun 6 H.

 

  1. Ummu Habibah Ramlah binti Abi Sufyan

Sebelumnya dia menikah dengan Ubaidillah bin Jahsy dan berdua hijrah ke Habasyah. Ubaidillah kemudian murtad dan meninggal di Habasyah. Ummu Habibah istiqomah diatas agama Islam. Saat Rasulullah mengutus Amr bin Adh Dhomary membawa surat ke Najasy bulan Muharram tahun ke-7 H, dia (Amr) mengkhitbah Ummu Habibah untuk Rasulullah. Ummu Habibah kemudian diatar ke Madinah oleh Surahbil bin Hasanah.   Setelah Ummu Habibah menikah dengan Rasulullah, bapaknya (Abu Sufyan, yang saat itu pemuka kaum Quraisy) sikapnya agak melunak terhadap kaum muslimin.

 

  1. Shofiyah binti Huyay bin Akhtab

Dia termasuk dalam rampasan (tawanan) Khaibar. Rasulullah pun memerdekakan dan menikahinya setelah penakhukan Khaibar tahun 7H.

 

  1. Maimunah binti Al Harits

Saudari Ummu Fadhl Lubabah binti Al Harits. Rasulullah menikahinya saat umrah qada’ (7 H) setelah selesai manasik umrah –menurut pendapat yang shahih-.

Ini adalah 11 wanita yang Rasulullah nikahi dan pernah tinggal bersama –semoga Allah meridhai mereka semua-. Dua diantaranya meninggal saat beliau masih hidup yaitu Khadijah dan Zainab binti Khuzaimah, adapun sisanya ditinggal mati oleh Rasulullah. Ada dua wanita lagi yang dinikahi Rasulullah tetapi belum pernah hidup bersama, yang satunya dari bani Kilab dan satunya dari Kindah. Banyak khilaf dalam hal ini yang kiranya tidak perlu disebutkan disini. Rasulullah juga memiliki dua budak wanita, salah satunya adalah Mariyah Qibtiyah, hadiah dari raja Mesir. Dari Mariyah Rasulullah memiliki anak Ibrahim yang kemudian meninggal sewaktu masih kecil tahun 10H. Budak yang kedua adalah Raihanah binti Zaid, rampasan dari perang bani Quraidhah. Ada yang mengatakan Rasulullah telah memerdekakan Raihanah dan kemudian menikahinya.

Kalau kita cermati Rasulullah menikahi wanita yang cukup banyak di akhir hidupnya maka akan kita dapati di dalamnya banyak sekali hikmah dan kemaslahatan. Hampir seluruh wanita tersebut dinikahi Rasulullah di akhir hidupnya. Rasulullah mencukupkan dengan menikahi satu wanita di masa mudanya yaitu Khadijah yang saat itu sudah janda dan umurnya sudah 40 tahun. Rasulullah tidak menikahi wanita yang lainnya sampai istri yang pertama ini meninggal dan usia Rasulullah saat itu sudah sekitar 50-an tahun. Jadi Rasulullah menikahi wanita yang cukup banyak karena ada maslahat, bukan sekedar masalah syahwat. Diantara maslahatnya adalah untuk mempererat kekeluargaan diantara kaum muslimin dan kabilah-kabilah Arab. Hal ini tentu akan memperkuat masyarakat kaum muslimin. Allahu A’lam.

Disarikan dari kitab Ar Rahiqul Makhtum.

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 0/1/1438H.


| Web:Ukhuwahislamiah.com | FB:Ukhuwah Islamiah | Twitter:@ukhuwah_islamia |