infak gaji atau rejeki yang didapat

0
3109

Assalamualaikum ustadzmau bertanya. jika saya mendapat rejeki/gaji berapa persen yg harus saya keluarkan untuk berinfak/ sodakoh?

Jawab:

Wa’alaikumsalam,

Infaq adalah amalan yang mulia. Allah memerintahkan hambaNya untuk menginfaqkan sebagian dari harta yang dia miliki.  Allah akan melipatgandakan balasan atau harta orang-orang yang berinfaq di jalanNya. Allah berfirman,

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَاللّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ 

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS Al Baqarah: 261)

Infaq bentuknya bermacam-macam, mulai dari yang wajib seperti zakat sampai yang sunnah seperti sedekah untuk fakir miskin dan lainnya. Zakat diwajibkan atas harta-harta tertentu yang telah ditetapkan oleh syariat dan harus memenuhi syarat-syarat tertentu seperti telah sampai nishab (batasan minimal terkena zakat) dan haul (berlalu satu tahun).

Rejeki atau gaji yang didapatkan seseorang (baik rutin atau tidak rutin) pada asalnya tidak ada kewajiban zakat, menurut pendapat yang rajih di kalangan para ulama’. Kecuali kalau gaji tersebut disimpan atau terkumpul dan telah mencapai nisab dan haul maka wajib dizakati sebagai mana zakat mata uang (2.5%). Ini untuk masalah zakat, adapun untuk sedekah maka dia bisa mengeluarkan sesuai dengan kemampuannya. Tidak ada aturan khusus untuk sedekah. Allahu A’lam.

Tanya Jawab Group WA Ukhuwahislamiah.com

Ust Abu Zakariya Sutrisno, M.Sc