Islam agama tauhid

0
1207

Muqaddimah.
Saudaraku seiman, bisa dipastikan bahwa didunia ini nyaris tak ada yang tak mengenal atau minimal mendengar kata islam. Islam, jika diartikan secara umum maka bermakna suatu bentuk peribadatan kepada Allah dengan apa yang disyariatkan semenjak Allah utus para rasul hingga tegak hari kiamat. Sedangkan jika diartikan secara khusus, maka setelah diutusnya Nabi, terlebih khusus dari apa yang dengannya Beliau Muhammad diutus, karena syariat Beliau menghapus seluruh agama terdahulu, maka jadilah pengikut Beliau disebut muslim dan orang yang menyelisihinya bukanlah muslim, maka pengikut para Rasul adalah orang-orang muslim pada zaman kerasulannya, maka yahudi muslim pada zaman Musa, nashara muslim pada zaman ‘Isa dan adapun ketika Nabi Muhammad diutus, maka mereka mengingkarinya, maka mereka tidak disebut sebagai muslim. oleh karenanya sangatlah memperihatinkan keadaan kaum muslimin yang tidak mengenal agamanya sendiri, tak memahami makna kalimat tauhid laa ilaaha illallah Muhammad rasulullah yang tak cukup hanya dengan ucapan lisan. Dan adapun makna tauhid sendiri yaitu mengesakan Allah subhanahu wa ta’ala dengan apa yang menjadi kekhususan bagi Nya, baik itu dalam rububiah, uluhiyah maupun nama-nama dan sifat-sifat Nya.
Hakikat ibadah
Yang dimaksud dengan tauhid disini adalah tauhid uluhiyah atau tauhid ibadah, dan setiap rasul mengawali seruan dakwah mereka kepada kaumnya dengan tauhid ini,
????????? ????????? ????? ???????? ????? ?????? ???????? ??????? ??????????
“Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Ilah bagimu selain-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertaqwa kepada-Nya?”. (QS. Al-A`raf: 65)
Dan firmanNya
????????????? ???????? ?????????? ???????????????????
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Ad-Dzariyat: 56)
Ayat ini menunjukan bahwa Allah menciptakan makhluk dikarenakan suatu hikmah yang agung dan itu tak lain adalah terwujudnya apa yang wajib bagi mereka yaitu menyembah Allah semata dengan meninggalkan apa yang selain-Nya, maka perbuatan pertama adalah terciptanya makhluk agar mereka mengerjakan perbuatan yang kedua yaitu beribadah. Berkata Syaikhul Islam, “ibadah adalah adalah suatu nama yang terkait dengan seluruh aktifitas hidup manusia yang mencakup segala hal yang Allah sukai dan ridhai berupa ucapan, dan perbuatan, baik yang zhahir maupun batin.” Dan beliau juga berkata, “dan ibadah adalah suatu nama yang mencakup puncak kesempurnaan cinta dan penghinaan tertinggi kepada Allah, maka rasa cinta yang tidak disertai rasa hina dan kehinaan diri yang tidak disertai rasa cinta, maka bukan dinamakan dengan ibadah. Dan ibadah hanyalah apa yang terkumpul kesekempurnaan dua hal tersebut,” dan Beliau juga berkata, “dan adapun apa yang karenanya mereka diciptakan berupa kecintaan kepada Allah dan keridhaan-Nya maka itu adalah Iradah Dinniyyah.” Maka hal tersebut disebutkan di dalam firman Allah: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Ad-Dzariyat: 56)
Agama pengemban risalah.
Allah berfirman
????????? ????? ????? ????? ????????? ????? ??????? ???????? ???????????? ????????? ??? ????????? ?????????? ?????? ????? ????????? ???????????????
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thagut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya.Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (QS. An-nahl : 36 ) Allah mengabarkan bahwasaanya Dia ta’ala mengutus pada setiap generasi dan kelompok dari suatu umat, seorang Rasul yang menyeru mereka beribadah kepada Allah semata dan melarang mereka dari beribadah kepada sesuatu yang dihiasi oleh syaithan, dan apa yang menjatuhkan mereka ke dalamnya berupa beribadah kepada selain Allah. Maka di antara mereka ada yang Allah beri petunjuk dan mengesakan Allah dengan beribadah dan mentaati para Rasul-Nya, dan di antara mereka ada yang tersesat dan menyekutukan Allah dalam peribadahan. Dan tidak menerima petunjuk Allah yang dibawa oleh para Rasul, sebagaimana yang Allah firmankan,
???????????????? ??? ???????? ??? ???????? ???????????? ???????? ??????? ?? ?????? ???? ????? ????????????
“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan
kepadanya:”Bahwasanya tidak ada Ilah(yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”. (al-Anbiya : 25) Dan inilah tauhid yang karenanya mereka diciptakan, dan mereka diseru kepadanya yaitu Tauhid uluhiyah. Tauhid yang dimaksud dan diminta. Adapun tauhid Rububiyah dan Asma dan Sifat, maka tauhid ini mengenai ilmu dan keyakinan. Dan kebanyakan umat telah mengakui hal tersebut untuk Allah.
Tauhid dan Rintangan Dakwah.
Adapun tauhid ulluhiyah maka kebanyakan mereka mengingkari. Sebagaimana kaum Hud tatkala Allah berfirman mengenai mereka
??????? ????? ????????? ?????? ????? ????????? ????????? ????? ???????? ????? ?????? ???????? ??????? ??????????
“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum ‘Aad saudara mereka, Hud. Ia berkata:”Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Ilah bagimu selain-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertaqwa kepada-Nya?”. (QS. Al-A`raf: 65 )
??????? ??????????? ?????????? ????? ???????? ???????? ???????? ???????? ??????????? ????????? ????? ????????? ??? ????? ???? ?????????????
“Mereka berkata:”Apakah kamu datang kepada kami, agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami maka datangkanlah azab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar”. (QS.Al A’raf:70) Dan Musyrikin quraisy berkata, dalam firman-Nya
???????? ??????????? ??????? ???????? ????? ????? ???????? ???????
“Mengapa ia menjadikan ilah-ilah itu Ilah Yang Satu sajaSesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.” (QS. Shad: 5) Dan ayat-ayat ini, itulah yang dimaksud firman Allah: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thagut itu. “(QS. An-nahl : 36 ) Ayat ini menjelaskan makna ayat sebelumnya, demikian juga ayat-ayat setelahnya dan bahwasannya yang dimaksud dengan beribadah yang untuk tujuan ini, mereka diciptakan, maka itu adalah ibadah murni yang tidak tercampur kesyirikan sedikitpun dengan beribadah kepada selain Allah, siapapun dia, maka tidaklah sah segala amal kecuali dengan berlepas diri dari beribadah kepada setiap yang disembah dari selain Allah, Dan Allah menciptakan dua golongan makhluk jin dan manusia agar beribadah kepada Allah, namun di antara mereka ada yang mengerjakan dan di antara mereka ada yang berbuat syirik dan kufur, sebagaimana Allah firmankan: “maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya.”(QS. An-nahl : 36) Dan firman Nya ta’ala
???????????????? ??? ???????? ?????? ????????? ???????? ?????
“Dan kami tidak mengutus seseorang rasul, melainkan untuk dita’ati dengan seijin Allah.”(QS. An-Nisa: 64), Maka ayat ini, menjelaskan bahwa adanya hikmah dibalik penciptaan jin dan manusia, tidak mengharuskan masing-masing, mereka mengerjakan apa yang karenanya mereka diciptakan dan diutuslah para rasul untuk tujuan tersebut dan di karenakan hikmah ini, Allah membinasakan orang yang tidak menyembah-Nya dan tidak mau menerima apa yang dibawa oleh para Rasul-Nya. Dan Allah mensyariatkan kepada Nabi-Nya dan pengikutnya untuk memerangi mereka, maka di antara mereka ada yang taat namun mereka sedikit. Dan di antara mereka ada yang bermaksiat dan jumlah mereka sangatlah banyak.
Tauhid Merupakan Perintah.
Dan tauhid ini adalah agama islam yang Allah tidak menerima agama selainnya dari seorangpun, sebagaimana perkataaan Nabi Yusuf
???? ????????? ?????? ???? ?????? ????? ??????????? ?????????????? ?????? ???????? ?????????? ????????? ???????? ???????? ??????????????
“Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu
tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS.Yusuf :40) Dan itulah agama yang dengannya Allah utus para Rasul dan Allah turunkan kitab-kitab-Nya, serta perintahkan para rasul untuk melaksanakan apa yang Dia Ta’ala firmankan
?????? ????? ????? ???????? ????????? ???? ?????? ????????? ??????????? ???????? ??????????????? ???? ???????????? ???????? ???????? ???? ????????? ???????? ?????????????????? ????? ?????? ????? ?????????????? ?????????????? ???????? ????? ????????? ???????? ??? ??????? ????????? ???????? ??? ???????
“Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya.Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). ” (QS. As-Syura :13) Maka Allah perintahkan untuk menyembah-Nya semata dan mengajak umat untuk hal tersebut dan Al-Qur`an seluruh isinya tentang tauhid ini, penjelasannya, tiap bagian atau juz-juznya serta bantahan terhadap orang yang ingkar sebagaimana firman Allah
???? ???????? ????? ????? ?????? ?????????? ????????? ??????? ???? ????? ???? ???????? ??????????? ?????? ?????????? ????????????? ????? ???????????? ????? ???????? ?????????? ????????????? ????? ??????? ????????????
“Hai ahli kitab, sesungguhnya telahd atang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepada mubanyak dari isi Al-Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan, Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengankitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. (QS. Al Maidah:15-16) Dan pada hadits dari shahabat Mu’adz bin Jabal yang diriwayatkan Abu Dawud dan Tirmidzi, Dia berkata, ” Wahai Rasulullah beritahukan kepadaku suatu amal yang dapat memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkan aku dari neraka,” Maka Nabi menjawab, ” Engkau telah bertanya sesuatu yang besar dan sesungguhnya itu adalah mudah bagi orang yang dimudahkan oleh Allah ta’ala atasnya. Engkau menyembah Allah danjanganlah menyekutukan sesuatu dengan-Nya, dan engkau mengerjakan shalat, membayar zakat dan berpuasa pada bulan Ramadhan dan mengerjakan ibadah haji ke baitullah.” Kemudian beliau bersabda, “Maukah engkau aku beritahukan tentang pokok amal dan tiang-tiangnya, serta puncak-puncaknya,” maka aku menjawab ” tentu wahai Rasulullah,” maka Rasulullah menjawab, ” pokok amal adalah islam, tiang-tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah jihad fi sabilillah.” Maka ini menunjukkan bahwa islam adalah tauhid itu sendiri, sedangkan kewajiban yang ada didalamnya adalah termasuk hak-haknya yang harus ditunaikan. Dan sungguh ulama ahli fiqih telah sepakat bahwasannya islam adalah suatu syarat bagi sahnya shalat dan amal amal yang lainnya dan itu merupakan tuntutan dari dua kalimat syahadat, syahadat Laa ilaaha illallah dan syahadat Muhammad Rasulullah. Maka makna dari syahadat laa ilaaha illallah adalah tertiadakannya perbuatan syirik dan berlepas diri darinya dan dari pelakunya, serta memurnikan ibadah hanya untuk Allah semata, dan beriman terhadap Rasul dan menaatinya dan itulah makna dari firman Allah
??????? ??????? ?????? ?????????? ???? ???????? ?????????????????? ?????????? ?????? ??????????? ??????? ????????? ??????????? ???? ?????????? ????? ????? ???????? ????? ?????????????????? ????? ???????? ??????? ????????
“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al Israa:23) Maka perintah dan wasiat-Nya, “supaya kamu jangan menyembah,” di dalamnya terkandung makna laailaah (tiada sesembahan) dan firman-Nya “selain Dia semata” terkandung makna illallah (kecuali Allah) dan ini adalah makna kalimat ikhlas sebagaimana Allah firmankan ‘Katakanlah:”Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Ilah selain Allah.Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka:”Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. Ali imran:64) maka di dalamnya terkandung makna laaillaha illallah (tiada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah) inilah pengecualian pada kalimat ikhlas, maka subhaanallah bagaimana bisa, dengan begitu jelas dan gamblangnya bagi para cendikiawan umat ini, kandungan ayat ini menjadi kabur? Dan firman-Nya
}* ??????????? ????? ??????????????? ???? ??????
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.” (QS. An Nisa:36) ayat ini menjelaskan juga akan arti ibadah yang oleh karenanya mereka diciptakan, maka sesungguhnya Dia Ta’ala mengaitkan perintah ibadah yang Allah wajibkan, dengan larangan berbuat syirik yang Allah larang yaitu syirik dalam ibadah, maka ayat ini menunjukan bahwasannya meninggalkan syirik, merupakan syarat akan sahnya ibadah, maka secara asal, ibadah tidaklah sah tanpa hal tersebut. Sebagaimana Allah Taala tegaskan
?????? ?????????? ???????? ??????? ??????????? ???????????

???????? ??????? ???????? ??????? ????????? ??? ???????? ?????? ?????????? ????????????? ???????? ?????????????? ????? ????????????? {65} ???? ????? ????????? ????? ????? ?????????????
“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) sebelummu:”Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapus amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur”. (QS. Az-Zumar: 65-66)Maka maksudnya yaitu bahkan Allah, maka sembahlah Dia semata bukan selain-Nya, sebagaimana dalam awal pembukaan AlQuran
???? ???? ? ???? ??????
“Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (QS. 1:5) Dan agama adalah ibadah dengan melaksanakan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang, sebagaimana dituturkan Ibnul Qayyim rahimahullahu ta’alaa, dalam sebuah baiatnya yang indah.
?????????? ?? ????????? ???????? ???? ???????? ??????????? ?????? ?????????? ??????????
” Perintah dan larangan itulah agamanya, dan balasannya pada hari kembali yang kedua.”

KHATIMAH
Kaum muslimin, semoga uraian di atas, menjadikan diri kita bertambah semangat dalam mempelajari ilmu yang disepakati sebagai ilmu yang didakwahkan para rasul dan Allah sendiri telah bersaksi akan keesaan-Nya, begitu juga para malaikat-Nya serta ahli ilmu, yaitu ilmu tauhid karena itu adalah ilmu yang paling mulia, sangat berbobot keagungannya serta ilmu yang paling wajib dituntut, bagaimana tidak, karena tauhid adalah ilmu tentang Allah, nama-nama beserta sifat-Nya dan hak-hak-Nya pada diri tiap hamba. Oleh karena itu, sudah menjadi keharusan atas setiap muslim untuk lebih serius lagi mempelajarinya, mengajarkannya, menghayati serta meyakininya agar agamanya dibangun di atas pondasi yang benar, di atas ketenangan jiwa serta di atas suatu sikap menerima, sebab hasil dan buah yang akan dipetik pasti kebahagiaan. Wallahu a’lam bishawab. (Abdurrahman)

SHARE
Previous articleMENYAMBUT BULAN RAMADHAN
Next articleDUNIA DI MATA SALAF
Beliau saat ini adalah kandidat Doktor sekaligus peneliti di King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Beliau juga belajar kepada beberapa ulama’ diantaranya Syaikh Dr. Saleh Fauzan dan Dr Sa’ad Syistry. Selain itu beliau juga merintis Pesantren Masyarakat Hubbul Khoir di Sukoharjo (Solo) Jawa Tengah.